![]() |
| Stop Humanity |
"Tuhan, kalau aku mengadu
padamu malam ini, apakah engkau bisa menjawab doaku langsung?". Diam sejenak menunggu. Tiba-tiba
terdengar suara dari atas genteng.
"Bisa.. speak saja..."
"Tuhan, kenapa sekarang
banyak orang umroh karena dikejar polisi?"
"Apakah you tidak bisa
melihat ada permainan antara polisi dan travel umroh? Sesudah polisi menangkap
bos first travel, orang sudah tidak percaya lagi pada travel umroh. Karena itu
asosiasi pengusaha umroh menuntut polisi bertindak. Akhirnya ada MOU, bahwa
polisi harus mengejar orang, supaya orang mulai umroh kembali..."
"Hmm.. begitu ya, Tuhan?"
(agak kurang percaya)
"Mau ngadu apalagi?"
"Tuhan apa arti stop
humanity?"
"Stop, artinya berhenti.
Human artinya manusia. Nity dari kata dasar peniti. Jadi stop humanity itu
artinya adalah berhenti kamu, manusia peniti!! Masak gitu aja harus nanya sama
Tuhan?".
"Masak gitu artinya?"
(makin gak percaya)
"Udah malem, mau ask what
again?"
"Tuhan, apakah engkau pernah
takut?"
"Sa sa saya... ti ti tidak
pernah takut !!" Mendadak ada bayangan tangan mengepal dan mengacung ke udara.
"Sudah, saya pulang dulu!!"
"Satu lagi pertanyaan,
Tuhan. Yang terakhir.... "
"Oppo??" (Wah,Tuhan
mulai pake iklan handphone nih...)
"Kenapa Tuhan sekarang
bahasanya keminggris?"
"Karena manusianya dah pada
ndableg, semua pengen jadi aku. Lah aku jadi apa? Susah ngatur kids jaman now!!".
Semakin curiga ada sesuatu diatas
genteng. Kujebak saja..
"Makin malem kok jawabannya
makin ngawur?? Itu yang diatas genteng, ngaku aja. Elu Tuhan atau kucing???"
Terdengar jawaban lemah.
"Kucingggg...". Lalu suara kaki lari menjauh. Secangkir kopi sudah
habis dari tadi. Sialnya, ada sebungkus rokok utuh tapi ga ada korek api...
Dimana nyari warung open
night-night begini??
