Minggu, 31 Mei 2020

USTAD ABU JANDA

Abu Janda dan Denny Siregar
Jakarta - Tahun 2016, peluncuran buku pertama "Tuhan dalam secangkir kopi.."
Ketika sedang jadi pembicara, tiba-tiba datang seseorang yang mukanya ngeselin. Dia mengenalkan dirinya dengan nama Permadi Arya. Saya mengenalnya di facebook dgn nama panggilan "Ustad Abu Janda".

Abu Janda ini jago parodi. Nama panggungnya aja diambil dari nama teroris Indonesia di Suriah bernama Abu Jandal al Sulaihi yg dulu mengancam negeri ini.

Dia kasih gelar ustad dibelakang namanya juga sebagai bagian dari parodi, dgn pesan "gelar ustad ga harus dianggap suci, dia juga manusia biasa yg bisa salah".

Sejak lama saya berlomba mendapat label dari para kadrun dengan si Permadi. Label "syiah, kafir, liberal, PKI" kenyang kami dibuatnya. Cuman saya menang, karena ada marga siregar, saya dicap Kristen HKBP oleh mereka. Disini si Permadi gak akan pernah bisa mengalahkan gelar jenius itu karena dia urang sunda..

Dengar2 dia mau dipenggal kepalanya karena memparodikan Bahar. Saya tahu, dia pasti ketawa karena itu ancaman yg kesekian ratus kalinya. Urat kemaluannya sudah putus, sehingga rasa takutnya sudah ga bisa ngaceng lagi.

Oh ya, mukanya emang ngeselin. Jangankan kadrun, gua aja yang kenal berasa pengen nampol. Tapi yg gua tau, si Abu Janda ini faseh bahasa Inggris dan Mandarin karena lama tinggal di Singapura.

Meskipun terlihat konyol, tapi gaya bertarung Abu Janda dgn model parodi ini efektif. Dia bagian menghancurkan karakter2 yg dibangun lawan yang ditakuti untuk dijadikan "Hello Kitty". Saya urusannya menyerang dengan peluru tajam lewat tulisan.

Kami berteman, meskipun kadang saya sering negur dia ketika kami tinggal berdua, karena dia kalau habis cebok gak siram.

Lama juga gak ketemu dia. Semoga lu baik2 aja dan bisa memberi inspirasi spy muncul "abu janda abu janda" baru, untuk membela negeri ini.

Sini gua kasih secangkir kopi, di.. Seruput..

 

Artikel Terpopuler