![]() |
| Denny Siregar |
Para pengacara yang
melaporkan saya itu seperti pawang hujan abal-abal..
Pawang hujan itu
pekerjaan yang enak. Kalau berhasil menahan hujan, maka ia bisa membanggakan
kerjaannya. Kalau tidak berhasil "Yah, saya tidak bisa melawan kekuasaan
Tuhan YME. Saya apalah.. apalah.."
Begitu juga
pengacara yang melaporkan saya...
baca: Video Eggi Sudjana
Ketika 700
pengacara bersatu ingin melaporkan saya, saya senyum saja. "Mereka gak
mungkin berani.." karena dakwaannya saja sudah lemah, tidak ada sedikitpun
tulisan saya yang menghina Yang Mulia Imam Besar Rizik Shihab.
Saya hanya memuji
dengan gaya sarkas..
Tapi ya begitulah.
Karena tidak berhasil mendapatkan bukti penghinaan, mereka lalu menyebar isu
bahwa saya dilindungi penguasa sehingga gak mungkin dimasukkan penjara.
Sama kayak pawang
hujan kan ? Menang kalah dapat pujian..
Begitu juga ketika
seorang pengacara tidak terkenal melaporkan saya karena dianggap mengadu domba
umat Islam vs Kristen..
Dia gagal
mengartikan kata "lawan" dalam tulisan saya. Karena pikirannya selalu
perang, maka yang dipikirnya adalah melawan secara fisik seperti kasus di Ambon
dan Poso..
Padahal sudah jelas
disitu saya berkata melawan secara hukum. Pergunakan hukum sebagai alat
perlawanan, karena itulah sebaik-baiknya cara.
Jadi apa yang salah
ketika saya meminta umat Kristen, Hindu dan Budha melawan secara hukum atas
pernyataan ES? Lah, kok perbandingannya kasus Rohingya? Gak Jonru to Jonru
namanya itu...
Dan seperti biasa,
nanti laporannya yang lemah itu mentah di polisi. Terus dia teriak, "Denny
Siregar dilindungi penguasa !" Pengacara jaman now, asal tereak tanpa
bukti kuat..
Kenapa bukan ES
sendiri yang melaporkan saya spt ia melaporkan Romo Magnis? Karena takut buat
saya terkenal kayaknya, jadi dicarilah pengacara ecek-ecek yang rindu proyek..
Seperti kata
pepatah, "berakit ke hulu berenang ke tepian. Dilaporkan dahulu, umroh
kemudian". Seruputtt ahh.
