Rabu, 08 Juli 2020

CYBER TERORIS

Cuitan Twitter Opposite
Jakarta - Pada waktu membeli nomer, kita dipaksa untuk memasukkan data diri kita, mulai NIK sampai KK. Dan nomer yang tidak teregistrasi pun akan hangus..

Tapi ternyata sistem kita sangat rentan, sehingga data diri kita bisa diambil oleh orang lain. Ini sangat berbahaya..

Bayangkan, akhirnya mereka tahu dimana rumah kita, siapa keluarga kita, apa kebiasaan kita. Dan itu ada bisa ada ditangan orang berbahaya, seperti teroris. Nyawa kita bisa terancam karena data kita telanjang.

Saya sih gak takut, karena keluarga sudah siap segalanya. Tapi bisa jadi itu terjadi pada kalian, pada istri kalian, anak-anak kalian, bahkan orangtua. Mereka bisa mengancam karena pegang data pribadi.

Karena itu, saya rencana mau menggugat Telkomsel dan Kominfo karena data saya bisa disebarkan ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Biarkan saya jadi contoh.

Kita jadi rentan. Ini bisa dibilang Cyber Teroris.

Hak kita sebagai warga negara harus dapat perlindungan. Dan negara harus bertanggung jawab terhadap keamanan warganya.

Telkomsel kelihatan sudah banyak kadrunnya. Entah provider lainnya.. Seruput kopinya. Perjuangan masih panjang. Kita bongkar siapa di dalamnya.

Artikel Terpopuler