Rabu, 29 September 2021

SEBUAH PERINGATAN UNTUK NEGERI INI

Warning
Warning
Ini sebuah warning aja.. Gerakan Jokowi yang "tanpa beban" kelihatannya akan menimbulkan gelombang besar penolakan dari berbagai elemen oposisi. Jokowi kali ini gak main halus, dia sudah gak perduli kalau apa yang dia lakukan akan menimbulkan keributan.

Ibaratnya, kalau dulu sarang lebahnya dibiarkan supaya tidak mengganggu pembangunan trotoar dibawah pohon, sekarang sarang lebah itu diusik supaya lebahnya pergi.

Dan lebah-lebah itu pada keluar dari sarang, meski saya males juga menyebut mereka lebah, lebih tepatnya kampret, biar enak nyebutnya..

Catat ya, KPK di era Firli Bahuri dibuat lebih bertaji dan tidak bermain politik. Buktinya Azis Syamsudin, wakil ketua DPR RI yang dulu mengangkat Firli, diborgol karena korupsi. Gak pandang bulu. Dan KPK sedang mengarah ke titik yang paling berbahaya, kemungkinan potensi korupsi di DKI, yang selama ini dilindungi oleh Novel Baswedan.

Dan gerakan penolakan KPK era Firli ini dimulai dengan kerahkan massa berbaju mahasiswa. Padahal mereka sebenarnya tdk sedang protes pegawai KPK yang kena TWK, tetapi berusaha melindungi "boss"nya yang memang sedang digadang2 sebagai calon Presiden di 2024 nanti.

Yang kedua, Satgas BLBI sedang mengutak atik sarang lebah yang dulu dengan bahagia bergelimang uang dari hutang BLBI. Dari banyak obligor itu sekarang beberapa sudah sangat kaya dan terkenal. Contohnya saja Tutut, anak Pak Harto yang menurut dokumen negara berhutang lebih dari 14 triliun rupiah dan sedang ditagih pemerintah.

Ketiga, gerakan Neo FPI yang melakukan deklarasi dimana-mana sedang disiapkan untuk membuat kerusuhan. Titik kumpul mereka ada di sidang KM 50 yang menewaskan 6 anggota FPI dan sidang Munarman. Kemungkinan besar tempat sidang akan dikepung massa yang didatangkan darimana-mana untuk membangun api kerusuhan yang diharapkan menjadi besar.

Ada beberapa lagi tapi belum bisa saya sebutkan disini. Menuju 2024 suasana akan dipanaskan, supaya emosi masyarakat terpantik. Pertarungan Amerika dan China dalam perang dagang global akan mempengaruhi peta politik Indonesia. China aktif berinvestasi disini, AS akan aktif juga untuk mengganggu hubungan kedua negara.

Saya hanya bisa bilang, kita akan ngebut gila-gilaan pasca pandemi ini. Jokowi akan tancap gas kencang tanpa mau melirik spion sedikitpun. Dan kita sebagai penumpang akan terguncang hebat dibelakang, berpegangan erat pada apa saja yang bisa diraih.

Palingan sebelum menginjak gas, Jokowi akan menengok ke belakang, kepada kita, dengan senyum khasnya yang nakal dan berkata, "Gentleman, fasten your seatbelt.."

Kencangkan sabuk kalian.. Start the engine! Seruputtt

Sabtu, 18 September 2021

Maju Terus, Jenderal

Pangkostrad, Jenderal Dudung
Pangkostrad
Saya juga gak paham, kenapa statemen Pangkostrad Letjen Dudung Abdurahman, dipermasalahkan. Sungguh.

Buat saya, apa yang dikatakan Pangkostrad bahwa, "Semua agama itu benar di mata Tuhan.." sama sekali ga ada yang salah.

Itu diucapkan beliau di depan prajuritnya yang jelas terdiri dari berbagai agama, bukan Islam saja. Letjen Dudung jelas beragama Islam, tapi prajuritnya ada yang tidak. Jadi wajar saja kalau beliau bilang begitu. Beda, kalau Pangkostrad itu adalah ulama di sebuah ormas agama, yang bicara di depan para jamaah yang semua beragama sama.

Jadi apa sih yang harus diributkan? Itu menunjukkan Pangkostrad adalah seorang yang inklusif atau mengajarkan prajuritnya menghargai perbedaan. Dan itu harus dilakukan oleh seorang pimpinan. Saya malah ngeri kalau level jabatan seorang pimpinan seperti Pangkostrad tiba-tiba bicara ekslusif semisal, "Cuman Islam agama yang benar.." Wah, kacau itu. Bisa berontak prajuritnya dan kita juga pasti takut karena menduga toleransi agama di kalangan tentara kita rusak.

Tapi wajar kalau beliau diserang. Dalam sejarahnya, Letjen Dudung Abdurahman adalah mantan Pangdam Jaya, yang kemaren ada di garis depan dalam melawan FPI, membongkar baliho-baliho Rizieq Shihab, yang pada waktu itu tidak ada seorangpun berani membongkarnya. Karena keberanian beliaulah, maka masyarakat berani melawan kelompok garis keras itu.

Dan kebencian mereka terhadap Letjen Dudung pasti tidak akan pudar. Mereka takut jika beliau kelak jadi Panglima TNI, maka gerakan kelompok radikal akan semakin sulit.

Apalagi menghadapi situasi mendekati sidang KM 50 dan sidang Munarman ini. Ada informasi, FPI yang berubah menjadi Front Persaudaraan Islam sedang siap-siap menyerbu ibukota untuk membuat kerusuhan di luar sidang. Jelas adanya Pangkostrad yang kemarin menghajar mereka, akan membuat mereka tidak bisa bergerak. Karena itu, mereka ramai-ramai membully Pangkostrad supaya beliau dipecat dari kesatuan. Dan lebih parah lagi, mereka akan menggoreng isu itu seperti isu Ahok dulu, dalam konteks penistaan agama.

Saya harus memberi pesan ini kepada semua. Kita jangan diam saja ketika pimpinan TNI kita diserang oleh sekelompok orang, ketika dia berbicara yang benar. Kita harus menjaga alat negara kita ketika ia mengajarkan untuk menghargai perbedaan. Ini bukan negara agama, ini negara dari banyak agama.

Teruskan, Jenderal. Saya akan mendukungmu karena kita berada dibarisan yang sama, yaitu barisan nasional. Bukan barisan hijau, merah atau bahkan hitam. Jadilah motor kami semua untuk menghajar orang-orang yang ingin merusak keberagaman kita.

Untuk Letjen Dudung Abdurahman, Pangkostrad, saya harus angkat secangkir kopi malam ini. Untuk negeri kita. Untuk Indonesia..

Seruput!!

Sabtu, 28 Agustus 2021

Langkah Catur Jokowi

Langkah Cerdas Jokowi
Ilustrasi Jokowi
Lama banget saya gak nulis tentang langkah catur Pakdhe Jokowi. Sejak lama, sejak 2014, saya mengikuti apa yang dia lakukan. Saya kagum dengan dia, bukan karena sosoknya, tapi karena dia berani dan brilian memainkan langkah-langkahnya. Ahok itu juga berani, tapi masih kurang brilian sehingga dia jatuh dari kursinya.

Seperti main layang-layang, Jokowi main tarik ulur tarik ulur sampe banyak org gemas, "Kok kurang tegas sih?". Padahal itulah yang membuatnya memenangkan pertarungan. Kadang mundur selangkah, maju 3 langkah. Kalau tarik terus, entar putus benangnya.

Seperti kasus BLBI ini. Hutang yang belum dibayar oleh para penghutang itu 111 trilyun rupiah. Banyak banget. Para penghutang itu kaya-kaya dan beberapa dari mereka berkuasa. Kalau disentuh dikit aja, mereka ngamuk trus tebarkan duitnya untuk goyang pemerintahan lewat demo-demo besar. Kejadian demo 212 tahun 2017 jadi pelajaran. Itu situasi paling berbahaya, tapi juga menguntungkan.

Baca Juga: Catur Bidak Jokowi

Lho kok menguntungkan? Iya dong. Akhirnya Jokowi tahu, darimana harus memulai. Langkah pertama, hajar anjing-anjing penjaganya.

Dan kita jadi saksi mata ganasnya Jokowi kalau menghajar. Bukan main pukul, tapi seperti merebus kodok pelan-pelan. Diundang pulang, baru sikat miring ampe pecah berantakan. Jangan sampe provokatornya bisa seenaknya ngomong dan koordinasi dari negeri orang. Cari celah hukum yang tepat, baru kandangkan. Ormasnya dibubarkan, panglimanya diseret sampe nyari-nyari sandal.

Otoriter? Ya harus. Kalau gak, gak beres ini kerjaan. Tapi otoriternya harus sesuai hukum yang berlaku. Bukan seperti jaman pak Harto, yang malah jadi blunder karena muncul perlawanan.

Sesudah anjing penjaganya beres, datang utusan Jokowi ke para penghutang, "Gimana? Masih mau melawan? Atau mau kerjasama? Kalian bebas kerja, asal hutangnya bayar..." Sebuah ancaman halus dan mengerikan. Para penghutang tahu, betawa powerfullnya Jokowi sekarang.

Mulailah mereka ramai-ramai datangi Menteri Keuangan, serahkan harta-harta mereka berupa aset tanah yang ada. Sampai sekarang sudah 5 juta hektar yang di tangan pemerintah. Yang bandel, kayak Tommy Soeharto, dibuka datanya ke publik. Yang mau kerjasama, disimpan. Semuanya terukur yang penting tujuan tercapai.

Saya kagum sama Jokowi. Dia mampu menempatkan bidak-bidaknya di tempat yang tepat. Dia bisa terlihat lemah sehingga lawannya jadi terlalu percaya diri untuk melangkah. Disaat yang tepat, ketika mereka masuk perangkap, beruntun hajaran dilakukan sampai mendekati skak mat.

Saya tidak hidup di zaman Soekarno. Tetapi bagi saya, Jokowi adalah titisan Soekarno yang sebenarnya. Dia kembalikan kedaulatan yang diimpikan si bapak bangsa. Gak banyak ngomong, tapi kerjanya luar biasa.

Trus apa yang bisa kita bantu? Ya menjaganya. Kita jaga ruang-ruang media sosial yang dipakai lawan untuk memfitnahnya. Kalau untuk itu saya harus disebut buzzer, biarlah seluruh orang tahu, sayalah buzzer Jokowi sesungguhnya. Demi mimpi Indonesia jaya. Sebarkan pesan ini ke oposisi, biar panas hati mereka..

Siapa mau ikut? Ayo, angkat cangkir kopinya. Seruputtt.

Selasa, 17 Agustus 2021

ANTARA TALIBAN, CHINA DAN IRAN

Delegasi Taliban Kunjungi China
Delegasi Taliban Kunjungi China
Taliban berkawan dengan China, kenapa ngga?

Bahkan bukan saja dengan China, Taliban juga mulai berkawan dengan Iran. Padahal Iran itu negara Syiah, sedangkan Taliban itu Sunni garis keras. Mereka dulu musuh bebuyutan. Bahkan tahun 1998, Iran hampir saja memerintahkan serangan militer ke Afghanistan - yang dulu dipimpin Taliban - karena serangan yang menewaskan 11 orang diplomat Iran di Afghanistan utara.

Lalu jika dengan Iran yang Syiah saja Taliban mau mendekat, kenapa tidak dengan China ? China tidak punya sejarah konflik apapun dengan Taliban. Apalagi China itu urusannya bisnis, bukan ideologi. Mau Taliban bikin negara Islam kek, mau bikin kerajaan kek, gak penting buat China. Yang penting, cuan nggak ? Itu aja.

Apa yang menyebabkan terjadi perkawanan antara Taliban dengan China dan juga Iran ?

Jawabannya cuma satu. Amerika. Ya, Amerika adalah musuh bersama China, Iran dan juga Taliban.

Buat China, yang sedang melebarkan sayapnya, Amerika adalah musuh besarnya. China ingin menggantikan Amerika sebagai negara superpower. China ingin mata uangnya Renmimbi menggantikan dollar sebagai mata uang internasional. China ingin proyek utamanya jalur jalan raya dan kereta api antara China dan Pakistan, berjalan mulus. Karena itu, Amerika harus ditendang dari Afghanistan. Yang terbaik supaya itu bisa terwujud, ya bekerjasama dgn Taliban.

Sedangkan buat Iran, adalah masalah keamanan. Iran berbatasan dgn Afghanistan. Pangkalan militer Amerika di Afghanistan sangat mengganggu Iran, karena rencananya akan dipakai oleh Amerika sebagai bagian dr titik militer ketika nanti hendak menyerang Iran. Iran dan Amerika sudah sejak tahun 1981 bermusuhan. Sejak Syah Reza Pahlevi ditendang oleh Ayatullah Khomeini, dan Amerika hengkang dari Iran.

Taliban juga musuhan ma Amerika, padahal dulunya berkawan. Taliban dibentuk tahun 1994 dengan bantuan Amerika - lewat Saudi - untuk merebut Afghanistan. Eh tahun 2001, perkawanan mereka pecah karena Amerika mengusir Taliban dr Afghanistan. Alasan Amerika sederhana, Taliban menyembunyikan Osama bin Laden.

Jadi China, Iran dan Taliban punya musuh bersama, yaitu Amerika. Maka mereka bersatu mengusir Amerika dari Afghanistan lewat tangan Taliban.

Apakah sesudah Amerika pergi, China, Iran dan Taliban akan tetap berkawan ? Bisa iya, bisa tidak. Selama ketiganya tetap bisa menghormati, tidak saling mengancam, saling menguntungkan, maka perdamaian di daerah itu bisa terwujud. China juga butuh supaya Taliban tidak ekstrim seperti dulu. Karena China ingin investasinya aman. Selama Taliban butuh duit China, maka bisa jadi mereka akan berubah tidak sekejam dan sekeras dulu.

Jadi apa dong nama perkawanan mereka bertiga ini ? Jawabnya gampang. Enemy of my enemy is my friend. Atau musuh dari musuhku adalah temanku.

Sesederhana itu. Seperti sederhananya menyeruput kopi dgn ditemani sebatang rokok sebagai pengantar tidur..

Yang bingung itu kadrun. Mereka mendukung Taliban, tapi kok Taliban berkawan dengan China komunis ? Mereka cinta Taliban, tapi kok Taliban berteman dgn Syiah sesat ? Jadi gimana ini ?? Akhirnya pada garuk2 jenggotnya yang dibuat gelantungan para bidadari..

Mereka sama sekali gak paham bagaimana peta politik luar negeri.

c

[BELAJAR DARI SURIAH..] Warga Suriah Berkumpul Dukung Bashar Assad
Warga Suriah Berkumpul Dukung Bashar Assad
"Saya lebih baik mati di tanah air saya sendiri, daripada hidup dalam pengasingan di negara orang lain.."

Begitu pidato Bashar Assad di depan para pendukungnya, ketika dia mengumpulkan puluhan ribu rakyatnya di Damaskus, ibukota Suriah. Pidato yang berapi-api ini disambut dengan teriakan perlawanan oleh rakyat Suriah.

Damaskus waktu itu dikepung, ketika beberapa provinsi besar di Suriah direbut oleh ISIS. Tinggal selangkah lagi, ISIS akan menguasai Suriah. Mereka dibantu negara2 maju seperti US, Saudi dan Jepang yang memasok senjata. Teroris diimpor lewat perbatasan Turki. Rakyat Suriah seperti diujung tanduk. Bashar al Assad bahkan diminta menyerah, bukan saja oleh negara2 Eropa, tapi juga oleh Indonesia yang waktu itu dipimpin SBY sebagai Presidennya.

Kegigihan Bashar al Assad dan rakyat Suriah, mendapat perhatian serius dari Iran dan Rusia. Mereka tidak ingin Suriah jatuh ke tangan ISIS karena itu berarti kawasan Timur Tengah akan terancam jadi medan perang besar. Rusia langsung mengirimkan pesawat tempurnya. Karena Rusia sudah ikut campur, AS yang awalnya membiayai ISIS, langsung berbalik memerangi utk mendapat simpati. Bashar berhasil membalikkan keadaan. Rakyatnya turun ke jalan, bertempur melawan ISIS dan Alqaeda.

Mereka akhirnya menang.

7 tahun pertempuran Suriah, mengajarkan banyak hal ke saya. Bahwa nasionalisme itu sangat penting. Pemimpin yang kuat itu sangat penting. Pada akhirnya saya sadar, seberapa besarpun harta yang saya punya, tidak akan lagi berarti ketika negara hilang.

Beda dengan Afghanistan. Nasionalisme mereka terhadap negara tidak ada. Mereka hanya loyal kepada klan mereka. Tidak ada pemimpin yang kuat, yang ada hanya pemimpin korup dan lemah. Jadilah ketika Taliban akhirnya menguasai negara, Presidennya lari membawa harta. Rakyatnya tunggang langgang meminta perlindungan Amerika. Militernya bersikap oportunis dengan menyerahkan senjata.

Suriah dan Afghanistan sama-sama dilanda perang. Yang membedakan mereka hanyalah rasa nasionalismenya. Yang kuat kecintaannya pada tanah air, dialah yang bertahan. Yang lemah, dia berantakan..

Saya belajar banyak dari Suriah. Dan saya yakin, pada saatnya, ketika rasa cinta kita diuji, kita akan bangkit bersama mempertahankan negeri ini. Lebih baik mati di tanah air sendiri, daripada di negara lain jadi pengungsi..

Merdeka, negeriku. Cintaku padamu tidak akan pernah bisa digadaikan kepada siapapun jua.

Selamat ulang tahun, Indonesia. Mari kita seruput kopinya.

Senin, 16 Agustus 2021

SECANGKIR KOPI SORE HARI

Denny Siregar
Denny Siregar
Dear, temanku..

Aku tahu ini masa sulit bagimu dan banyak orang juga. Aku juga pernah berada pada situasi itu, bahkan mungkin keadaanku jauh lebih sulit daripadamu.

Tapi satu prinsip yang kupegang, aku pantang meminta apalagi mengemis pada orang. Buatku harga diri seorang lelaki itu mahal harganya. Lebih baik aku menjual apapun yang kupunya, meski itu barang yang kuanggap paling berharga.

Kalaupun akhirnya harus meminjam, aku pinjam untuk makan. Itupun akan kukembalikan bagaimanapun caranya. Karena ketika seseorang meminjamkan kita uang, dia sudah tulus berkawan. Jangan rusak nilai persaudaraan dengan bertindak curang.

Jadi berhentilah mengeluh. Situasi sulit itu bukan musibah. Itu cara Tuhan melatih kaki2 kita, supaya tumbuh menjadi orang yang mentalnya terasah. Mental itu terbuat dari baja, bukankah seharusnya ia setiap hari ditempa?

Dan kelak, ketika Tuhan melentingkan dirimu ke tempat yang tinggi, pelajaran kesulitan yang kau dapat hari ini, akan menjadikan dirimu orang yang stabil dan welas asih. Karena tidak ada pelajaran yang paling membekas selain peristiwa. Tuhan tidak mengajarkan kita dengan kata-kata.

Sini, seruput kopinya. Hapus keluhanmu. Malu kalau didengar orang yang tiap hari hidupnya dihajar sampai kakinya hampir lumpuh, tapi senyumnya masih tetap mengembang menghias wajahnya.

Seruput?

Minggu, 15 Agustus 2021

TALIBAN-TALIBAN DI INDONESIA

Taliban Afghanistan
Taliban Afghanistan
Peristiwa di Afghanistan seharusnya menjadi warning buat kita..

Sekarang, Taliban sudah menguasai hampir seluruh Afghanistan. Provinsi2 terdekat dengan Kabul, ibukota Afghanistan, sudah dikuasai Taliban. Diperkirakan dalam waktu beberapa hari lagi, negara Afghanistan sudah dikuasai penuh oleh Taliban.

Ngeri ? Pasti.

Bayangkan rasanya tinggal di Kabul. Kehidupan terancam oleh ganas dan kakunya Taliban dalam menerapkan hukuman agama. Banyak cerita bagaimana Taliban mengeksekusi warga sipil hanya karena mereka dianggap "menista agama". Seorang anak bermain layang-layang, dihukum mati. Seorang gay diterjunkan dari lantai 5 sebuah gedung dengan leher digantungkan batu. Sebuah tempat berisi kolam renang tanpa air, dijadikan tempat eksekusi dgn cara orang dipaksa naik ke tempat loncatnya.

Itu belum lagi peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan wanita. Dalam konsep kakunya Taliban, wanita hanyalah budak yang bisa dijual belikan. Wanita gak boleh pintar, karena dia akan jadi musuh agama. Kisah bibi Aisha, yang hidungnya di potong karena melawan suaminya adalah kisah tragedi yang membuat miris rasa kemanusiaan kita.

Kenapa Afghanistan begitu mudah direbut oleh kelompok Taliban ?

Ada dua faktor utama menurut analisis intelijen. Pertama, karena orang berpendidikan diam saja melihat ideologi Taliban menyebar di desa2. Mereka tidak pernah melawan, dan bersikap "bukan urusan gue". Kedua, karena Komandan2 militer Afghanistan sangat korup. Bantuan militer malah mereka gunakan untuk memperkaya diri.

Taliban, selain memenangkan peralatan tempur hasil rampasan perang, juga memenangkan narasi di media sosial, sehingga mereka mendapat simpati dari warga sipil. Narasi yg dibangun Taliban adalah teror dan harapan. Teror, buat siapapun yg melawan mereka, akan hilang nyawanya. Dan harapan, jika mereka menguasai Afghanistan, perilaku korup akan hilang dibawah naungan khilafah.

Itulah pentingnya melawan narasi "Taliban-Taliban" di Indonesia. Mereka disini sekuat tenaga memainkan propaganda bahwa mereka tidak berbahaya.

Bahkan di Indonesia, ada film animasi anak2 yang menggambarkan betapa kakunya ajaran mereka. Ketika saya coba memberi peringatan, tahu siapa yang jadi lawan saya ? Orang2 pendidikan, orang2 yang menganggap dirinya liberal, bahkan sutradaranya juga bukan beragama Islam, sehingga dia tidak sadar dijadikan alat utk propaganda.

Indonesia bisa jadi seperti Afghanistan kelak, kalau kita tidak waspada dari sekarang, kalau kita tidak merapatkan barisan. Yang membuat kita selamat adalah ideologi bahwa tidak boleh ada satupun orang yang merusak persatuan kita semua. Kita adalah merah putih. Catat itu di dalam hati, dan rekatkan jari bersama dalam satu kepalan..

Selagi kita waras bersama, jangan harap model Taliban seperti ini bisa menguasai Indonesia.

Dan kita mulai dari seruput secangkir kopi.

PARA PENGKHIANAT NEGARA

Kibarkan Bendera Palestina
Kibarkan Bendera Palestina
Saya sih gak heran ketika ada beberapa orang yang mengibarkan bendera negara lain, justru disaat Indonesia sedang merayakan hari kemerdekaannya.

Itu sama dengan kebanggaan mereka ketika mengibarkan bendera hitam, bahkan bendera ISIS, ketika sedang pawai ataupun demo.


Baca Juga: Para Pengkhianat Negeri

 

Ada bayangan di benak beberapa orang ini, bahwa negara agama lebih sempurna daripada negara kesatuan seperti Republik Indonesia ini. Palestina, ISIS, bendera hitam, baliho Riziek, adalah simbol-simbol yang lebih melekat di hati dan benak mereka daripada warna merah putih.

Apakah orang-orang seperti ini harus ditangkap ? Buat saya jangan, karena mereka sebenarnya bukan kriminal, hanya tersesat. Beda misalnya ketika mereka bawa bendera hitam terus menggorok orang, nah itu baru kriminal. Lagian polisi di bawah Jenderal Listyo Sigit lebih mengedepankan model persuasi daripada main tangkap.

Tapi membiarkan mereka juga membuat masalah baru. Karena bisa saja orang disekitar mereka terganggu dan malah melakukan perbuatan kekerasan karena tidak setuju.

Cara paling baik buat orang yang lebih cinta negara orang lain, simbol orang lain, itu adalah mirip dengan cara memperlakukan orang yang kena Covid. Karantina. Isolasi. Bawa ke asrama dan paksa menginap selama minimal 2 minggu misalnya. Jangan polisi yang melakukan itu, tapi berikan tugas brainwashing ke ormas agama yang nasionalis seperti NU dan Muhammadiyah, karena mereka lebih mengerti bahasa agama.

Di asrama bisa dideteksi, seberapa akut dia. Lalu berikan cara-cara brainwashing sesuai level keakutannya. Ini adalah bagian dari deradikalisasi. Karena tanpa proses ini, wabah ideologi yang rusak seperti mereka bisa menyerang keluarga dan tetangganya juga.

Polisi, TNI, BNPT, BIN dan badan-badan negara yang memerangi terorisme sudah harus mendeteksi masalah ini sejak awal. Kalau dibiarkan, dan dilepas hanya dgn meterai, orang2 seperti ini hanya menyimpan bara dalam sekam. Ketika saatnya tiba, merekalah yang akan maju paling depan memerangi negara. Jangan nanti sudah akut, gak bisa disembuhkan, dan sudah mulai melukai orang, baru bergerak untuk menangkap.

Kalau di negara seperti Singapura misalnya, orang seperti ini pasti tidak akan bertahan lama. Karena pemerintah Singapura tegas dengan melabeli mereka teroris, untuk sementara. Nanti sesudah selesai di brainwash, dikembalikan lagi ke masyarakat dengan pengawasan penuh tentunya.

Tapi beda negara beda penangangan. Singapura bisa begitu karena dalam masalah ini, mereka tidak ada demokrasi. Indonesia ini liberal banget dalam masalah mabuk agama seperti ini.

Dalam situasi seperti ini, negara harus berfikiran seperti dokter. Cegah sebelum gerakan mereka membesar. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Seruput kopi pagi2 segar rasanya.

Selasa, 10 Agustus 2021

BADUT-BADUT JAKARTA

Ilusttrasi Badut
Ilustrasi Badut
Ada 3 tipe politisi yang terlihat wajah aslinya disaat pandemi ini..

Tipe pertama adalah tipe pekerja atasi pandemi.

Politisi seperti ini memang niat menjadi pejabat untuk mengabdi. Mereka bekerja keras meski dicaci kanan kiri. Semua orang menuntut dia sempurna, tapi tipe seperti selalu mengambil pelajaran dari setiap masalah. Orang seperti ini yang kita butuhkan supaya negeri ini akan menjadi negeri yang besar suatu hari..

Yang kedua adalah tipe penari di tengah pandemi.

Tipe politisi seperti ini sangat berbahaya. Mereka oportunis, suka memanfaatkan musibah untuk kepentingan dirinya. Mereka sebenarnya gak penting, apakah pandemi membuat rakyat menderita. Yang penting, bagaimana dia bisa tampil sebagai pahlawan supaya rakyat terpesona. Coba kasih dia jabatan, dia akan merampok sampai semua rakyat ubanan.

Yang ketiga adalah tipe pesolek di atas pandemi.

Tipe seperti ini adalah tipe politisi yang tidak punya kemampuan sama sekali. Mereka diberi jabatan pun tidak akan bisa menjalankan. Karena tidak punya prestasi, mereka mendandani dirinya dengan kosmetik tebal supaya tampak serasi. Yang penting cantik, supaya orang mengagumi. Wajahnya dimana-mana. Nafsu berkuasanya besar, tapi akalnya kurang. Tipe seperti ini akan mudah ditunggangi oleh politisi dengan tipe penari diatas pandemi.

Orang bilang kesulitan itu musibah. Tapi jarang orang melihat kesulitan itu sebenarnya adalah cara Tuhan menunjukkan kepada manusia, siapa dirinya yang sebenar-benarnya..

Ada lagi sih, tipe tukang ngopi. Tapi ini bukan politisi. Dia suka dari kejauhan mengamati. Sambil ketawa melihat banyak politisi yang seperti pelacur. Cantik disaat sinar remang dan baru terlihat bopeng ketika ada matahari..

Seruputttt....

Sabtu, 07 Agustus 2021

SELAMAT JALAN, ORANG BAIK

dr ita
dr Ita
"Siapa yang tahu bagaimana cara menghubungi dr Lie Dharmawan?". Aku menulis di sebuah status sesudah mendengar kapal apung dr Lie karam. Aku ingin ikut membantu dokter yang budiman itu. Entah bagaimana caranya, aku hanya ingin ikut serta.

Tidak menunggu lama, DM di medsosku menyala. "Halo, Denny. Saya Ita, asisten dr Lie. Ada yang bisa kubantu?" Ah, senangnya. Lalu kami bertukar nomer wa. Dan kami mengatur cara bagaimana supaya donasi untuk kapal apung dr Lie mengalir.

Kami sama-sama tidak menyangka, donasi itu bisa tembus hampir 40 miliar dalam waktu kurang dari sebulan. Kami sama-sama bersyukur, dokter Lie bisa melanjutkan mimpi kemanusiaannya kembali.

"Aku pengen bikin film dokter Lie.." kataku ke kak Ita Sugito. Dia teriak senang. Itu mimpi lamanya, katanya. Kak Ita adalah seorang pekerja kemanusiaan. Dia tentu ingin misi dan mimpi mereka bisa diketahui banyak orang.

Lama kami tidak bersapa pasca donasi itu. Dan ketika aku sudah siap untuk membuat mimpinya menjadi nyata, ku wa dia. Dia tidak menjawab. Kutunggu beberapa hari, dia tetap tidak menjawab.

"Apakah dia marah? Apa aku menyinggungnya?" Aku jadi gelisah. Aku tidak bisa hubungi dokter Lie, karena selama ini aku bicara dengan beliau lewat kak Ita.

Dan siang ini, aku baru tahu, kak Ita kemarin meninggal sesudah beberapa hari berjuang melawan Covid. Sedihnya diriku. Aku kehilangan orang baik itu..

Kami bahkan belum pernah bertemu muka. Padahal kami janji, sesudah PPKM selesai, kita akan ngopi bersama..

Selamat jalan, kak Ita. Upahmu besar di surga. Selamat jalan, orang baik. Namamu akan selalu dikenang.

Jumat, 23 Juli 2021

HATI-HATI, MEREKA MULAI MAINKAN DEMO LAGI

HATI-HATI, MEREKA MULAI MAINKAN DEMO LAGI
Ilustrasi Demo
Saya sudah mendengar desas desus untuk menurunkan Jokowi disaat pandemi ini, sudah lama..

Sejak awal pandemi dan mereka memaksa lockdown, saya sudah memprediksi bahwa seruan lockdown itu hanya jebakan saja. Lockdown akan membuat ekonomi kita terjerat dan yang kena dampak langsungnya adalah rakyat kecil. Dan rakyat kecil yang lapar ini akan digerakkan untuk melakukan demo besar yang ujungnya adalah keributan.

Pemaksaan lockdown itu bukan karena mereka peduli kesehatan. Bukan. Tapi hanya strategi utk bisa memainkan langkah politiknya. Mereka tau, kalau masalah banyak yang mati kena Covid, rakyat tidak akan bisa diajak bergerak. Tapi kalau sudah urusan perut, hmm.. sulut saja apinya. Kebakar semua.

Catat aja, partai mana yang diawal-awal sibuk dengan teriakan lockdown. Itulah ularnya..

Dan disaat PPKM darurat ini, mereka mulai lagi memainkan genderangnya. Ramai ajakan untuk turun ke jalan menolak PPKM darurat. Mereka nanti akan menyamar jadi mahasiswa, driver ojol, jadi pedagang kaki lima, jadi rakyat kecil yang lapar dan butuh makan. Tapi mereka itu sebenarnya adalah gabungan dari HTI, FPI, oposisi dan pengangguran yang suka keributan karena dibayar seperti kelompok Anarko.

Perhatikan pola mereka. Demonya akan berlangsung di Jakarta. Tapi pesertanya biasanya bukan orang Jakarta, tapi orang yang dimobilisasi dari kantung-kantung radikalis di daerah Jabar.

Jadi hati2 para pedagang kecil, jangan mau dimanfaatkan nama kalian oleh mereka. PPKM akan dilonggarkan tanggal 26 Juli nanti, dan sudah bisa gerak mencari uang lagi meski belum sesempurna waktu belum ada pandemi.

Sebarkan berita ini kepada orang terdekat, di wa grup keluarga,  supaya jangan mau diprovokasi untuk turun ke jalan menolak perpanjangan PPKM darurat. Percayalah, dibalik demo penolakan itu, mereka sudah menyiapkan agenda licik yang sebenarnya, yaitu "Turunkan Jokowi.."

Seruput kopinya..

Selasa, 13 Juli 2021

Surat Untuk Pak Jokowi

PPKM
PPKM
Malam ini saya gak bisa tidur.. Baru saja saya membaca ada rencana pemerintah ingin memperpanjang masa PPKM darurat menjadi 6 minggu. Dan rencana itu sedang digodok, kemungkinan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Saya setiap hari aktif di medsos. Dan disana, selain berita kematian, saya juga sering membaca teriakan2 kawan yang sudah tercekik lehernya karena ekonomi mereka sudah hancur parah. Beras habis, listrik gak mampu bayar, tidak ada kerjaan, gak bisa jualan, ngaspal gada penumpang dan banyak lagi yang sulit saya ceritakan.

Belum lagi kalau saya baca DM saya. Banyak banget yang minta bantuan bahkan untuk makan. Trenyuh rasanya hati ini. Tapi harus bagaimana, saya bukan Superman.

Dan saya khawatir malam ini, betul-betul khawatir. Kalau PPKM darurat dilaksanakan 6 minggu lagi, rakyat kecil bisa gak tahan. Rakyat kecil lho ya, bukan rakyat kelas menengah apalagi kaya yang tiap bulan masih gajian. Rakyat kecil ini bekerja di sektor informal yang pendapatannya harian. Tiap hari pendapatan mereka berkurang. Dan adanya PPKM yang mirip lockdown ini, benar2 menghajar mereka sampai pingsan..

Pak Jokowi, malam ini saya meminta jika bapak bisa membaca tulisan ini, tolong PPKM darurat tidak diperpanjang. Kasihan orang2 kecil, pak. Mereka harus makan. Anak2nya kelaparan. Sudah berbulan2 mereka sabar dan nerima, jangan ditambah lagi penderitaan mereka. Memperpanjang PPKM darurat sama saja dengan membunuh mereka pelan-pelan.

Jangan terlalu didengarkan kelas menengah dan kaya yang sibuk teriak tentang ketakutan. Perut lapar itu bisa menakutkan, pak. Ketika ribuan perut lapar turun ke jalan, negara ini bisa chaos. Apa kepikir kalau ada yang ingin menunggangi situasi ini, pak ? Mereka yang terus mendesakkan supaya PPKM darurat diperpanjang, tapi punya maksud dibelakang supaya orang lapar berontak dan melawan.

Sudahlah, pak Jokowi. Sudahlah, pak. Beri nafas mereka yang sudah setahun lebih berkelahi dgn situasi. Covid tidak menakutkan buat mereka, tapi perut tidak mungkin tidak terisi. Longgarkanlah ikatan ini. Sesak sudah dada, pak.

6 minggu bukan waktu sebentar, pak. Banyak yang sudah tidak tahan lagi. Termasuk mereka yang terus menerus di garda depan membela kebijakan bapak mati-matian.

Pikirkanlah lagi, pak. Jangan sampai satu keputusan, berdampak serius ke depan. Semoga kita semua baik-baik saja dan tidak gampang termakan hasutan..

Salam secangkir kopi pahit ini.

Bantu sebarkan supaya tulisan ini sampai ke gedung istana, tempat para pembuat kebijakan yang mungkin tidak mengerti situasi di lapangan karena terlindungi oleh dinginnya AC ruangan..

Dokter Sakit Jiwa & Kadrun Jiwanya Sakit

dr Louis ditangkap
dr Louis ditangkap
Di sekitarku banyak banget yang gak percaya adanya Covid..
Lebih seram lagi, mereka menganggap Covid itu adalah konspirasi elit global. Dan lebih gila lagi, mereka anggap vaksin itu ditanami mikrochip supaya bisa memantau semua kegiatan mereka.

Saya cuman ketawa-ketawa aja kalo dengar teori2 konspirasi mereka. Yang lucunya, banyak dari mereka yang dulu juga percaya kalo Dimas Kanjeng bisa gandakan uang, Ningsih Tinampi bisa ngusir jin, Ratna Sarumpaet digebukin orang dan Sugik Nur adalah ustad !

Mereka percaya hal-hal seperti itu, tapi gak percaya kalau Covid itu wabah, mirip dgn wabah flu Spanyol di tahun 1918 yang merenggut nyawa 100 juta orang.

Saya sih gak perduli ya dengan orang yang tidak percaya Covid. Itu hak mereka sesuai dgn level kualitas pemikiran mereka. Tapi kalau ketidakpercayaan mereka itu mereka propagandakan dan membuat kebingungan banyak orang awam, itu beda masalah. Itu provokasi namanya. Dan provokator, disaat negara sedang perang dgn pandemi seperti ini, wajib ditangkap.

Jadi ditangkapnya dokter Lois, ahli kecantikan yang juga ngaku ahli virus sedunia, itu berita bagus. Kenapa ? Karena ada gelar dokter yang melekat padanya. Gelar itu bukan main-main, karena ada tanggung jawab moral padanya. Dan ketika dia bersuara, dia mewakili label didepan namanya. Bahaya. Dia membuat awam yang bukan dokter jadi bingung, mana yang benar ?

Sebenarnya, mudah melihat apakah dia benar2 dokter atau benar2 ustad. Jangan lihat gelarnya, tapi lihat kualitas ucapannya. Seorang ustad, namanya pengajar, pasti mengerti bagaimana bersikap karena penuh dgn ilmu agama. Tapi kalau ada ustad yang misuh2 jancuk, matamu picek, wah itu jelas bukan ustad. Mau dikasih gelar Gus ataupun Kyai, perilakunya jelas menunjukkan dia gak pantas.

Begitu juga si dokter Lois. Saya ketawa kalau baca status2nya, seolah hanya dialah dokter yang hebat sedunia. Bahkan mau bubarkan IDI segala. Dia bahkan halu bilang kalau Covid itu disebarkan lewat pesawat udara. Gila, kan ? Dari sini saja kita tahu kalo dia tidak ilmiah, lha kok banyak banget yang percaya hanya karena ada gelar dokter di depan namanya ??

Untung dia segera ditangkap. Kalau tidak, pemerintah akan sibuk hanya untuk melayani dokter dengan gangguan jiwa. Dan kalau tidak ditangkap, provokasinya itu akan mengganggu penanganan di lapangan.

Tapi dari kasus dokter Lois, saya lebih ketawa lagi. Dia itu sepertinya keturunan Tionghoa dan Kristen, lha kok yang percaya ma dia lebih banyak kadrunnya yang biasanya lidahnya enteng bicara kopar kapir itu ??

Tapi ya memang begitulah mereka. Wong Rocky Gerung yang atheis dan bilang kitab suci adalah fiksi itu dinobatkan sebagai ustad. Gak penting buat kadrun, yang penting orang2 itu berseberangan ma pemerintah, maka dia wajib dipuja-puja, kalau perlu dibuatkan patung segala dan disembah..

Benar juga kata Rasulullah Saw sebelum beliau wafat, "Umatku akan banyak di akhir jaman, tapi mereka seperti buih di lautan.."

Buih yang tidak pake logika, seperti kerbau dicucuk hidungnya, bodoh dan bebal juga egois tingkat dewa. Mereka akan tersapu ombak besar di akhir zaman, terkurung oleh kebodohan mereka sendiri yang gampang ditipu orang..

Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler