![]() |
| Sudut Pandang |
"Taruhlah satu kotak di
hadapanmu...
Pandanglah kotak itu dari sudutmu
berdiri, pasti kamu akan melihat sisi yang berwarna hitam dari sana.
Kemudian, bergeraklah ke sudut
yang berlawanan dari sudut pandangmu tadi, dan lihatlah kotak itu dari sisi
sebaliknya. Maka kamu akan melihat bahwa ternyata kotak itu berwarna putih.
Apa poinnya?
Selama ini kita terbiasa
memandang suatu peristiwa dari sudut pandang yang sama, sudut pandang dunia.
Ketika kehilangan harta, kita merasa itu musibah. Ketika dikhianati pasangan,
kita merasa hancur. Ketika diberi sakit, kita merasa mendapat ujian berat...
Tapi coba kita memandang dari
sudut pandang sebaliknya, yang bukan dunia. Kita akan melihat hal yang sangat
berbeda.
Ketika kehilangan harta, kita
bersyukur karena harta itu yang selama ini membuat kita lupa. Ketika dikhianati
pasangan, kita kembali bersyukur karena Tuhan menunjukkan aibnya. Ketika diberi
sakit, kita tambah bersyukur, karena sakit adalah bagian dari pengikisan dosa
di dunia..
Menarik, kan? Semua tergantung
dari sudut mana kita memandang. Ketika kita paham bahwa Tuhan adalah sumber
kebaikan, maka keburukan bukan datang dariNya. Ketika kita paham bahwa Tuhan
adalah cahaya, maka kegelapan berarti ketiadaanNya...
Pahami ini, dan berlatihlah
memandang segala sesuatu dari sudut yang berbeda, niscaya jiwamu akan stabil
dan tenang.."
Temanku mengangkat cangkir
kopinya dan menyeruputnya pelan. Ia menikmati semua proses dalam hidupnya..
"Lalu kenapa Tuhan juga
menyampaikan tentang ujian, musibah dan kesabaran dalam menghadapinya?"
Tanyaku ingin tahu.
Ia tersenyum lagi.
"Tingkat pemahaman manusia
berbeda, dan Tuhan menyampaikan sesuatu berdasarkan tingkat pemahaman manusia
yang terendah. Manusia harus mengerti dulu konsep sabar sebelum masuk ke
wilayah syukur. Karena syukur itu nilai spiritualnya tinggi yang membuat
manusia itu memahami bahwa semua kejadian itu selalu ada pelajarannya..
Karena itu jangan pernah bertanya
lagi, dimana batas sabar? Karena batas sabar itu adalah ketika ia melebur
menjadi rasa syukur yang tak terhingga dalam setiap peristiwa, karena semua
peristiwa itu selalu mempunyai nilai baik bagi manusia.."
Waktu berlalu dan aku mulai
memahami maksud temanku itu. Tidak mudah memang mencoba mengambil sudut pandang
yang berbeda, tetapi ketika kita akhirnya berada disana, kita ternyata mampu
melihat bahwa dunia ini begiu indah..
Entah dimana temanku sekarang
berada. Tapi dimanapun ia, ingin kuangkat secangkir kopiku malam ini untuknya..
