![]() |
| Wajah Mekkah |
Tahun ini adalah tahun galau bagi
Arab Saudi. Negara yang menguasai pusat ibadah umat Islam ini diserang masalah
dari segala sisi.
Masalah pertama adalah
tercapainya kesepakatan pada konferensi Islam bermazhab Sunni di Cechnya,
dimana akhirnya mereka memutuskan bahwa ideologi Wahabi yang dianut Arab Saudi
dikeluarkan dari mazhab Sunni.
Konferensi yang dihadiri 200
ulama terkenal dunia itu ingin melepaskan fitnah bahwa ideologi Wahabi adalah
bagian dari mazhab Sunni, dimana inilah yang selalu diklaim oleh mereka.
Banyaknya teroris seperti ISIS, Al-Qaeda, FSA dll yang berideologi Wahabi dan
mengatas-namakan mazhab Sunni, membuat banyak ulama-ulama gerah.
Masalah kedua adalah keputusan
kongres di AS yang membolehkan keluarga korban peristiwa 9/11 untuk menuntut
Arab Saudi atas kematian 3 ribu keluarga mereka di gedung WTC New York. Dasar
tuntutan adalah 15 pelaku semua berasal dari Arab Saudi dan terindikasi bahwa
Saudi mendanai terorisme itu.
Masalah ketiga Saudi adalah tidak
tercapainya kesepakatan Saudi dan Iran masalah penangan Haji. Iran menuntut
Saudi atas wafatnya 5000 jamaah haji asal Iran ketika berhaji tahun kemarin.
Saudi kemudian melakukan langkah blunder, melarang semua warga negara Iran,
Yaman dan Suriah melakukan ibadah haji tahun ini. Keputusan Saudi ini
jelas-jelas dikecam oleh Negara-negara Islam lain seperti Tunisia yang
mengatakan bahwa Saudi ingin menghalangi orang beribadah.
Blunder keempat karena galau,
Saudi tahun ini mengadakan kerjasama dengan Israel dalam pengadaan gelang
jamaah haji. Gelang itu terindikasi sebagai alat mata-mata Israel untuk
memantau pergerakan jamaah haji dan melakukan pengumpulan data atas mereka yang
berhaji untuk kepentingan Mossad, dinas rahasia Israel.
Serangan-serangan yang sekarang
dialami Arab Saudi membuat saya kembali melihat nubuwat awal kehancuran negara
yang disebut-sebut oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai tempat munculnya tanduk
setan dan sumber segala fitnah.
Munculnya Abraj Al-Bait Tower
yang mirip dengan "tanduk setan" dan tersebutnya Najed -salah satu
wilayah di pusat kota Saudi- dalam perkataan Nabi, membuat kepingan-kepingan
nubuwat itu seperti sudah membentuk sebuah gambar besar siapa sebenarnya Arab
Saudi, satu-satunya negara yang dinamai oleh nama keluarga, Ibnu Saud.
Tapi Saudi patut berbesar hati
melihat Indonesia...
Karena disini banyak pemujanya,
yang ingin semua di Indonesia berbau kearab-araban, yang berkata bahwa Saudi
adalah negara yang di Ridhai Tuhan karena menjaga kunci Ka'bah, dan menjadi
pembela fanatik yang menganggap bahwa siapapun yang mengkritik Saudi berarti
dia bukan Islam.
Padahal Saudi sendiri merasa gak
penting dengan pandangan para pemuja Saudi itu, karena Saudi lebih memuja barat
sebagai trend fashion mereka.
Dalam kamus anak alay, cinta
antara Saudi dan pemujanya ini bisalah disebut sebagai Cinta yang tertukar.
Ah, sedapnya kopi sore hari
ini...
