Rabu, 09 Januari 2019

ARIFIN ILHAM

Sakit
Arifin Ilham
Saya ingat sekali, Februari 2015, tiba-tiba ada "serangan" mendadak di pemukiman Az Zikra.

Pemukiman Az Zikra ini pengelolanya Arifin Ilham. Di depan pemukiman itu ternyata ada spanduk besar bertuliskan, "Kami Warga Pemukim Muslim Bukit Az Zikra Sentul Menolak Paham Syiah".

Syiah adalah salah satu paham dalam agama Islam, yang banyak dianut oleh rakyat Iran dan Irak. Paham ini diframing sesat oleh sebagian kelompok Islam, karena propaganda politik di Timur Tengah dalam rangka penguasaan wilayah.

Pada awal tahun 2015 itu, sedang ramai-ramainya isu Syiah karena perang Suriah, dimana Bashar Assad Presiden Suriah dituduh Syiah, sehingga 'halal darahnya'. Dan isu ini dibawa sebagai senjata oleh kelompok ISIS dan Alqaeda untuk menguasai Suriah.

Spanduk provokatif di depan pemukiman Az Zikra itu meresahkan sebagian warga disana. Mereka lalu menurunkan spanduk itu, karena tidak ingin hawa panas Suriah berembus ke Indonesia.

Sontak Arifin Ilham menyerukan bahwa "kelompok Syiah" sedang menyerang dia. Dia lalu berkoar dimana-mana, mengumpulkan rekan-rekannya mulai dari Abu Jibril sampai Yusuf Mansyur, dan melakukan konferensi pers sambil teriak, "kita jihad terhadap syiah".

Arifin Ilham mengobarkan perang terhadap syiah, perang yang hanya ada dalam pikirannya sendiri, karena ternyata yang merobek spanduk itu sama sekali bukan penganut Syiah.

Disitulah saya tahu yang namanya Arifin Ilham. Sesudahnya yang saya tahu, dia pamer-pamer istri di depan media, entah dengan maksud apa, mungkin ingin membanggakan status sosialnya sebagai orang yang berada sehingga mampu menafkahi tiga orang wanita.

Saya jujur tidak mendapatkan nilai-nilai keIslaman padanya selain daripada nilai kawin saja. Sesudahnya saya lihat dia ada saat mendemo Ahok di Monas 2016 lalu.

Dan melihat Arifin Ilham terbaring lemah karena kanker kelenjar getah bening, saya tersadar, bahwa semua yang dibanggakan, semua yang dipamerkan, semua yang dicari di dunia baik gelar maupun harta, menjadi sama sekali tidak ada artinya.

Pada akhirnya manusia harus bergulat dengan dirinya sendiri. Melawan akibat dari sebabnya sendiri. Tidak ada yang bisa menolong, karena orang dekat hanya bisa menangisi.

Tetapi sebesar-besarnya ketidaksukaan kita pada seseorang karena perbuatannya, tidaklah layak mencaci seseorang yang sedang dalam keadaan sakit, apalagi menghubungkannya dengan azab Tuhan, karena itu sama saja mendahuluiNya.

Lebih baik doakan, supaya diri kita kelak tidak mendapatkan penyakit yang sama, meski kita juga memahami bahwa Tuhan hanya mencoba manusia sesuai batas kemampuannya.

Jadi, semoga cepat sembuh Arifin Ilham. Politik semakin memanas Pilpres ke depan ini dan ada yang kurang jika engkau tidak hadir disini.

Artikel Terpopuler