"Blunder... "
Itu pikiran saya ketika membaca
bahwa Kapolri akan mengundang ulama Mesir sebagai saksi ahli kasus Ahok.
"Untuk apa ulama luar? Toh,
ulama di Indonesia banyak? Kalau misalnya takut MUI tidak adil dalam memberikan
pandangan, bisa saja ambil saksi ahli dari luar MUI. Semisal ulama dari NU atau
Quraish Shihab...
Lagian, ini yang dibahas apakah
tafsiran surat Al Maidah ataukah masalah pernyataan Ahok yang diedit? Kalau
masalah pernyataan Ahok kan harusnya yang diambil sebagai saksi ahli adalah
mereka yang paham masalah bahasa, bukan agama..".
Saya pun membaca headline
berita-berita tentang kasus itu. Eh, tapi kok ada yang aneh ya?. Di berita dari situs-situs kurjel
-kurang jelas mati segan hidup tak mau itu- malah headlinenya aneh-aneh. Ada
yang bilang Jokowi yang mengundang ulama.
Urusan apa Jokowi mengundang
saksi ahli?. Bahkan ada foto Jokowi sedang
menyambut ulama Mesir itu.
Gile, itu berita Februari 2016
saat Jokowi menyambut Imam besar Al azhar membahas radikalisme. Gada
hubungannya ma masalah saksi ahli itu, yang dihubungi saja belum.
Namanya juga masih RENCANA.
Itu permintaan dari tim Ahok
karena berdasarkan kasus sidang Jessica kemaren, bisa menghadirkan saksi ahli
dari Australia. Namanya rencana, tentu harus minta kesediaan dulu kepada
Polisi. Kapolri membolehkan, "silahkan saja..."
Jadi bukan pemerintah yang
mengundang atau -gilenya lagi- Jokowi yang mengundang. Kecil amat Jokowi
ngurusin masalah Ahok segala?
Ga ada urusan lain yang lebih
besar apa?
Ah, ternyata memang mereka
bermain propaganda untuk menghancurkan kredibilitas Jokowi. Jokowi dihancurkan
karakternya seolah-olah ia ingin mengadu domba ulama. Ini berkaitan dengan aksi
demo Bela Islam jilid 3 yang rencana besarnya adalah "menyingkirkan
Jokowi".
Dibuatlah dulu berita hoax supaya
mereka percaya bahwa Jokowi akan mengadu domba ulama dan menjadi "musuh
Islam". Duh, mirip banget dengan pola fitnah di Suriah.
Jadi, untuk yang awam... Jangan
dulu share secepat kilat menanggapi berita yang beredar, jangan mau
terprovokasi oleh "judul berita" yang menyesatkan.
Cerdaslah... Hp ditangan anda
untuk maen internet harganya mahal, pergunakan dengan sangat berharga. Baca dulu
berita seksama. Supaya bisa baca berita, beli kuota jangan pake yang gratisan,
yang muncul tulisan doang tanpa gambar.
Coba baca...
“Hai orang-orang yang beriman,
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan
teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al
Hujuraat:6)"
Jangan menyesal belakangan ketika
ternyata anda hanya diperalat demi kepentingan sekelompok orang untuk berdemo
nantinya... Jiwa anda seharga surga, jadi jagalah dengan baik.. Saran saya, seruput kopi dulu
supaya cerdas dalam membaca...
