| Archandra Tahar |
Jokowi itu politisi handal dan
seorang pemain catur yang gemilang.
Saya selalu terkagum-kagum akan
langkahnya yang brilian, cepat dan tepat. Ia suka mendapat masukan darimanapun,
tetapi tetap memegang kendali keputusan.
Kasus Archandra misalnya...
Kesalahan administrasi terhadap
kewarganegaraan Archandra bermula dari teledornya Sekretaris Negara dalam
menyeleksi dan menyelidiki latar belakang calon Menteri, menjadi blunder yang
berbahaya. Archandra yang diharapkan menjadi pedang tajam dalam keikut-sertaan
pemerintah di migas malah bisa memakan pemerintah.
Langkah Jokowi yang langsung
menon-aktifkan Archandra hanya dalam waktu 20 hari, bisa dibilang sebuah
keberanian. Di tengah tekanan publik dari kelompok yang tidak percaya padanya,
ia mampu mengambil keputusan yang sangat penting.
Bahaya memang ketika seorang
Menteri seperti Archandra cacat secara hukum karena masalah
kewarga-negaraannya. Jika begitu, maka seluruh keputusannya akan cacat juga
secara hukum dan pemerintah akan sibuk menghadapi gugatan internasional ketika
mengambil keputusan yang tidak menyenangkan mitra asing mereka.
Seperti buah simalakama posisinya
pada waktu itu. Jika diteruskan berbahaya bagi hukum, jika diberhentikan maka
Jokowi akan menjadi guyonan publik. Dan Jokowi berani mengambil resiko citranya
turun karena dianggap ceroboh dalam memilih pembantunya.
Diberhentikannya Archandra adalah
angin segar bagi para tikus di Migas yang biasa bermain mark-up kerjasama.
Dalam waktu menjabat 20 hari
saja, Archandra berhasil memangkas biaya pengembangan blok Masela lebih irit 5
milyar dollar US. Bayangkan uang sekian yang terindikasi dibagi2kan ke berbagai
tikus yang terlibat. Archandra baru mulai menjabat sudah masuk dalam rencana
mega korupsi di blok Masela.
Jokowi itu tahu kapan harus
mundur selangkah. Ia harus mengamankan panglima perangnya pada posisi sesuai
dengan hukum.
Per 1 September, Archandra sudah
resmi menjadi WNI. Dan sejak dipecat, dalam waktu kurang dari sebulan,
Archandra sudah mendapatkan kewarga-negaraannya kembali.
Besok pagi Jokowi akan memanggil
Archandra kembali. Desas desus di dalam mengabarkan, Jokowi akan melantik
Archandra kembali.
Dan jika masa pemecatan dan
pelantikan Archandra kembali memakan waktu kurang dari sebulan, saya harus
angkat kopi setinggi-tingginya untuk Jokowi. Dia memundurkan kudanya selangkah, untuk
mendapat posisi mengancam pertahanan lawan.
Bandingkan dengan BG yang sejak
ditunda pelantikannya sampai sekarang tidak pernah menjadi Kapolri. Jokowi
paham, siapa yang harus dia bela dan siapa yg harus disingkirkan. Langkahnya
halus dan mengerikan.
Sekarang para mafia kembali harus
berhitung ulang. Pesta mereka tidak lama, cukup sebulan dikasi kesempatan.
Kebayang Jokowi saat 15 Agustus
lalu mengumumkan pemecatan Archandra, ia memandang lurus pada kamera.
Bahasa tubuhnya seperti Arnold
Schwarzenegger, berjaket kulit dan kacamata hitam, dalam film Terminator sambil
menggumamkan kegeraman, " I'll be back.. "
Trus ada yang njawil di
belakangnya, "Pak, pak.. I'll be back iku artine nopo?".
Jokowi merah padam wajahnya
sambil menghardik dengan logatnya yang medok, "Aku mbalik maneh... ngono
ae kok takok ! Ngisin ngisini !!"
Seruputttt...