Meskipun kurang ganteng, kata
tetangga sebelah, harus diakui Jokowi jago memilih wanita. Wanita yang disukai
Jokowi bukan model sosialita dengan tas bermerk mahal dan dandanan super mewah.
Jokowi lebih menyukai mereka yang berotak dan bermental baja.
Dan terbukti, para wanita di
sekitar Jokowi yang "dilamarnya" sudah menunjukkan keperkasaannya,
bukan saja di lingkup nasional tapi sudah berbicara global.
Susi Pudjiastuti adalah srikandi
laut yang mendengar namanya saja, para pencuri ikan dari negara asing sudah
gemetar dengkulnya. Tidak pernah kompromi, ia melawan siapa saja yang melanggar
wilayahnya meski itu negara besar seperti China.
Konon, ia ditawari 5 triliun
rupiah supaya mundur dari kursi menteri karena ada pengusaha besar yang bermain
di penangkapan ikan pusing dengan gayanya. Tapi uang sudah tidak mempengaruhi
bu Susi lagi, ia sudah cukup kaya. Sekarang adalah waktu untuk menunjukkan
eksistensinya.
Retno Marsudi tidak kurang
gagahnya. Badannya imut tapi nyalinya membuat lawannya surut. Arab Saudi pernah merasakan
gertakannya ketika mencoba mengajak Indonesia masuk dalam koalisi anti teroris.
Bu Retno menolak dengan tegas karena tahu "teroris" yang dimaksud
Saudi adalah organisasi dan negara yang menentang mereka, dan Indonesia mau
diajak masuk dalam kemelut timur tengah.
Israel pun tidak bisa menahan
langkahnya. Bu Retno dengan berani terbang ke Palestina meski mendapat ancaman
dari Israel. Ia melantik konsul kehormatan di Ramallah sebagai bagian dari
komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Yang terakhir dilamar Jokowi
adalah Sri Mulyani.
Masuk terakhir dalam jajaran
menteri, SM langsung menggebrak dengan Tax Amnesty-nya. Masuknya SM menambah
nilai kepercayaan kepada pemerintah sehingga James Riady, Thohir bersaudara,
Tommy Soeharto dan banyak grup besar lainnya mau melaporkan hartanya.
SM adalah momok bagi Singapura.
Gertakannya membuat negara itu keder dan berfikir ulang terhadap strategi
liciknya ingin mengkriminalisasi mereka yang ingin memindahkan rekeningnya ke
Indonesia.
SM juga tidak rendah diri ketika
berhadapan dengan raksasa-raksasa internet dunia seperti Google dan Facebook.
Ia terus mengejar pajak triliunan rupiah dari kedua raksasa itu, jika masih
ingin terus berbisnis di Indonesia. Jika tidak, siap-siap saja SM akan berlaku
seperti bu Susi yang akan memblokir dan menyegel kantor perwakilan mereka.
Ditambah dengan bu Iriana, sebenarnya
Jokowi sudah menerapkan konsep "4 sehat" dan ditambah dirinya menjadi
5 sempurna. Kaum dogma agama seharusnya bersyukur dan mendukung Jokowi yang
sudah menerapkan -yang kata mereka sunnah- empat saja cukuplah, lebih pun gak
apa-apa.
Hebatnya Jokowi bisa menempatkan
keempat-empatnya sesuai porsinya, sehingga tidak ada "kecemburuan"
antara satu dan yang lainnya.
Patut ditiru, terutama bagi para
jomblo yang selalu memimpikan Miyabi, Sunny leone, Mia Khalifa dan Asia Carrera
bersanding bersama. Lihatlah wanita dari otak dan mentalnya, jangan cuman
bodinya.
Secangkir kopi kuangkat untuk
Pakde yang jeli melihat kepiawaian mereka dan menempatkan sesuai kemampuannya.
Saran saya satu saja, jangan beri motor metik kepada keempat-empatnya, pakde..
please.. Janji ya. "Bang, kalau Puan gimana?". Krik.. krik.. krik..
hening sekian lama..