Sabtu, 21 Maret 2020

SIAP SIAP TSUNAMI EKONOMI

Corona
Covid-19 dan Krismon
Jakarta - Tadi ngobrol dengan driver taksi.. Dirinya risau dengan turun drastisnya ekonomi. Terutama pada orang kecil seperti mereka.
Hari-hari ini, mencari penumpang sulit sekali. Mereka yang biasanya setiap hari pulang membawa uang untuk anak istri, malah harus nombok ke perusahaan karena kurang bayar setoran.
Akhirnya, dia - dan banyak teman2nya - berencana untuk off dulu - entah sampai berapa lama - daripada harus hutang setoran, lebih bagus gak kerja.
Dampak Corona ini memang paling keras menghantam para pekerja harian. Kita mungkin masih enak kerja dan tinggal di rumah, paling cuman gimana menghabiskan kebosanan. Tapi buat pekerja harian, ketidak hadiran kita di jalan berarti bencana. Tidak ada uang yang bisa dibawa ke rumah.
Nasib kita pun bisa jadi ke depan seperti mereka...
Ketika perusahaan tempat kita bekerja akhirnya tidak bisa melakukan kegiatan jual beli, apalagi yang ekspor tidak bisa dagang lagi, maka bisa jadi perusahaan gulung tikar.
Dan kebayang berapa ratus ribu orang dirumahkan, mungkin akan termasuk kita juga.
Dan kebayang lagi, saat ekonomi lemah, maka suara ketidak-puasan akan semakin kencang, dan bisa jadi membentuk sebuah gerakan besar.
Inilah yang saya khawatirkan sejak awal, bukan di virusnya. Bencana Corona itu ibarat gempa besar, dan tsunaminya sebagai dampak sedang datang, yaitu resesi dunia.
Tidak lockdown saja seperti ini, apalagi kalau Jokowi menuruti seruan lockdown dari mereka yang tidak pernah membayangkan dampak dahsyat di ekonomi..
Mulai kencangkan ikat pinggang, kawan. Berhemat apa yang bisa dihemat. Goncangan di depan akan semakin kuat.
Ini bukan menakut-nakuti, hanya supaya kita mulai bersiap-siap.
Sepertinya, harus kembali ke kopi sachet lagi. Biar cuman 3 rebuan, yang penting tetap nikmat..

Artikel Terpopuler