Jumat, 30 Agustus 2019

SURAT UNTUK ADEK MAHASISWA & PELAJAR

Mahasiswa
Aksi Mahasiswa
DennnySiregar.id, Jakarta - Adek-adek mahasiswa, adek-adek pelajar.. Sudahlah. Sudahi demo-demo itu. Awalnya kami simpati pada kalian, karena menganggap bahwa kalian berjuang untuk kami, rakyat negeri ini.
Tapi lama-lama kami muak. Tuntutan menunda RUU KUHP sudah dipenuhi Presiden, kalian tetap turun ke jalan. Malah Presiden mengundang kalian dengan sopan, kalian menolak.
Lama-lama kami curiga, benarkah aksi kalian murni untuk bangsa ini ? Atau cuma sekedar kegenitan supaya partai melirik kalian nanti?
Karena niat tulus itu biasanya terlihat dari perilaku saat dijalan, tapi perilaku kalian dengan main bakar-bakaran, bom molotov beterbangan, merusak fasilitas umum, membuat macet jalanan, membuat ojol banyak kehilangan pendapatan, membuat kami curiga bahwa kalian punya kepentingan golongan.
Jangan-jangan kalian itu sebenarnya Fahri Hamzah muda? Yang dulu teriak-teriak keadilan, di DPR juga teriak-teriak supaya perut kenyang? Jangan-jangan kalian bukan Adian Napitupulu muda, yang memang militan tapi supaya negeri ini bisa berkembang?
Dulu 1998, kami berdemo dan mendapat simpati. Polisi kemudian dimaki karena anarkis.
Tapi sekarang, kalian berdemo dan mendapat caci maki. Polisi mendapat simpati karena kalian anarkis.
Beda sekali. Dulu kami melakukan aksi dengan merdeka, kalian sekarang melakukan aksi dengan kode "dapat berapa"?
Apa bedanya kalian dengan FPI yang dulu kalian ributkan karena selalu merusak hanya untuk memenuhi tujuan? Kalian sekarang menjadi mirip seperti mereka, kelompok yang dulu kalian anggap hina..
Sudahlah. Isi kembali bangku-bangku kalian. Buka kembali buku-buku kalian. Kami rindu mahasiswa yang berjuang di dunia internasional mengalahkan banyak peserta karena keilmuan. Bukan mahasiswa yang sibuk dijalan, sambil bawa poster besar bertuliskan, "Jangan atur kami punya selangkangan.."
Apa kalian tidak sadar bahwa polisi yang menjaga kalian itu punya keluarga yang cemas menanti kepalanya pulang ke rumah? Yang takut suaminya mati dan anak mereka menjadi yatim sedangkan ibunya menjadi janda?
Sudahlah. Pulanglah. Mari kita bangun negeri ini dengan kepala dingin dan kecerdasan diatas rata-rata. Malu kita dilihat orang Singapura dan Malaysia, yang terus ketawa melihat bangsa kita yang selalu kalah.
Jangan sampai masyarakat muak dan malah turun ke jalan mengejar kalian yang tidak berhenti turun ke jalan. Bisa dibotaki kepala kalian biar mirip Ferdinan Hutahaean..
Pulang ya. Saya sendiri males lihat anak pelajar di samping kalian yang bajunya baju pelajar, mukanya boros kayak tiker digelar..
Udah ah, saya seruput kopi dulu. Tolong cukur kumis itu.
Macam sapu ijuk pun kulihatnya..

Artikel Terpopuler