Kamis, 29 Agustus 2019

HIDUP SEKALI, BERARTI, LALU MATI

Denny Siregar
Denny Siregar
DennySiregar.id, Jakarta - Saya tahu, bahwa saya adalah target utama dari kelompok khilafah, HTI dan Taliban di KPK.
Mereka bersama-sama dengan media besar mencoba membunuh karakter saya dengan tulisan di media mereka. Ada dendam pribadi ketika agenda dan periuk nasi mereka saya bongkar.
Awalnya mereka mengabaikan, "Siapa sih Denny? Dia bukan siapa-siapa, abaikan saja..". Tapi ternyata mereka salah. Pertahanan mereka rontok dan api di markas mereka makin membesar.
Sesudah itu ditiupkanlah tudingan "buzzer yang dibayar istana" supaya orang tidak percaya apa yang saya tulis. Lumayan berhasil. Saya dimusuhi dan dicaci, bahkan oleh mereka yang dulu segaris dalam perjuangan memilih Jokowi.
But the show must go on.. Gak penting pendapat banyak orang, target saya jelas "kelompok khilafah yang sembunyi dalam banyak baju".
Tidak berhasil membunuh karakter, mereka kemudian mengadu-adu saya dengan polisi lewat peristiwa "batu dalam ambulans". Gagal maning. Akhirnya mereka membangun narasi bahwa saya dilindungi polisi dan istana. Dahsyat, kan?
Dan setelah mereka tidak mampu membangun fitnah, mereka kemudian membangun isu supaya saya dibunuh karena menghina STM. Propaganda mereka supaya ada orang yang terprovokasi untuk menghilangkan nyawa saya..
Tenang aja, kawan.. Kata Chairil Anwar "Hidup sekali, berarti, lalu mati.."
Mati itu pasti. Tinggal apakah kita mati dalam kebenaran atau hidup dalam kemunafikan..
Saya jalani hidup ini dengan merdeka. Dan sangat percaya bahwa Tuhan akan melindungi saya. Kain kafan pun sudah saya siapkan..
Sampai tugas saya selesai..
Setidaknya saya sudah meninggalkan jejak di negeri ini. Dan tidak hilang bagai debu yang terlupakan..
Salam seruput kopi.

Artikel Terpopuler