![]() |
| Ahok |
Ada seorang yang bertanya,
"kenapa abang sekarang tidak pernah menulis tentang Ahok? Apa sudah
melupakannya?
Saya jawab, "Ahok sekarang
sedang menjalani proses pengelupasan duniawinya dengan tenang. Kesendiriannya
adalah media terbaik baginya. Ia sedang menikmati komunikasi pribadinya dengan
Tuhannya.
Jangan ganggu kenikmatannya.
Saya pernah bertemu dengannya di
penjara dan melihat ia jauh lebih tenang dan bahagia. Berilah kesempatan
padanya.
InsyaAllah ketika ia keluar
nantinya, ia akan membawa banyak mutiara kepada kita dari petualangannya di
laut dalam.
Tidak akan pernah mengerti orang
yang tidak pernah berada disana..."
Saya rindu dia, sejujurnya.
Tetapi kerinduan itu tidak harus
dibeberkan dalam kata-kata yang mengharu biru. Karena nilai-nilai yang pernah
dia ajarkan, jauh lebih kuat pesannya daripada keberadaan fisiknya.
Seperti seorang Mahatma Gandhi
yang selalu dikenang ditengah ringkih tubuhnya. Seperti Bunda Teresa yang
selalu abadi dengan pengabdiannya. Seperti Nelson Mandela yang selalu berada di
benak para pengikutnya.
Seperti Imam Husain yang
menyediakan dirinya untuk disembelih demi keselamatan ajarannya. Tubuh hanyalah materi. Nilai itu
abadi.
