![]() |
| Hary Tanoe dan Jokowi |
Tidak sulit melihat ada benang
merah yang menghubungkan Jokowi dan HT dalam Capres kali ini..
Waktu Jokowi dan HT sama-sama
blusukan ke pesantren, barulah saya mendapat sinyal yang kuat bahwa "akan
ada yang terjadi" mendekati pilpres kali ini.
HT dan Jokowi menerapkan strategi
yang sama dan seiring, dekati pemilih muslim. Dengan mendekati pemilih muslim,
yang nota bene adalah pemilih terbanyak di Indonesia maka strategi mereka bisa
dibilang berhasil.
HT bahkan rela berkopiah dan
bersarung untuk melakukan hal itu. Banyak santri yang menyalami dan mencium
tangannya, sambil terbentang spanduk besar-besar di pinggir jalan,
"SELAMAT DATANG H ARI TANOE TERCINTA ".
Dan benar saja, tidak lama
kemudian HT mendukung Jokowi sebagai capres, yang juga akan memuluskan
pencawapresannya. HT berhasil menyingkirkan Ahok yang sebenarnya kandidat
terbaik dalam konsep koalisi Pelangi yang akan menyatukan pemilih dari berbagai
suku, ras dan agama.
Jika Jokowi ibarat kuda dalam
bdiak catur, HT adalah menteri yang jalannya selalu miring. Dia gak bisa jalan
lurus karena takut disangka jadi benteng.
Bahkan Mars Perindo sebenarnya
adalah simbol-simbol dukungan kepada Jokowi.
Lihat saja salah satu baitnya..
"Dengungkan gema, nyatakan
persatuan
Oleh Perindo
Oleh Perindo
Jayalah Indonesia.."
Jaya disana maksudnya adalah
Jokowi, karena waktu masih mahasiswa Jokowi sering dipanggil teman2nya dengan
nama Jaya Sujaya..
Begitulah skenario hebat HT dan
Jokowi di balik layar yang tidak semua orang tahu.
Benar juga kata pepatah bahwa
"Dalam politik tidak ada kawan yang abadi.." Lihat saja, belum pernah
dalam perpolitikan Indonesia kita menemukan politikus yang bernama Abadi.
Seruput..
"Iya iya.. aku tidur di sofa
malam ini..."
