Minggu, 21 April 2019

HOTEL MUMBAI

Film Hotel Mumbai
Ditengah kejenuhan film Superhero Amerika yang mirip sinetron Tersanjung karena gak selesai-selesai, datanglah film Hotel Mumbai.
Saya sebenarnya terpicu aja karena banyak teman-teman di fb yang nonton di bioskop, kok referensinya asyik ya? Kukira itu sejenis film Kuch Kuch Hota Hai, tapi ternyata itu film based on true story kejadian aksi teroris di Mumbai, India.
Kejadian aslinya tahun 2008. Kota Mumbai di India, diserang teroris yang menamakan diri mereka Deccan Mujahidin dari Pakistan. Dikabarkan 188 orang meninggal ditembak ditempat oleh para teroris
Menarik memang adegan-adegannya, penuh dengan pesan dan ironi. Ironi yang paling miris saat salah seorang teroris yang bernama Imran, memuntahkan roti yang dikatakan ada daging babinya. Babi buat dia haram, tapi membunuh sekian banyak orang halal.
Disini kita bisa melihat bagaimana psikologi anggota-anggota ISIS di Suriah yang dengan santainya memenggal kepala manusia, sesudah itu sembahyang dan berdakwah tentang rasa cinta pada Tuhan.
Pesan lain datang dari Arjun, orang Sikh, yang memakai "pagri", sejenis sorban di kepala yang dia anggap sebagai simbol kesucian sehingga tidak akan pernah melepasnya jika berada di luar rumah.
Tetapi ketika harus menolong orang, sorban di kepalanya tanpa ragu ia lepaskan. Baginya nilai kemanusiaan jauh lebih penting daripada simbol-simbol kesucian agama.
Surprise juga, Hotel Mumbai menawarkan ketegangan dari awal sampai akhir. Sutradara Anthony Maras dengan bagus membuat penonton sulit bernapas dengan baik saking tegangnya dari menit ke menit.
Boleh saya bilang, film Hotel Mumbai ini setingkat dengan film dengan settingan negara India lainnya "Slumdog Millionaire".
Para teroris di film Hotel Mumbai memang tergambarkan sangat muda, berusia belasan tahun, bodoh dan miskin sehingga mudah dicuci otak atas nama agama.
Saya melihat mereka jadi ingat para kampret di Indonesia yang memang rata-rata sangat muda, sok relijius dengan membawa ayat, tapi kalau caci maki mulutnya kotor naudzubillah..
Nonton deh, gak nyesel kok..
Ngopi dulu, ah..

Artikel Terpopuler