Jumat, 27 Maret 2020

Lihatlah, Kita Semua Sama

Donald Trump
Donald Trump
Jakarta - Akhirnya Amerika minta bantuan juga pada China.. Keangkuhan Donald Trump dan pernyataan-pernyataan rasisnya dengan perkataan "virus China" bukan Corona, akhirnya dia telan sendiri mentah-mentah.
AS sendiri sekarang berada di posisi pertama, sesudah China dan Italia, dari jumlah orang yang positif Corona. Lebih dari 85 ribu orang. Yang meninggal lebih dari 1.000 orang.
Mau nerapin Lockdown seperti di Wuhan, China, juga gak mungkin. Amerika negara demokrasi. Lockdown bisa menimbulkan kerusuhan dan penjarahan.
Atau mau maen sabet-sabet penduduk yang bandel kayak di India ? Juga gak mungkin. Sebagai negara HAM, pasti banyak LSM yang teriak-teriak memaki pemerintah tidak berperikemanusiaan.
Tidak ada negara, sekuat apapun dia, yang bisa bertahan dengan situasi ini. Ribuan trilyun rupiah dikucurkan untuk melawan virus dan membangun jaring pengaman ekonomi mereka. Sama seperti Indonesia. Kita semua ini sejatinya rapuh seperti jaring laba-laba, hanya merasa kuat saja.
Tapi dari sini kita bisa ambil hikmah yang terdalam..
Semua negara saling bantu, tidak perduli apa warna kulitnya, apa agamanya, apa tingkat sosialnya. Semua merasa lemah, dan ketika lemah kita condong meminta bantuan tanpa ada rasa kesombongan.
Tuhan mengajarkan kita sejenak, supaya saling berjabat tangan. Jika tidak bisa diingatkan, sebuah virus bisa jadi pelajaran.
Saya jadi ingat film berjudul Volcano, kalau tidak salah.
Di akhir cerita, ketika situasi terburuk sudah mulai mereda, seorang anak kecil yang seluruh badannya tertutup debu, melihat sekeliling dan melihat kenyataan bahwa semua orang sama seperti dirinya, bermandikan debu. Semua orang. Termasuk ayahnya.
Yang kulit putih, hitam, kuning dan coklat. Semua jadi berwarna abu-abu.
Dia lalu berbicara pada ayahnya, "Lihat, yah.. Kita semua ternyata sama.."
Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler