![]() |
| Wahabisme |
Judulnya mirip-mirip kisah sedih
yang selalu saya baca di majalah wanita lama. Tapi begitulah yang terjadi
dengan Islam sekarang, agama yang kuanut dan kuyakini sebagai petunjuk paling
benar.
Aku memang penganut Islam sejak
lahir, mengikuti apa yang diajarkan orangtuaku. Tapi semakin dewasa, aku
mempelajari agama ini dari segala macam sisi - bukan hanya sibuk mengaji dengan
langgam yang dibagus-baguskan.
Aku melihat Islam dari sisi
sejarah, konteks atau peristiwa pada waktu agama ini diturunkan. Termyata
begitu banyak drama berdarah dalam perjalanannya.
Pembunuhan demi pembunuhan bahkan
pembantaian keluarga dan keturunan Nabinya sendiri dilakukan oleh mereka yang
mengaku bahwa mereka beragama Islam. Ternyata peristiwa perang di internal
Islam jauh lebih banyak memakan korban saudara seagamanya - daripada perang
dengan agama lainnya.
Islam menjadi agama yang lebih
politis daripada theologis. Penunggangan kekuasaan atas nama agama terjadi dan
dengan itulah konsep khilafah berdiri.
Apa yang terjadi ketika kekuasaan
mengangkangi kebenaran ? Ya, pembodohan.
Pembodohan massif terhadap umat
Islam dilakukan dengan penuh tekanan dan ancaman. Penyiksaan, pemenggalan,
penguburan hidup-hidup bahkan kepada anggota keluarga yang ditinggalkan adalah
hal yang jamak untuk mempertahankan kekuasaan. Islam menjadi "apa kata
penguasa" daripada "apa kata Nabi"nya.
Pembodohan ini perlu karena umat
yang bodoh lebih mudah dikontrol dalam satu tatanan.
Begitulah Islam terbentuk sejak
dulu dan jejaknya terasa sampai sekarang..
Tetapi agama ini tetap juga tidak
ditinggalkan. Karena ada sebagian kecil orang yang masih mempertahankan
kebenaran di dalam ajarannya. Yang sebagian kecil ini mengajarkan bahwa Islam
itu ajaran cinta dan akal.
Hanya saja, karena sejak lama
Islam sudah dikuasai atas nama kekuasaan, maka jejak kebodohan masih banyak
berkutat di dalam benak penganutnya.
Jejak kebodohan dalam Islam ini
semakin diperluas oleh ajaran Muhammad bin Abdul Wahab, atau dikenal dengan
ideologi wahabi-isme. Islam menjadi begitu kaku, barbar, bdooh gak ketulungan
dan sangat puritan.
Wahabisme ingin mengembalikan
Islam bukan kepada saat agama ini ada, justru ketika agama ini belum menyentuh
bangsa arab yang waktu itu perilakunya sangat jahiliyah.
Dan disinilah kita sekarang,
berhadapan dengan banyak orang bodoh yang mengaku sudah mengikuti petunjuk
jalan yang benar. Mereka takut dengan salib, paranoid dengan patung, bahkan
membakar seseorang hanya karena mencuri amplifier masjid.
Banyaknya mereka yang mengaku
beragama Islam tapi bodoh tak tertandingi inilah yang disebut Nabi, "di
akhir zaman umatku banyak tapi mereka seperti buih di lautan.."
Situasi kebodohan yang semakin
mengganas ini malah membuatku semakin tertantang untuk menjelaskan kepada
banyak orang bahwa Islam bukan seperti itu. Meskipun teriakanku lemah karena
suara kebodohan mereka jauh lebih keras layaknya sekumpulan lebah yang
mendengung bersamaan..
Islamku sayang, Islamku malang.
Hanya satu kelebihan yang saya
dapatkan dari umat Islam sekarang ini dibandingkan yang lain. Jika umat lain
pendetanya masih turun naik surga, umat Islam sudah mendapat laporan bahwa ada
pesta seks disana.
Sungguh menakjembutkan..
Mau seruput, tapi kok malu...
