Sabtu, 27 Juli 2019

SEMALAM BERSAMA GANJAR

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng
DennySiregar.id, Jakarta - ”Bro, ikut ketemu pak Ganjar yuk..". Ajak seorang teman. Wah, kebetulan. Sudah lama saya kepengen ketemu tokoh yang satu ini. Tapi waktu selalu tidak bersahabat. Dua kali saya undang di acara talkshow seruput kopi, selalu batal di menit terakhir karena memang urusan beliau banyak sekali.
Akhirnya malam itu kami meluncur ke sebuah tempat di Selatan kota Jakarta. Kebetulan pak Ganjar lagi ada di ibukota. Dan kami menunggu dia datang sambil seruput dua ruput kopi bersama anak buahnya. Satu dua tamu datang dari Semarang, kami persilahkan mereka ketemu duluan karena dari jauh. Kami sih asyik asyik aja ngobrol ngalor ngidul tentang dunia politik sekarang.
"Mas, silahkan.. Bapak sudah selesai.."
Ah, akhirnya. Sudah hampir jam 12 malam. Gile juga ni orang, kapan tidurnya nemuin tamu sedemikian banyak?
Akhirnya pak Ganjar turun dari atas kamarnya ke ruang tamu. Pakai kaos hitam dan begitu santai. Senyumnya lebar dan matanya suka berkerling nakal. Pertanda mudanya dulu bandel dan agak jail.
Ternyata kami gak usah kenalan. Dia kenal kami semua lewat tulisan. Tidak ada ice breaking, semua mengalir lancar. Dan seperti layaknya pemimpin, dia mendominasi pembicaraan.
Selama 2 jam pertemuan, luruh semua citra pemimpin daerah yang selama ini selalu lekat dengan jaim, sok kuasa dan kaku. Ganjar Pranowo lebih seperti teman nongkrong di warkop dekat kampus.
Kami ketawa-ketawa, sebenarnya kami mentertawakan banyak keadaan. Dia ternyata lebih nyinyir sebenarnya karena lucu saja melihat perilaku banyak politikus yang sangat beda antara kosmetik di media sosial dan di dunia nyata.
Ganjar termasuk pemimpin yang mencoba menaikkan citra dirinya melalui dunia medsos. Tapi menurut saya dia kurang natural. Ternyata malam itu saya baru dapat jawabannya, karena dia memang lebih senang tampil apa adanya. Tapi karena dia pemimpin daerah dan public figure, dia harus memoles dirinya.
Mirip dengan seorang cewe yang sudah cantik ketika apa adanya, mencoba dandan dengan kosmetik, tapi yang terlihat malah jadi sedikit berlebihan.
Ganjar Pranowo lebih asik jika menampilkan dirinya sendiri, apa adanya. Dari kepalanya tertuang banyak ide tentang bagaimana menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi maju.
Saya menawarkan ide bagaimana jika Jateng mencoba membangun konsep Provinsi Digital? Ini narasi yang menarik ketika Pemprov Jabar sudah mencoba membangun citra sebagai Provinsi halal.
Tidak terasa sudah hampir setengah dua malam. Banyak yang masih ingin kita tertawakan, karena kami lebih banyak ketawanya daripada ngobrolnya. Jadi tahu tipikal-tipikal seperti apa para pemimpin daerah yang notabene adalah temannya juga.
Tapi karena sopan dan kami tahu bahwa besok pagi dia ada pertemuan dengan Presiden, kami pamit pulang.
Dia mengantar kami sampai depan pintu. Hangat. Seperti seorang teman lama mengantar sobat-sobatnya pulang. Dan sampai depan pintu pun kami masih ketawa-ketawa guyon.
Di perjalanan pulang, saya berfikir panjang. Ganjar Pranowo sebenarnya adalah calon pemimpin masa depan. Gayanya pasti disukai emak-emak dan milenial. Ganteng, ramah dan tidak palsu.
Sayangnya, sulit baginya untuk lebih besar dari dirinya yang sekarang. Karena partainya belum tentu merestui dia lebih tinggi dari jabatan dia sekarang. Disini Anies Baswedan dan Ridwan Kamil punya keuntungan karena mereka independen, bisa tampil secantik-cantiknya tanpa risau ada yang merasa tersaingi dgn penampilannya.
Ah, tapi semua kemungkinan pasti sama besarnya dengan ketidakmungkinan. Toh, Jokowi juga bisa menjabat lebih tinggi meski ia ada di suatu organisasi.
Sudah lewat tengah malam. Mata sudah sepet dan lidah sudah merindukan secangkir kopi nasgitel, panas legi dan kuentell...
Seruput.

Artikel Terpopuler