![]() |
| Pilgub DKI Jakarat |
Sore ini saya ketawa sendirian. Mendadak
whatsapp saya dibanjiri video Ahok ketika berbicara di acara mata Najwa.
Perkataannya begini, "..di
masjid Raya Daan Mogot, kita membawa Islam yang rahmatan lil'alamin, takmirnya
membawa khutbah yang sejuk. Islam Nusantara. Bukan Wahabi bukan Syiah. Bukan
yang aneh-aneh.."
Dan entah kenapa, teman-teman
saya yang Syiah mendadak kebakaran jenggot. Mereka menuduh Ahok
"menistakan" Syiah, karena menganggap Syiah adalah aliran yang aneh.
Satu kali putar saja, saya bisa
mengerti maksud Ahok. Tapi untuk meyakinkan, saya putar rekaman video itu 3-4
kali dengan kesimpulan yang sama.
Saya bingung, "Apa yang aneh
ya?".
Ahok 100 persen betul dalam
pandangan saya. Masjid di Indonesia - terutama yang berada di bawah naungan
pemerintah - memang seharusnya dikelola oleh model Islam Nusantara. Islam yang
sejuk dan rahmatan lil'alamin atau rahmat bagi alam semesta.
Dan Islam Nusantara itulah yang
mayoritas di Indonesia, yang selama ini dikawal oleh Nahdlatul Ulama dan
Muhammadiyah.
Adapun ketika Ahok bilang
"bukan yang aneh", karena tidak banyak muslim di Indonesia yang
mengerti apa itu "Syiah" dan apa itu "Wahabi". Karena itu
wajar di pandangan muslim awam, Syiah dan Wahabi dianggap aneh.
Saya jadi bengong aja melihat
teman-teman Syiah yang kebakaran jenggot. Lha salahnya Ahok apa?
Kalau misalnya di masjid Raya
Daan Mogot itu tiba-tiba takmirnya dari Syiah, sedangkan muslim awam tidak
paham apa itu Syiah, bukankah itu malah menjadi senjata untuk memfitnah Syiah?
"Wah, masjid Syiah nih..".
Dan karena banyak yang tidak
mengerti Syiah itu apa, mereka kemudian gampang di provokasi bahwa Syiah itu
sesat. Dan yang kena selain Pemprov DKI, tentu yang bermazhab Syiah.
Sedangkan yang Wahabi, karena
memang ajarannya yang radikal, dakwahnya yang frontal sampai mengkafirkan
orangtua Nabi Muhammad SAW.
Dan kedua aliran ini jelas
dipandang "aneh" oleh mayoritas muslim awam di Indonesia yang tidak
tahu apa itu Syiah dan apa itu wahabi. Mereka tahunya Islam saja, sesuai apa
yang mereka dapat dari orangtua dan guru mereka.
Sebenarnya -buat saya- Ahok malah
ingin meredam isu Syiah dan Wahabi di Indonesia dengan membawa Islam Nusantara
sebagai rujukan. Meskipin Ahok belum tentu paham apa itu Syiah dan apa itu
Wahabi, tetapi ia pasti sudah mempelajari bagaimana isu Syiah dan Wahabi
menjadi isu utama untuk dibentrokkan di Irak dan beberapa negara Timur Tengah.
Lalu, dimana salahnya?
Sesudah saya telusuri videonya,
saya baru paham karena yang mengupload adalah seorang Syiah anti Ahok. Dan saya
makin ketawa keras.
Jelas-jelas dibelakang Anies itu Wahabi
semua, mulai dari Abu Jibril sampe PKS. Lha dia protes ke Ahok, tapi dia Syiah
yang satu barisan sama Wahabi.
Hebat bener koh Ahok. Baru
pertama tercatat dalam sejarah Islam sesudah berabad-abad lamanya, Syiah dan
Wahabi yang biasanya seperti air dan minyak, menyatu dan bergandeng tangan.
Saya angkat secangkir kopi untuk
Ahok dan sekaligus saya telpon teman di Irak.
"Wan, ente kalo pengen
Wahabi ma Syiah gak bentrok di Irak, bilangin ke pemerintah lu bawa Ahok ke
sono. Pasti mereka gandengan kayak unta pacaran..". Seharusnya yang
tersinggung itu para jomblo. "Syiah ma Wahabi aja gandengan, elu kapannn?".
