Sabtu, 28 September 2019

AMBULANS SEBAGAI SENJATA PERANG

Mobil Ambulans
Mobil Ambulans
DennySiregar.id, Jakarta - Alih fungsi ambulans sebagai bagian dari senjata perang itu bukan barang baru.
Dalam perang Suriah, ambulans bukan saja mengangkut batu dan bom molotov seperti disini, tetapi bahkan difungsikan sebagai pengangkut senjata berat untuk kelompok pemberontak.
Ambulans adalah penyamaran yang sempurna, karena ia dilindungi oleh Konvensi Jenewa tahun 1949 sebagai objek yang tidak boleh diperangi oleh kedua belah pihak. Selain itu ia juga berfungsi sebagai "tempat aman" bagi para pemberontak untuk berlindung dan mengungsi ke tempat lain.
Di Suriah, model penyamaran dengan menggunakan medis ini dilakukan oleh organisasi propaganda berbaju kemanusiaan bernama White Helmets.
Dalam beberapa demo di Indonesia, kita melihat model penyamaran yang sama dengan menggunakan ambulans.
Saat aksi 22 Mei lalu, polisi menangkap ambulans dengan logo Gerindra yang membawa batu. Supirnya mengaku dibayar 1,2 juta untuk mengangkut batu, membagikan amplop berisi uang ditengah kerumunan massa bayaran.
Itulah kenapa saat demo aksi 22 Mei lalu saya menulis untuk mengawasi petugas medis swasta yang sudah standby di sekitar lokasi.
Ada ACT yang setahu saya pernah melakukan demonstrasi kekejaman perang Suriah dengan membawa bendera pemberontak Suriah atau FSA. Ada juga dompet dhuafa yang sudah ada disana. Ngapain dompet dhuafa ngurusin demo segala, bukannya sibuk membantu fakir miskin?
Dari sini kita bisa lihat bahwa bukan salah polisi ketika mencurigai ambulans berlogo Pemprov DKI dan PMI membawa batu - dan molotov.
Pengakuan PMI sih, kardus berisi batu dan molotov itu titipan demonstran. Dan dari situ saya bisa mengambil kesimpulan, bahwa ambulans disaat tidak mengambil orang sakit, bisa juga dipakai untuk membawa barang titipan saat senggang.
Sejenis JNE lah gitu..
Dan dari video ini kita bisa melihat fungsi lain ambulans saat ada di aksi demo..
Saya seruput kopi dulu. Mumpung masih pagi.

Artikel Terpopuler