Senin, 10 Desember 2018

Mas Sandi, Bangun Infrastruktur Itu Bukan Modal Kolor Doang

Infrastruktur
Sandiaga Uno di Pasar
Indonesia itu ibarat sebuah rumah yang ditinggalkan dalam keadaan bobrok oleh penghuni sebelumnya..

Rumah yang indah dan terletak di lokasi strategis ini tidak dipelihara dengan baik, sehingga dimakan rayap, digerogoti tikus dan lapuk kena panas dan hujan. Pemilik sebelumnya lebih mementingkan berfoya-foya dengan keluarganya tanpa memperhatikan bahwa rumah yang mereka tempati bisa ambruk dan dalam kondisi yang berbahaya.

"Toh, nanti penghuni berikutnya yang perbaiki.." Begitulah kira-kira pemikiran mereka.

Ketika Jokowi masuk, dia melihat fakta bahwa situasi sudah sedemikian parah. Rumah besar bernama Indonesia ini selain rusak juga ditinggalkan tanpa pendapatan dan hutang yang sangat besar karena perilaku konsumtif gila-gilaan.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama adalah buat perencanaan bagaimana seharusnya rumah yang layak huni itu berdiri. Perencanaan pembangunan itu bukan untuk bagaimana rumah itu berdiri selama 5 tahun saat ia memimpin, tetapi bisa menjadi rumah layak selama ratusan tahun yang aman ditinggali.

Selain itu, rumah yang berada di lokasi strategis itu harus menghasilkan uang karena merawat rumah besar seperti negeri ini butuh biaya tidak sedikit. Karena itu selain direncanakan sebagai rumah tinggal, rumah juga di desain untuk berfungsi sebagai "Restoran" supaya ada pendapatan.

Bagaimana cara membangun rumah yang hampir ambruk itu supaya menjadi rumah layak tinggal dan bisa menjadi Restoran?

Ya, mau tidak mau harus pake hutang.
"Loh, berarti rumah harus di gadaikan dong?".

Tidak juga. Disinilah kita harus pintar. Hutang yang dimaksud adalah model seperti hutang usaha, dimana yang dijaminkan adalah usahanya, bukan rumahnya. Catat ya, potensi USAHANYA bukan RUMAHNYA.

Modelnya macam-macam. Ada yang model sekuritisasi asset dimana pemilik uang meminjamkan untuk membangun tempat usahanya saja. Dalam artian, yang dibangun bukan rumah keseluruhan, tetapi teras depan misalnya yang memang kita pake untuk usaha Restoran. Kalau sudah jadi Restoran dan ada pendapatan, kan bisa mengembalikan utang.

Inilah yang disebut membangun INFRASTRUKTUR. Semua negara melakukan itu. Bahkan negara besar seperti China dan Amerika yang punya pendapatan raksasa itu.

Jadi omong kosong kalau Sandiaga Uno bilang bahwa ia akan membangun infrastruktur tanpa hutang. Ini malah mengerikan. Jangan-jangan kelak ia menjaminkan rumah Indonesia ini diam-diam sehingga negeri asing bisa mengatur kita seenak udelnya karena merasa punya saham di rumah besar ini.

Hati-hati sama janji seseorang yang mencoba mengambil jalan pintas untuk berkuasa. Kalau sesuatu itu tampak mudah, bisa jadi ada sesuatu dibaliknya. Mending transparan, sehingga kita tahu faktor-faktor resikonya.

Lagian, apa yang bisa diharapkan dari seseorang yang tumbuh petai di kepalanya ? Membangun negeri butuh keseriusan tingkat tinggi, bukan cuman ketawa ketiwi..

Seruput kopinya.

Artikel Terpopuler