| Kantor Kementan |
Tidak mudah merubah mindset dan
mental sebagian orang Indonesia.
Ketika sudah saatnya kita
mendapat nahkoda yang baik, bukannya penghargaan yang didapatnya tetapi malah
caci-maki yang tidak berkesudahan.
Ironis memang. Para perampok yang
selama puluhan tahun menjarah dan membuat sakit pangan Indonesia, malah dipuja
dan dibela mati-matian. Sedangkan yang berusaha memberantasnya, malah
dibungkam.
Seandainya ini bukan masa Jokowi
memimpin, Kementan sudah pasti ditendang dari jabatan karena ia sudah mengusik
lahan mafia pangan.
Angkat secangkir kopi untuk para
pejuang yang tidak mengenal kata pujian dan tidak butuh dikenang.
Sy memang bukan siapa2 di
kementan.. tapi sy sangat merasakan semangatnya pimpinan kita sekarang ini
beda.. semangat utk mencapai target demi target tdk hanya utk ketahanan tapi jg
kedaulatan pangan.. kita kerja 24 jam, demi memastikan sawah itu ditanam sesuai
jadwalnya, tidak hanya eksisting, tapi jg lahan sawah baru, menjamin beras itu
tetap ada selama org indonesia makanan pokoknya masih nasi, bukan gorengan.
Mencurahkan segala sumber daya, man, money, methode, machine, material, market
dan segalanya utk swasembada. Kita tidak lg money follow function, tapi money
follow program di setiap aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Di setiap
pekerjaan, dituntut apa outcomenya utk masyarakat. Reward dan punishment pun jg
kita terima. Jadi bukan pimpinan kita saja yg ga rela kalo ada sebagian pengusaha
yg mendapatkan keuntungan dari segala pengorbanan yg kita lakukan utk negara,
tapi saya juga ga rela. Mungkin dulu, keberadaan perusahan2 besar seperti ini
tidak menjadi masalah. Tapi sekarang beda.. kepentingan utk mewujudkan
kedaulatan pangan di atas segala galanya.. status ini sy dedikasikan utk temen2
yg sudah mengorbankan waktu utk keluarga demi bekerja utk negara..