Jumat, 12 April 2019

GAK USAH MILIH PSI, SUARA KITA SIA-SIA


Partai Solidaritas Indonesia
PSI
Begitulah kira-kira suara banyak orang ketika saya sedang mendukung Partai Solidaritas Indonesia maju ke depan. Dan ini juga pertanyaan yang dilontarkan banyak orang yang gelisah ketika mereka simpati pada PSI, tapi takut suaranya hilang.
Ya. Sistem Parliamentary Threshold memang membuat banyak partai baru ketar ketir. Kalau mereka tidak lolos diangka 4 persen, mereka bakalan terjungkal, tidak dapat kursi di Senayan.
UU 7 Tahun 2017 Pasal 414 dan 415 tentang Pemilihan Umum, memang mengatakan bahwa partai yang tidak lolos PT akan hangus. Yang hangus adalah kursi DPR RI, tapi DPRD tetap ada.
"Jadi, apa suara kita yang milih PSI akan terbuang sia-sia, bang?”.
Nah, kalau masalah "sia-sia" ini berbeda. Definisi sia-sia adalah suara menjadi tidak berguna.
Saya balik pertanyaannya dengan pertanyaan lagi.
"Seandainya kita pilih Caleg dari partai besar, tetapi caleg itu kelak ketika terpilih kerjaannya cuman datang dan tidur, apakah suara kita tidak sia-sia?
Seandainya kita pilih Caleg dari partai yang sudah pasti lolos PT, tapi ketika di Senayan dia korupsi dan maen suap, apakah suara kita yang memilih dia jadi tidak sia-sia?
Seandainya kita pilih Caleg yang kita harapkan mewakili kita, tapi sesudah terpilih dia lupa pada kita, apakah suara kita juga tidak sia-sia?
Ya, sia-sia juga. Kita memilih seseorang yang ternyata hanya butuh suara kita saja, bukan menjadi perwakilan kita..
Kalau begitu, sama saja seperti makan buah simalakama, milih PSI bisa jadi suara hangus, tidak milih PSI bisa jadi suara tidak berguna..
Jadi mau pilih yang mana? Ya, sesuai hati nurani saja.."
Kalau saya sendiri, senang melihat sesuatu yang baru, yang masih idealis untuk membawa perubahan dalam parlemen kita. Anggota DPR yang kemarin saja bobrok gak kira-kira. Kegiatan mereka sibuk main media sosial, tapi kerjaannya gak ada. Mau pilih mereka lagi apa?
Ngga. Saya mau anak muda yang duduk disana. Mereka yang membawa pemikiran baru, gaya baru dan semangat baru.
Karena itu saya dorong PSI ke Senayan sebagai agent of change, agen perubahan. Karena tidak ada perubahan yang terjadi, jika kita tetap melakukan cara-cara yang sama.
Manusia urusannya berusaha, hasilnya biar Tuhan yang punya kuasa..
Kalau paham, mari seruput kopinya..

Artikel Terpopuler