Minggu, 28 Juli 2019

72 BIDADARI YANG SEKSI

Bidadari
72 Bidadari
DennySiregar.id, Jakarta -  "Pa, gimana caranya buat adek kecil?". Bayangkan pertanyaan itu disampaikan oleh anakmu yang berusia 6-7 tahun. Gimana jawabnya ?
Pasti gagap karena itu ranahnya orang dewasa. Biasanya orang tua langsung mengeluarkan senjata andalannya, "Ah, anak kecil mau tahu aja. Sana belajar yang benar.." dengan wajah cemberut menunjukkan otoritasnya
Kenapa bisa begitu? Karena ketidakmampuan orang tua menggunakan bahasa anak kecil dalam menerangkan. Tidak gampang berbahasa anak kecil bagi orang tua, begitu juga sebaliknya. Ada perbedaan jenjang keilmuan disini sehingga cara menerangkannya berbeda.
Nah, bayangkan ini terjadi ribuan tahun lalu, ketika Rasul ditugaskan di tanah Arab yang orangnya bodoh total, barbar dan jahiliyah. Salah satu gambaran konsep jahiliyah adalah orang Arab dulu suka menguburkan anak perempuannya hidup hidup karena malu. Kalau masalah penggal kepala disana sudah jamak.
Membahasakan kebaikan dan reward apa yang akan mereka dapat ketika berbuat baik, itu bukan tugas mudah. Ya seperti dialog anak kecil dan orang tua tadi. Pertanyaan pasti datang, "Untuk apa saya berbuat baik?" "Lha, trus kalau gua baik, dapat apa ?"
Itu pertanyaan2 yang datang kepada Rasul dan mereka harus menerangkannya dengan bahasa sesuai ilmu sang penanya, bukan sesuai ilmu Rasul yang sudah sejak dari ruhnya mendapat bekal ilmu.
Maka keluarlah analogi-analogi, bahasa pendekatan, ilustrasi atau gambaran sederhana supaya si penanya mengerti. Kalau menerangkan ke anak pasti pake model mainan, karena itu yang mereka suka. Begitu juga kepada orang arab jaman dulu, menjelaskannya pakai bahasa dengan contoh yang mereka kenal dan mereka suka.
Apa yang mereka suka dulu? Ya kesenangan dunia mereka, yaitu wanita. Karena nikmat bagi mereka dulu hanya seks dan seks saja. Pada masa itu, wanita memang hanya jadi "budak" tanpa dibolehkan punya keinginan.
Karena itulah penggambaran reward atau surga, selalu ada bumbu "wanita"nya. Bidadari saja digambarkan sebagai wanita, padahal tidak ada yg tahu bagaimana bentuk bidadari itu. Masih ditambah dengan kulitnya putih mulus dan matanya bulat, karena itulah yang disukai orang Arab jaman jahiliyah.
Jadi, paham kan kenapa ada hadis 72 bidadari?
Itu hanya ilustrasi, bahasa pendekatan supaya mudah dimengerti sesuai tingkat pengetahuan penanya. Dan karena mereka suka dengan penggambaran itu, merekapun mau berbuat baik.
Tentu bagi manusia sekarang itu jadi bahan tertawaan. Tapi bagi zaman dulu itu efektif sekali. Sekarang ini sudah ada bahasa logika untuk mengerti kenapa manusia harus berbuat baik tanpa iming2, karena pikiran manusia sudah maju.
Masak jaman sekarang harus terus diiming2 kengacengan yang haqiqi mulu ?
Sedangkan gambaran surga atau kenikmatan yang akan didapat manusia tentu jauh dari sekedar seks. Lagian lucu aja di akhirat atau dunia non materi masih ada jasad. Jasad itu kan materi. Jadi disini, bagi manusia berpengetahuan tentu akan akan jadi pertentangan berpikir.
Jadi manusia yang pintar tentunya tidak lagi bertanya, "trus kalau lelaki dapat bidadari, yang wanita dapat apa ?" Memangnya ada gender ketika manusia sudah dalam bentuk aslinya, yaitu ruh ?
Siapa yang masih percaya kalau surga isinya seks mulu ? Yaitu manusia jaman now dengan pemikiran seperti arab masa jahiliyah. Karena akal mereka tidak sampai untuk melogikakan sesuatu, akhirnya mereka sibuk mewujudkan kenikmatan dalam bentuk kenikmatan yang ada di dunia ini.
Semoga paham ya temanku yang entunya bediri mulu. Beragamalah supaya kamu jadi manusia, bukan karena ingin sanggama.
Seruput kopinya kalau udah mengerti.

Artikel Terpopuler