Selasa, 25 Juni 2019

EGGI SUDJANA BEBAS. JOKOWI LEMAH?

Eggi Sudjana
Eggi Sudjan
"Polisi lemah ! Jokowi lemah !!"
Begitu status seorang teman. Dia kelihatan kecewa dengan berita kalau Eggi Sudjana keluar dari tahanan karena mendapat penangguhan.
Kekecewaan ini sepertinya adalah puncak bagi dia karena sebelumnya dia sudah sangat kecewa dengan penangguhan Soenarko, mantan Danjen Kopassus karena dituduh makar.
Sebagai cebong anti karat, tentu dia marah besar karena menganggap hukum kita sangat lemah dalam menahan orang-orang yang diduga makar.
Pertanyaannya, apakah asumsi temanku itu benar ?
Saya bukan ahli hukum, tapi suka baca. Dan dari apa yang saya baca, penangguhan penahanan itu adalah bagian dari hukum dan itu hak tersangka atau terdakwa. Jadi sekali lagi, itu HAK mereka untuk mengajukan penangguhan penahanan. Dan juga hak penyidik untuk menangguhkan tahanan mereka.
Dan itu diatur dalam Pasal 31 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana,
Penangguhan penahanan itu bukan dibebaskan, tetapi penahanannya ditangguhkan. Dalam artian, sesudah diinterogasi, berkas-berkas mereka disiapkan, dan tersangka boleh keluar dari tahanan polisi dengan syarat, gak boleh keluar rumah apalagi keluar kota dan wajib lapor ke polisi.
Jadi itu adalah prosedur hukum, bukan seenak udelnya polisi. Apalagi tiba-tiba lari ke Jokowi dan menuding dia lemah dalam penegakan hukum.
Berkas Eggi Sudjana dan Lieus "ulama non muslim pertama" Sungkharisma sendiri sudah diterima Kejaksaan Agung tanggal 12 dan 14 Juni lalu. Dalam artian, jika berkas mereka diterima oleh kejaksaan, maka selesailah tugas polisi karena sudah beralih menjadi tanggung jawab jaksa.
Jadi bukan kasus mereka berhenti, tetapi pemeriksaan terhadap mereka sudah selesai oleh polisi. Dan karena mereka punya hak untuk mengajukan penangguhan penahanan alias tidak ditahan di kantor polisi, ya mereka diberikan penangguhan penahanan. Tentu dengan syarat-syarat dan mungkin dengan jaminan. Baik itu jaminan materi maupun jaminan perorangan.
Kita harus paham dulu situasi sebelum mencaci maki. Tentu apa yang saya sampaikan belum sempurna karena toh saya ahli ngopi bukan ahli hukum. Ahli hukum tentu punya pandangan yang lebih dalam tentang situasi ini.
Tetapi apa yang saya sampaikan bisa sebagai bagian dari pelajaran kita bahwa di dalam hukum ada prosedur-prosedur yang berjalan dan harus dihormati.
Nah, lebih baik kita seruput kopi dan percayakan pada aparat bahwa mereka sudah bekerja sesuai bagiannya. Tetap dikawal tapi dengan pikiran terbuka. Saya kok yakin, kali ini Eggi dan Lieus kena batunya.
Oke Oce ? Mari tuang kopinya..

Artikel Terpopuler