Rabu, 27 November 2019

AGNES MONICA, MARIA OZAWA & NETIZEN DI DESA GALIA

Galia
Galia
Jakarta - Saya buka fesbuk lagi karena ada berita Ir. Ciputra meninggal dunia. Tokoh properti yang dikenal dengan panggilan Om Cip ini meninggal di usia 88 tahun. Karyanya dimana-mana di seluruh Indonesia. Dan ia bagian dari sejarah pembangunan Indonesia.
Tapi, MasyaAllah, beranda malah penuh dengan debat tentang pernyataan Agnes Monica. Statusnya sadis-sadis lagi antara pro dan kontra tentang pernyataan "Tidak berdarah Indonesia".
Gada yang inget kalau Om Cip meninggal. Malah seperti dianggap gak ada. Lewat ya lewat aja, minggir ini ada urusan yang lebih penting !
Saya juga gak paham kenapa pernyataan Agnes gitu aja meski sampe harus berantem segala sampe lupa kalau harus masak dirumah?
Saya mau nulis tentang "dua anak SMP di Batam dikeluarkan dari sekolah karena tidak mau hornat bendera aja" jadi batal. Bukannya apa-apa, ntar debat tentang Agnes pindah ke komen, karena itu topik hot hot melotot.
Mungkin benar kata seorang teman, kenapa Tuhan menciptakan sepasang kaki dan sepasang tangan? Itu supaya kita bisa memukul dan menendang. Karena dna kita sejak jaman penjajahan adalah berantem, jadi dimanapun, topik apapun, selalu harus ada "gelud"nya.
Itulah mungkin kenapa dulu Belanda kabur dari Indonesia. Capek liat kita masalahin hal yang sederhana, sampe harus unfriend segala.
Sedangkan mereka mikirnya gimana bangun bendungan raksasa, kita lebih sibuk berantem antara bubur yang diaduk dan gak diaduk. Orang Belanda makan ya makan aja, mau diaduk mau gak diaduk terserah elu. Yang penting sendoknya dikembaliin, jangan dibawa pulang.
Dan situasi berantem itu makin hot kalau tokoh Nyai blewer dan Abang cincin besar turun komen juga. Mereka menikmati situasinya. Harus ada kontroversialnya negeri ini, kalau adem ayem itu mencurigakan.
Kita jd mirip desa Galia di komik Asterix, yang menikmati aroma perkelahian sebagai bagian dari budaya. Dan nanti di akhir komik, selalu Padli Zonix yang diikat ke pohon sedangkan yang lain menikmati babi panggang.
Padahal ada Maria Ozawa yang dukung timnas Indonesia, tapi itu kurang menarik perhatian. Mungkin karena udah terlalu old school, sedangkan pilihan baru setiap hari ada. Tumben gada yang sibuk "woiii bagi link wooiii", karena semua sudah punya.
"Maria Ozawa?? Wahh, lu pasti anak 90-an.." Malu kan, secara umur kita masih di angka 20-an.
Inilah kenapa saya kalau keluar negeri selalu dengan bangga bilang, "Saya Indonesia", meskipun darah ada Bataknya, juga ada sedikit darah Asgard dan pernah tinggal di Gotham City.
Karena negeri yang kucinta inilah yang selalu menawarkan cerita dengan bumbu tajam sehingga terasa di lidah. Kalau di luar negeri itu meski cantik tapi membosankan. Mereka terlalu tenang dan tidak ada gerakan seperti gedebong pisang.
Saya selalu bilang pada teman di luar, "Melihat negeri kalian yang cantik saya seperti membayangkan Luna Maya. Sedap dipandang doang, karena untuk dimiliki diluar jangkauan.."
Hari ini titik berantem masih di Agnes Monica. Besok pasti beda. Mungkin tentang Ferdianan Hutahaean yang tiba-tiba memperlihatkan saldo ATMnya, yang isinya mengharukan. Pas dibuka di ATM, tulisannya "Anda belum beruntung, silahkan coba lagi.."
Dan kita ribut lagi. Kalau kata anak Medan, "Entah apa apa yang kelen apakan pun sampe apa semua.."
Seruput kopi ah...

Artikel Terpopuler