![]() |
| Kasih sayang ibu |
Waktu kecil aku pulang ke rumah
dengan seragam kotor.
Aku habis berantem dengan temanku
gara-gara dia curang masalah gundu. Dan kau membukakan pintu sambil menarikku
ke kamar mandi membersihkanku. Malamnya kau jahit bajuku sambil menasehatiku.
Ketika remaja aku pulang dengan
kepala berdarah. Aku habis diserbu anak STM yang salah kira aku anak SMA musuh
mereka.
Kau membuka pintu dan memelukku
erat dengan panik dan membawaku ke puskesmas. Kau mengawasi dokter menjahit
kepalaku sambil terus menasehatiku.
Ketika dewasa kaupun masih
membukakan pintu untukku, meski aku pulang dengan kegagalan sebagai orang muda
yang terlalu bangga.
Kau memelukku dan menaruh
kepalaku di dadamu, mengusap rambutku dan terus berkata, "Kamu tetap anak
kesayanganku. Jangan pernah menyerah. Menyerah tidak ada dalam darahmu.."
Ah, aku tumbuh dengan semua apa
yang ada pada dirimu, ma. Tanpamu aku bukanlah apa-apa.
Dan ketika ada berita seorang
anak menuntut ibunya sendiri karena berhutang miliaran rupiah, aku jadi
teringat dirimu. Kupencet tombol-tombol angka itu. Dan kudengar suara yang sangat
kukenal di ujung sana..
"Halo...."
"Ma, terimakasih semuanya
ya. Tidak pernah ternilai semua yang kau berikan padaku. Nyawaku senilai kasih
sayangmu".
Hening di seberang sana. Kudengar
isak bahagia. Betapa membahagiakan hati seorang ibu adalah harta yang tidak
ternilai harganya.
"Selamat ulang tahun, ma..
Aku sayang padamu.."
