![]() |
| GNPF MUI |
Saya sendiri tidak paham, GNPF
MUI itu mahluk apa?. Kalau diterjemahkan GNPF MUI itu
berarti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Gerakan yang
mulanya dibentuk untuk mengawal fatwa MUI tentang penistaan agama oleh Ahok
ini, ternyata tidak bubar meski tujuan mereka sudah tercapai yaitu Ahok
dipenjara.
Jadi untuk apa mereka tetap
mempertahankan gerakan itu, sedangkan MUI bahkan sudah berlepas diri dari
mereka?
Kalau dilihat dari apa yang
terjadi, salah satu "kesuksesan" yang mereka klaim adalah gerakan
damai 212. Dengan klaim "7 juta umat Islam" mereka merasa sayang
untuk membubarkan gerakan itu.
Tujuannya tidak jauh adalah
masalah pendanaan. Mereka berusaha mengkapitalisasi gerakan ini dengan jargon
212. Bahkan gerakan ini pernah berniat untuk memproduksi roti 212 - karena
ingin mengambil alih market Sari Roti yang menurut mereka sukses mereka boikot.
Selain itu mereka berniat untuk
membangun 212 mart atau mereka sebut m212m. Menurut kabar, sudah ada
kesepakatan dari mereka. Ada yang nyumbang sertifikat tanah untuk digadaikan,
ada yang mewakafkan profesionalisme utk IT-nya dan lain-lain.
Kalau melihat apa yang mereka
lakukan, tidak ada satupun yang menyumbang uang cash seperti saat gerakan itu
turun ke jalan.
Selain itu ada juga niat untuk
membangun koperasi 212 syariah. Pimpinannya bernama SDL, si dia lagi si dia
lagi. Yaitu, Bachtiar Nasir, Rizieq Shihab, Zaitun Rusmin dan kawan2nya.
Tapi sampai sekarang terlihat
impian mereka kandas, karena misi mengkapitalisasi "umat Islam" belum
berjalan. Kenapa ? Penyebabnya, lagi-lagi belum ada yang nyumbang uang cash
sebagai modal awal.
Uang cash diharapkan dari
sumbangan relawan. Anggap saja seorang nyumbang Rp. 100ribu misalnya, di
kalikan 7 juta umat wah modalnya bisa mencapai 700 miliar rupiah. Wow ,gede
amirrr..
Tapi impian tetaplah impian.
Belum ada yang tertarik untuk menjadi donatur besar. Ada beberapa yang
menyerahkan sertifikat tapi minta tolong digadaikan. Ini yang bikin puyeng,
sedangkan yang lainnya cuman nyumbang tenaga doang.
Berbeda dengan ketika mereka
melakukan gerakan turun ke jalan dulu. Dikabarkan mereka bisa mengumpulkan
sampai nilai sekitar 100 miliar rupiah dalam waktu beberapa minggu saja.
Tentu saja mudah, karena ada misi
politik dari donaturnya. Kalau tidak ada, buat apa nyumbang2 segala ? Emang
sinterklas ??
Eh, maaf Sinterklas kafir
rupanya..
Meski kandas, rupanya sayang buat
mereka membubarkan GNPF MUI - yang singkatannya gak keren dan susah nyebutnya
itu. Karena bentar lagi Pilpres 2019, dan itu bisa dimanfaatkan untuk cari dana
lagi. Lumayan modal untuk bikin supermarket dan koperasi syariah..
Karena itulah mereka terus
berusaha menaikkan nama GNPF MUI ke permukaan. Salah satunya adalah dengan
bertemu Jokowi - dengan kepercayaan diri bahwa mereka adalah tim yang
mengatasnamakan umat Islam untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah.
Pertemuan dengan Jokowi
diharapkan sekali akan bisa menaikkan nama mereka dan membuat donatur melirik
kepadanya.
Tapi apa lacur, mereka malah di
ejek dimana-mana baik oleh haters maupun lovers mereka. Yang haters ketawa
karena mereka terlihat seperti orang-orang kalah, yang lovers menghujat mereka
karena 'berbaik-baik' dengan pemerintah. Gatot al khotot lah ceritanya, makanya
mereka sibuk klarifikasi kemana-mana.
Kalau Gus Mus pernah bertanya
dalam puisi, "MUI itu mahluk apa ?", mungkin kita juga harus mulai
berpuisi, "GNPF MUI itu alien dari planet mana ?" Karena tidak jelas
mereka itu bukan ormas, terus apa yg mereka kawal wong MUI "si mahluk
apa" aja gak ngakuin..
Sebagai saran aja untuk GNPF MUI,
mungkin singkatannya bisa agak dirubah sedikit biar kekinian.
Misalnya, MILF MUI. Dijamin
banyak anak muda yang tersihir untuk mengikuti gerakan untuk mengeraskan
sesuatu yang sudah mulai melemah itu..
Mottonya : "Anda tegang,
kami puas".
Maksudnya dalam aksinya akan
selalu ada unsur yang menegangkan, semisal demo2 yang nasi bungkusnya
memuaskan.
Seruput dengan tegang.
