Jumat, 03 Januari 2020

THE SHADOW COMMANDER

Qassem Soleimani
Shadow Commander
Jakarta - Ketika Bashar Assad Presiden Suriah menghadapi pemberontakan di negaranya, seorang Jenderal datang ke Suriah.
Dia Qassem Soleimani, seorang Jenderal dari Iran, yang ditakuti sekaligus dihormati oleh Amerika. Qasem dijuluki The Shadow Commander oleh militer Amerika karena selalu ada dimana-mana menghalangi pergerakan mereka.
Bashar menolak bantuan dari Iran, karena khawatir isu sektarian Sunni vs Syiah akan semakin dimanfaatkan musuhnya untuk kobarkan perang di negara itu.
Ketika ISIS masuk dengan bantuan pasokan dari negara barat dan negara teluk, Bashar mulai kewalahan. Dia lalu menghubungi Qasem.
Pintarnya, untuk menghindari konfrontasi sektarian, Qasem datang ke Rusia, menghubungi Vladimir Putin, menawarkan Rusia untuk berada didepan perang melawan ISIS.
Putin setuju, karena dia dan Rusia sedang butuh citra dimata dunia. Maka dikirimkanlah pasukan dari Rusia, menghalau ISIS. Dan Amerika terdiam menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia karena berbahaya.
Tanpa strategi Jendral Qassem Soleimani, mungkin ISIS berhasil menguasai Suriah dan akan melebarkan sayapnya sampai ke Asia.
Peran besar Qassem Soleimani inilah yang membuat petinggi di Amerika marah besar karena menghalangi langkah besar mereka. Qatar juga ngamuk karena merekalah yang mengeluarkan uang ribuan triliun rupiah demi perang Suriah supaya bisa menguasai jalur pipa gas disana.
Gagal di Suriah, Amerika mulai ingin menguasai Irak kembali.
Sebelumnya mereka berhasil menghancurkan Saddam, tapi tidak berhasil menguasai Irak, karena - sekali lagi - peran Qassem Soleimani.
Kali ini AS tidak mau kecolongan seperti di Suriah. Mereka mengincar pergerakan Qasem di Irak, dan ketika berhasil menemukan keberadaannya - tentu dengan bantuan penghianat - AS meluncurkan misil jarak jauh.
Qassem Soleimani tewas. Kesedihan membara di seluruh Iran dan Irak.
Dan ini berita yang mengkhawatirkan bagi AS, terutama bagi Israel. Israel langsung bersiap diri menghadapi serangan Hezbullah, faksi Iran yang berlokasi di Lebanon.
Timur tengah akan makin membara. Sesudah Suriah, Irak bisa jadi medan perang besar kedua antara dua kubu, barat dan timur. Dan suasana panas ini akan juga didominasi isu Sunni vs Syiah di Indonesia.
Lalu beberapa pihak akan sibuk dgn tagar #saveIrak dan donasi bertebaran dimana-mana. Kadal gurun akan kembali demo dimana-mana terprovokasi propaganda..
Fiuh.. Tahun 2020 dimulai dan kita dihadapkan pada situasi perang global sekaligus cuaca ekstrim yang akan melanda..
Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler