| Poligami |
Mumpung maljum, daripada sibuk
membunuh yahudi, enaknya bahas poligami. Poligami ini dari jaman ke jaman
menjadi pro dan kontra di dalam Islam sendiri. Ayat untuk berpoligami memang
ada, tetapi benarkah poligami itu sendiri perintah Tuhan?
Kalau kita melihat konteksnya -saat
ayat-ayat di turunkan- bukan teksnya, maka kita akan paham bahwa ayat-ayat
turun dalam situasi kejahiliyahan bangsa Arab saat Islam yang dibawa Nabi
Muhammad SAW datang.
Pada masa itu bangsa Arab dalam
kondisi yang sangat memprihatinkan, bodoh dan barbar. Banyak sejarah yang
berbicara bahwa ada ketidak-teraturan pada masa itu. Bahkan bangsa Arab pada
masa itu terkenal suka menguburkan hidup-hidup anak perempuannya, karena malu
sebab tidak bisa mewakili garis keturunan mereka.
Nah, turunnya Islam adalah
mengatur ketidak-teraturan itu menjadi aturan. Poligami sendiri bukanlah
tradisi Islam, tetapi tradisi bangsa Arab pada masa jahiliyah. Pada masa itu,
mengawini ratusan wanita adalah hal yang biasa.
Karena selain sebagai penyaluran
seksual, wanita juga bisa melahirkan keturunan-keturunan supaya klan-klan
mereka semakin besar. Kepemilikan terhadap wanita pada masa itu dianggap
sebagai simbol kemakmuran. Semakin banyak isteri, maka dianggap semakin kaya.
Pahami itu dulu.
Lalu turunlah Nabi Muhammad Saw
dengan berbagai peraturan. Karena beliau adalah "penyampai pesan"
maka identifikasi pesannya adalah firman dari Tuhan.
Nabi lalu mengatur supaya wanita
mendapat kehormatan yang sangat tinggi dan tidak dijadikan sebagai budak, alat
maupun aksesoris saja. Perintah Tuhan supaya para lelaki tidak menyalurkan
syahwatnya semena-mena dibukukan dalam kitab suci. Dengan garis bawah tebal
bahwa sang lelaki harus berlaku adil.
Jadi kita bisa simpulkan, bahwa
poligami itu sudah ada sejak lama dan Nabi Muhammad Saw hanya mengatur semua
ketidak-teraturan pada masa itu. "Kalau begitu poligami bukan sunnah dong
bang?" Tanya seorang teman pada waktu itu.
Sunnah itu bisa diartikan
"mengikuti perilaku dan perkataan Nabi". Kalau melihat konsep
poligami yang ada, sebenarnya tidak tepat bahwa poligami dikatakan sunnah Nabi,
karena toh poligami itu sudah ada sejak masa sebelum Nabi.
Nabi Muhammad SAW sendiri tidak
pernah berpoligami ketika bunda Khadijah, isteri pertama yang sangat dicintai
beliau, masih ada. Tidak ada satu kabarpun yang menceritakan bahwa Nabi punya
isteri lebih dari satu ketika isteri pertama beliau masih ada. Nah, jika
disebut sunnah maka seharusnya keberadaan tetap bersama isteri pertama sampai
akhir hayatnya, itulah sebenar-benarnya sunnah.
Ketika bunda Khadijah wafat, maka
dikabarkan Nabi Muhammad Saw menikah lagi dengan beberapa wanita selama hidup
beliau. "Nah tuh, kok Nabi bisa menikah dengan banyak wanita seenaknya
??"
Kembali lagi kita harus melihat
konteks, atau situasi pada masa itu. Itu masa dimana banyak janda-janda yang
ditinggal mati suaminya saat perang. Nabi pun menolong janda-janda itu supaya
tetap selamat secara ekonomi juga supaya keturunan mereka tetap mendapat nama
keluarga.
"Bantu ya bantu aja, ngapain
dinikahi segala.."
Ya jangan samakan situasi
sekarang dengan masa itu. Masa itu banyak fitnah yang ingin dialamatkan ke Nabi
Muhammad Saw. Jika ada berita Nabi bahwa Nabi dekat dengan seorang wanita maka
stigma penzina akan melekat pada beliau. Jika begitu, maka kesucian beliau akan
dipertanyakan sepanjang masa...
Selain itu banyak faktor yang
menbuat Nabi harus menikah lagi - sesuai kondisi pada masa itu. Mulai dari penguatan persahabatan
dengan bangsa lain sampai membangun klan juga supaya musuh tidak mudah
menyerang.
Dari sana kita seharusnya bisa
menyimpulkan, yang disebut SUNNAH itu adalah "menikahnya" atau
"alasan dibalik menikahnya"?.
Beda dengan sekarang yang sama
sekali tidak mengikuti sunnah Nabi. Isteri pertama masih sehat dan cinta, eh
sudah menikah dua, tiga sampe empat. Mereka emoh menunggu isteri pertama wafat
dulu, baru menikah lagi dengan alasan yang kuat.
Pokoknya RUKUN, itu koentji.
Memang beda cara penafsiran
berdasarkan nafsu dengan penafsiran berdasarkan logika dengan melihat semua
aspek sebelum menemukan makna. Yang pake nafsu, ngelihat teks langsung bicara
dengan kengacengan-nya, "Poligami itu perintah Tuhan!!".
Padahal itu sifatnya himbauan
kepada orang Arab jahiliyah pada masa itu, bukan perintah. Kalau itu perintah,
Nabi Muhammad Saw yang seharusnya pertama kali melakukannya dengan berpoligami
ketika bunda Khadijah masih ada.
Begitu, sooonnn.. ngerti ora?
"Sial, gagal lagi dong gua
mau kawin ma si Entim yang semlohai tetangga sebelah dengan alasan perintah
Tuhan.."
Ya kalau mau kawin lagi sih,
kawin aja.. Bilang kalau itu petunjuk nafsumu. Halal kok, asal semua memahami
dan menerima. Tapi jangan bawa-bawa sunnah Nabi apalagi nama Tuhan, itu aja..
"Mana kopinya? Gua puyeng
nih kalau isteri gua baca ginian dia pasti langsung merasa terwakili..."
Aku sudah menghilang dikegelapan.
Sudah saatnya temanku itu yang bayar. Nanti aku tinggal bliang saja, bahwa
membayari seorang teman yang lagi bokek itu perintah Tuhan. Beres, dah..