![]() |
| Humor |
Entah kenapa saya selalu melihat
banyak hal dari sisi "kelucuan".
Sudah lama saya tidak marah.
Marah terakhir saya lampiaskan ke diri saya sendiri yang goblok, lemah,
pengecut dan selalu menyalahkan sesuatu kepada situasi dan seseorang untuk
menutupi kelemahan.
Sesudah berhasil mengalahkan diri
sendiri untuk jujur terhadap banyaknya kelemahan, ternyata itu membuka dimensi
pandangan baru dalam kehidupan. Sudah tidak ada lagi nafsu berlebihan apalagi
amarah yang cenderung membutakan.
Malah ketika saya menghadapi
seseorang yang marah membabi buta di depan mata, saya langsung merasa aneh.
"Kenapa bisa manusia kehilangan dirinya sendiri dan dikuasai oleh emosi ya
?".
Keanehan itu kemudian berubah
menjadi kelucuan melihat begitu lemahnya manusia terhadap dirinya sendiri..
Rasa marah yang keluar dalam
bentuk emosi membutakan itu sejatinya adalah ciri manusia kalah. Mereka kalah
dalam kehidupan, kalah dalam persaingan, kalah dalam kehormatan dan kalah dalam
segala hal.
Mereka butuh pelampiasan untuk
mengeluarkan lava dalam dirinya. Mereka tidak bisa mengendalikan api dalam
jiwanya.
Hidup itu sesungguhnya seperti
secangkir kopi. Ia membawa keceriaan, rasa semangat, pandangan positif dan
nikmat yang menggairahkan. Energi tersalurkan ke tempat yang tepat karena pikiran
yang tenang itu mencerahkan..
Lihat pakde Jokowi...
Dia marah pada negara besar ini
tapi selalu direndahkan bangsa lain. Apakah ia harus mencaci maki mereka yang
merendahkannya ?
Tidak. Ia malah membangun
infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia untuk membuktikan bahwa
Indonesia tidak akan bisa diremehkan oleh siapapun juga.
Hanya orang rendah yang merasa
dirinya rendah ketika direndahkan. Para pemenang selalu ingin membuktikan.
Seruput dulu? Hidup ini
sesungguhnya hanyalah komedi bagi jiwa-jiwa yang tenang.
