Rabu, 25 Desember 2019

PERJAMUAN TERAKHIR

Natal
Perjamuan Terakhir
Jakarta - “Di ruangan ini, ada seseorang yang akan menghianatiku.." Semua terdiam saat Yesus berkata seperti itu.
Adegan perjamuan terakhir ini dikenal dengan nama The Last Supper karena dilukis oleh Leonardo da Vinci. Makan malam terakhir antara Yesus dan murid-muridnya ini awalnya berlangsung ceria, dan mendadak suram.
"Siapakah yang engkau maksud ?" Tanya Yudas Iskariot, sang bendahara, seorang murid setia yang selalu mengikuti perjalanan Yesus.
Yesus terdiam. Dia lalu menyobek roti dan mencelupkannya dalam anggur. "Dialah orang yang kuberikan roti sesudah kucelupkannya.." Kata Yesus. Ia lalu memberikannya pada Yudas, yang tertegun tanpa mengira itu adalah dirinya.
Yesus benar.
Yudas Iskariot lah yang kemudian melaporkan keberadaannya kepada Caiaphas, Imam besar Yahudi yang mengincar Yesus karena takut kebesaran namanya akan mempengaruhi posisinya sebagai Imam yang berkuasa di Yerusalem.
Yudas kemudian membawa pasukan Caiaphas ke taman Getsemani, tempat Yesus biasa berdoa, dan menciuminya sebagai tanda bahwa itulah orang yang harus ditangkap. Ciuman Yudas ini biasa disebut sebagai "ciuman kematian".
Perjalanan para manusia suci sebenarnya penuh dengan kisah seperti kita menonton film seri Game of Thrones. Disana ada pelajaran tentang kepasrahan, penghianatan, ketamakan, kebencian dan cinta.
Ini drama hidup manusia, penggambaran sifat-sifat asli manusia dalam sebuah balutan peristiwa sejarah. Dan selalu berulang dalam waktu dan tokoh yang berbeda, tetapi inti pesannya sama.
Dan dalam kisah Yudas Iskariot ini, kita melihat bahwa salah satu pembunuh Yesus bukan saja lawannya, bahkan orang terdekatnya. Yang selalu mengikutinya kemana-mana, makan bersamanya dan menderita bersamanya.
Orang yang merasa sudah mengenalnya..
Sebuah pesan yang sangat dalam bahwa musuh terbesarmu sesungguhnya bisa berada didekatmu.
Agama dan kisah sejarah para manusia suci sesungguhnya menarik untuk diceritakan dalam bentuk nilai. Tapi kita malah sibuk bertentangan masalah-masalah sepele, seperti "ajaran siapa yang paling benar"?
Ironis memang. Nilai ajarannya sendiri seperti hilang tak berbekas, berganti dengan baju kebanggaan bahwa ia paling beriman dari semua orang.
Selamat hari kelahiran untukmu, manusia suci yang berkorban untuk umat manusia di bumi ini.
Maafkan kami yang masih sulit menangkap inti dari pengorbananmu selama ini..

Artikel Terpopuler