![]() |
| Basuki Hadimuljono |
Salah satu Jenderal Perang Jokowi
adalah sosok yang tidak pernah muncul di permukaan media. Namanya Basuki
Hadimuljono. Beliau adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan atau disingkat
Menteri PUPR.
Pak Basuki ini sangat jarang
muncul di media. Ia bukan tipikal orang yang suka menonjolkan dirinya. Biasanya
sosoknya hanya terpantau ketika sedang makan-makan sama Jokowi di warung
sederhana saat selesai meresmikan proyek.
Tapi kerjanya gila.
Beliau menjaga target Jokowi
untuk menyelesaikan banyak proyek besar pembangunan jalan, waduk, jembatan, pos
perbatasan dan banyak lagi. Gak main-main kerjaan di tangan beliau, nilainya
ribuan triliun rupiah.
Ribuan kilometer jalan-jalan baru
dari Papua sampai Sumatera adalah hasil karya pak Basuki. Pos-pos perbatasan
yang megah adalah buah tangannya. Waduk-waduk yang gagah adalah coretannya. Pak
Basuki -wong Solo ini- adalah seorang pelukis, seorang artis dari sisi yang
berbeda.
Lulusan Geologi Universitas Gajah
Mada ini, usianya sudah 62 tahun. Tapi kemampuan fisiknya terbang dari Sabang
sampai Merauke saat pelaksanaan proyek bahkan saat peresmian mendampingi pakde,
bukan sembarangan. Orang muda bisa muntah-muntah kalau ngikutin ritmenya. Saya
sudah pasti nyerah.
Yang menarik, pak Basuki ini
adalah tipikal pekerja dan bukan politikus. Itulah kenapa pak Jokowi sayang
sekali padanya. Jokowi -jika melihat kebiasaannya- sangat tidak suka ketika
menterinya lebih sibuk tampil di media daripada bekerja.
Itulah kenapa dia suka bongkar
pasang pasukannya. Jadi jangan heran ketika Rizal Ramli sampai Anies Baswedan
yang dirasa tidak cocok bekerja dengan modelnya, harus menyingkir. Bukannya ia
tidak ingin memberi panggung, tapi supaya mereka fokus pada tugasnya.
Memang bagi sebagian orang masa
lalu, menjadi Menteri di era Jokowi adalah bencana. Mereka sudah tidak bisa
lagi membanggakan posisi apalagi korupsi. Bahkan siap meninggalkan keluarga
berhari-hari.
Tidak mudah sekarang ini mengenal
siapa-siapa sosok di balik Jokowi. Karena mereka hanya mengenal kata team-work,
daripada ego pribadi. Kita yang menikmati hasil kerjanya, wajib berterima kasih
padanya.
Pak Basuki, saya angkat secangkir
kopi.
