Jumat, 25 Oktober 2019

Surat Untuk Sahabat-sahabat NU

Banser
Banser
DennySiregar.id, Jakarta - Selama beberapa tahun ini, saya selalu disamping Nahdlatul Ulama berjuang bersama menghadapi kelompok radikal, utamanya di media sosial.
Bedanya, NU punya massa yang sangat besar. Mulai dari Pemuda Anshor dan Banser sampai Fatayat NU bergerak di lapangan sampai harus berbenturan dengan mereka dimana-mana.
Saya sejak dulu yakin, tanpa NU, negara ini sejak lama habis. Hanya NU yang bisa menghadang gerakan mereka ketika bahkan aparat negara belum sadar bahwa ada kelompok radikal berbaju agama sedang menyusup dan berusaha membangun kekuatan.
NU punya slogan yang bikin merinding, "hubbul wathon minal iman", cinta tanah air sebagian dari iman. Inilah doktrin terpenting yang dibangun lewat syair "yaa lal wathan" ciptaan KH Wahab Hasbullah dan selalu dikumandangkan teman2 Anshor dan Banser di lapangan.
Saya kagum dan hormat dengan kalian. Dengan besarnya massa kalian, ada yang bilang 40 juta, ada yang bilang 60 juta anggota, NU tetap menjadi organisasi massa yang rendah hati. Setiap ngobrol dengan kalian, saya menemukan suasana Indonesia di hati. Ketawa, bercanda, sambil saling cela tanpa menyakiti.
Agama dimata kalian, sesuatu yang sakral, sehingga tidak boleh dihina dalam bentuk kekerasan terhadap umat agama lain. Itulah kenapa dibanyak tempat, saya selalu terharu ketika umat agama lain juga terlihat bergandeng tangan dengan NU. Mereka seperti saya, sangat menghormati NU.
Dan pada waktu Pilpres, kita mempunyai slogan yang sama, ini bukan tentang Prabowo dan Jokowi. Tetapi ini tentang NKRI. Jangan sampai kelompok radikal itu menguasai negeri ini dengan ada di pemerintahan. Garis kita tegas dan akan kita perjuangkan sampai mati.
Karena itu, saya yakin, kita tidak akan merendahkan diri dengan jabatan dunia apalagi sampai menjual diri dengan kata, "kita sudah membela negara kenapa tidak diberikan tempat di pemerintahan?".
Bagi saya, itu narasi yang melecehkan. Dan dibangun pihak lawan dengan propaganda yang massif untuk membenturkan. Urusan jabatan itu amanah, bukan peluang.
Urusan membela tanah air adalah urusan dengan Tuhan dalam memperoleh kemuliaan dan kelak akan kita bawa sebagai pertanggung-jawaban. Tidak ada yang utama selain itu. Tidak ada apapun yang sebanding didunia ini, jika diukur dengan itu..
NU, saya dan banyak teman lain di nusantara, akan terus berjuang supaya negara ini tegak, sebagai bentuk menjaga warisan dari para kakek nenek kita yang sudah bertaruh nyawa. Dan akan tetap seperti itu sampai nyawa kita kembali ke pencipta.
Saya kangen kumpul lagi dengan teman-teman Ansor dan Banser dengan candaan, seruput kopi dan kepal kepul sampe mantul, bicara tentang banyak hal.
Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah ketika kita duduk bersama. Kita sama. Karena kita Indonesia. Salam kangen, sahabat-sahabatku di NU yang tercinta.. Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler