![]() |
| Presiden Jokowi |
Bayangkan gini aja. Kita punya
tanah. Tanah ini di daerah strategis. Kalau dibangun losmen misalnya, tentu
akan menghasilkan uang. Tapi darimana duit buat bangun losmen, sedangkan uang
kita habis?
Cara paling mudah adalah
kerjasama. Kita ajak kerjasama orang yang punya duit. "Bangunin dong
losmen di tanah gua.."
"Trus keuntungan gua apa?"
Kata si yang punya duit.
"Selama 10 tahun, hasil dari
losmen kita bagi 50:50. Sesudah itu, semua bangunan diatas tanah gua jadi milik
gua, begitu juga keuntungannya..".
"Ah, rugi gua.." Kata
si punya duit. "Masak gua yang keluar duit, resiko di gua kalo gagal, tapi
kalo untung lu yang banyakan?".
Nah, ini enak bahasnya sambil
seruput kopi. "Gini, lu gak usah pake duit pribadi lu. Pinjem aja ke bank.
Nama lu kan bagus di Bank, pasti cair kreditnya. Entar gua buatin hitung-hitungannya
yang bank pasti untung. Lu juga untung, soale ga ngeluarin duit tapi dapet
keuntungan selama 10 tahun. Jaminannya ya tanah gua itu yang diatasnya dibagun
losmen. Gak rugi, kan? Lu cuman nama doang, semua resiko gua yang
tanggung.."
"Trus, kalo gada yang nginep
gimana? Kan rugi.." kata si punya duit.
"Gak mungkin gada yang
nginep. Soale tiap bulan ada aja yang nginep, sewa kamar. Kebetulan tanah gua
strategis banget dan gua dah dapat kontrak untuk sewa seluruh kamar setahun
dari pabrik. Jadi gak mungkin rugi.."
"Kalo gitu, kenapa ga minjem
sendiri ke Bank ?" Tanya si punya duit. "Bisa sih, tapi gua dah
kebanyakan minjem buat invest di tempat lain. Nama lu bagus dan lu punya
jaminan tambahan, pasti Bank mau cairin gede diluar kapasitas gua.."
Si punya duit tersenyum.
"Menarik juga investasi losmen gak pake duit sendiri, tapi pake duit
bank.."
Kita juga tersenyum,
"Lumayan gak keluar modal, tapi losmen terbangun. 10 tahun lagi losmen dan
semua keuntungan di dalamnya milik gua. Si punya duit untung, Bank untung, gua
juga untung.."
Akhirnya terjadi kesepakatan yang
tertuang dalam perjanjian "Kerjasama pembangunan losmen Ikan
Tongkol".
Begitulah gambaran sederhana
kerjasama Indonesia-Saudi dalam pembangunan kilang dan semua model investasi
disini. Saudi adalah si punya duit dan Jokowi adalah kita.
Model kerjasama ini jauh lebih
menarik daripada hutang terus ke Bank. Karena model Bank seperti IMF dan World
Bank, kalau minjemin duit sukanya ngatur-ngatur kita harus ngapain. Inget kan
dulu foto dimana mantan Presiden Soeharto tanda-tangan utang ke IMF dan si
Direkturnya dengan lagak bos melipat tangan di dada sambil mengawasi?
Kalau kerjasama gini kan enak,
gada yang jadi boss dan gada yang jadi budak. Posisinya sama, rekan kerja.
Dan model investasi beginilah
yang juga diterapkan Jokowi ketika membangun infrastruktur seperti jalan tol,
rel kereta dan segala macam. Kita punya uang sih, tapi lebih bagus dibuat
investasi di negara lain, sedangkan disini biar orang lain yang invest. Pintar
kan? Sana, ambil sepedanya... Seruput..
