Sabtu, 04 April 2020

30 Ribu Napi Mau Bebas

Penjara
Napi Tertidur
Jakarta - Saya pernah dapat foto seorang teman dari dalam penjara.. Langsung down. Di foto itu, temanku ada dalam kamar dengan luas sebesar kamar hotel bintang 3, dan diisi kurang lebih 20 orang. Jangan tanya gimana tidurnya, mereka udah kayak bandeng asap yang ditumpuk. Pasti bau karena keringat campur jadi sa
Penjara kita memang over kapasitas. Ada peneliti yang menghitung, jumlah tahanan dua kali lipat lebih banyak dari jumlah kamar tahanan.
Saya awalnya kesel juga ketika ada wacana mau bebaskan 30 ribu napi saat Corona. Tapi ketika saya baca-baca, ternyata situasi sama juga dilakukan negara lain.
Iran membebaskan 95 ribu napi tahanan politik dan tidak berbahaya. Amerika juga sudah membebaskan ribuan napi. Selain itu juga Tunisia dan Afghanistan berlakukan hal yang sama. Jangan bilang Belanda ya, disana udah gada napi..
Tumpukan orang karena over kapasitas penjara malah membuat mereka rentan tertular Corona. Misalnya satu orang sipir sudah kena, maka ratusan tahanan di dalam punya potensi besar juga.
Dan kalau misalnya dibiarkan, penjara bisa jadi pusat virus. Akhirnya fokus pemerintah malah kesana dan biaya yang keluar juga bisa gak kira-kira. Lagian yang dibebaskan juga bukan napi berbahaya dan mereka sudah menjalani lebih dari separuh hukuman mereka.
"Trus gimana dengan napi koruptor?".
Awalnya napi koruptor tidak masuk daftar yang dibebaskan. Tapi karena PKS dan Nasdem mendesak, akhirnya mereka juga punya potensi bebas.
Syaratnya tentu ada, mereka sudah menjalani lebih dari separuh hukumannya. Dan harus yang sudah berusia 60 tahun keatas. Karena orang dengan usia sekian, ditambah lagi mereka punya sakit bawaan, tentu punya potensi kematian lebih besar karena Corona.
Sekali lagi, keputusan itu tentunya tidak bagus. Tapi melihat situasi, kondisi, tolerasi, pandangan dan jangkauan atau biasa disingkat sikintilpinjing, maka mau tidak mau harus dilakukan.
Untuk meredam meluasnya wabah harus ada tindakan ekstrim, meski tidak tidak mengenakkan..
Kalau nanya pendapat pribadi saya sih, ya jelas tidak suka dong napi dibebaskan. Tapi antara rasa tidak suka dengan keputusan pahit yang harus dilakukan, mau gimana lagi.
Tidak ada yang suka dengan situasi ini, tapi disinilah kita sekarang.
Bentar, kopinya habis. Mau seruput, harus beli dulu. Biasa, kopi sachetan.. 

Artikel Terpopuler