Selasa, 19 Mei 2020

Bahar, Si Raja Singa

Bahar
Patung Singa
Jakarta - Mungkin banyak yang belum tahu kalau Front itu sekarang ini lagi goyang. Ibarat gigi mau lepas, sedikit lagi tanggal..
Rizieq yang gak pulang-pulang melemahkan mental seluruh pengikutnya. Padahal dulu skenario "Imam Besar" ditujukan untuk merapatkan barisan mereka dan mengundang massa lain untuk ikut bergabung bersama.
Mirip-mirip apa yang dilakukan Ayatullah Khomeini waktu direpresi oleh Syah Reza Pahlevi di Iran tahun 1980an.
Tapi yang tidak disadari Rizieq dkk, Indonesia sekarang bukan Iran pada masa kekuasaan Reza Pahlevi. Bangsa Indonesia cukup puas dengan situasi ini, beda dengan Iran pada masa itu yang situasinya mirip ketika kita berada dibawah rezim Soeharto.
Nah kelamaan ditinggal, warga Front itu makin goyah. Sedangkan Rizieq sendiri sudah nyaman disana. Mungkin karena usia, mungkin juga udah patah arang sejak Prabowo kalah dan tinggalkan dia, nafsu berkuasanya perlahan2 pudar.
Dia sudah gak begitu perduli lagi dengan situasi di Indonesia, apalagi dengan Front yang pernah dia dirikan. Hidupnya sekarang murni dari sumbangan jamaah haji dan umroh yang datang.
Beberapa pejabat teras Front itu melihat ini sebagai situasi berbahaya. Apalagi pihak intelijen sudah menyusup dan memecah belah situasi dari dalam. Di dalam sana, mereka saling mencurigai dan bingung siapa kawan dan siapa lawan. Meski diluar tampak tenang, tapi sebenarnya ada keributan-keributan kecil, utamanya di perebutan siapa yang akan jadi pemimpin front itu.
Memang menggiurkan jika jadi pemimpin disana. Jamaahnya banyak, dan mereka siap berkorban harta yang ada. Siapapun yang jadi pemimpin pasti kaya, karena bisa "jualan" dengan memanfaatkan bargaining politik karena punya massa.
Untuk menjaga barisannya, kadang2 poster besar Rizieq dipasang di beberapa tempat sekedar untuk menguatkan. Tapi pengaruhnya gak besar. Situasi tetap rusuh. Persis seperti masa jahiliyah, dimana klan-klan di arab saling berebut pengaruhnya.
Bahar melihat peluang ini. Dia sendiri sebenarnya bukan anggota Front, hanya simpatisan. Kebetulan ada hubungan saudara dari Rizieq. Sejak di penjara, Bahar sudah mendengar bagaimana situasi di dalam Front.
Itulah kenapa dia menerima program asimilasi dari pemerintah, meski diawal dia menolaknya supaya kelihatan gagah. Bahar butuh panggung lebih besar dari sekedar jamaahnya saja. Dan menguasai Front itu adalah agenda terpentingnya dia.
Makanya ketika dia keluar, panitia sudah membangun acara besar dengan mempertontonkan Bahar ke depan publik. Tujuannya tentu untuk menambah moril dari anggota Front yang lagi luluh lunglai itu..
Orasi2pun dibikin membakar. Video disebarkan. Pesannya adalah "Inilah Rizieq muda. Ayo kembali bergabung dan bersatu !"
Yang Bahar tidak perhitungkan adalah, bahwa klan-klan didalam belum tentu setuju. Ada yang menganggap bahwa Bahar adalah ancaman bagi dia untuk menduduki jabatan penting. Maka dengan berbagai cara laporan pun diluncurkan dengan pesan, "Tolong dia dimasukkan lagi ke dalam.."
Makanya ketika polisi menangkapnya juga mudah, karena tidak ada konsentrasi massa untuk memuluskan penangkapan.
Dan itulah yang terjadi. Sejarah sejak lama sudah mengajarkan, bahwa musuh terbesar sejatinya bukan ada di luar, tapi justru ada di dalam. Semua itu selalu berujung pada kekuasaan dan uang.
Kasihan sebenarnya Bahar, yang dijuluki pendukungnya si Raja Singa itu. Mirip nama penyakit kelamin. Dia masih terlalu muda dan hijau untuk paham, bahwa politik itu kejam.
Bahar tentu tidak mengerti bagaimana dia bisa masuk penjara lagi, yang dia tahu malam ini dia tidur sendiri lagi. Tanpa teman. Sorak sorai itu hilang, yang tinggal hanyalah mahkota tanpa kekuasaan..
Seruput dulu kopinya.. Boleh saya merokok dulu sebatang ?
Nb :
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Begitu juga patung singa dibawah.

Senin, 18 Mei 2020

JARI JARI ISTRI TNI

Hina Pemerintah
Berita Istri TNI Berulah
Jakarta - Sejak dengan tegas mencopot seorang Dandim, saya jatuh hati dengan KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa..
Tidak mudah bagi institusi sebesar dan setutup TNI untuk membuka "aib"nya ke publik, karena bagi TNI kehormatan korps yang sering disebut jiwa korsa adalah segalanya. Dan itu berarti melindungi nama institusi dengan berbagai cara.
Tapi Jenderal Andhika dengan berani mendobrak tradisi itu, dengan mengumumkan pencopotan Dandim Kendari, hanya karena ulah istrinya yang memposting konten negatif terhadap penusukan Wiranto waktu itu di media sosial.
Apa yang dilakukan Andhika Perkasa melahirkan rasa hormat pada TNI dari kalangan sipil, karena itu seperti pengakuan terbuka dari TNI sendiri bahwa ada anggota mereka yang "salah jalan". Meski pasti yang dilakukannya juga menimbulkan ketidaksukaan dari kalangan internal TNI sendiri.
Dan hari ini, satu orang anggota lagi jadi korban gara-gara ulah istri yang tidak tahan mencurahkan isi hatinya di medsos. "Semoga rezim tumbang sebelum akhir 2020" katanya.
Jelas pernyataan ini adalah sebuah blunder, karena biar bagaimanapun TNI adalah bagian dari pemerintah juga. Jika sang istri berharap pemerintah sekarang tumbang, berarti termasuk TNI juga
Pernyataan sang istri itu viral di media sosial dan kembali menampar TNI sebagai institusi. Jenderal Andhika marah lagi, lalu menghukum suaminya dengan penahanan 14 hari karena tidak mampu "mengendalikan" sang istri. Mungkin istri anggota tersebut belum tahu, kalau dirinya sudah melekat jadi satu dengan jabatan suaminya.
Tentu apa yang dilakukan Andhika Perkasa ini bukan tanpa alasan atau sekadar gagah-gagahan, tetapi upaya kerasnya untuk mendisiplinkan dan menyatukan kembali TNI dalam satu komando barisan. Bahaya kalau anggota TNI terpisah-pisah dalam ideologi dan kepatuhan. Bisa kacau nanti negara..
Dan ini PR besar. Sejak negeri ini dipimpin seorang sipil seperti Jokowi, saya mendengar memang banyak ketidakpuasan internal TNI sendiri. Apalagi ketika politik pecah belah mulai berjalan saat kampanye.
Ingat mantan Danjen Kopassus yang ditahan karena penyelundupan senjata pasca Pilpres kemarin? Dia juga melibatkan personel militer aktif utk menuntaskan niatnya.
Merapatkan barisan pasca terbelah duanya masyarakat sesudah Pilpres, bukan hal mudah. Ini perlu penggodokan lagi, bukan hanya pada suami sebagai anggota, tetapi juga istri yang tergabung dalam Persit bahwa mereka adalah "alat" pemerintah.
Bukan malah jadi lawannya..
Apa yang dilakukan KSAD Jenderal Andhika Perkasa, harus didukung penuh. Bahaya untuk negara kalau TNI dibawa-bawa dalam politik. Kalau perlu, Presiden harus bawa KSAD ke tempat yang lebih tinggi dalam jabatan Panglima, untuk melakukan tugas besar itu.
Saya hanya mau titip saja sama pak KSAD..
"Pak, awasi juga ustad-ustad dan pengajian disekitar anggota dan istrinya. Mungkin saja, disanalah awal mula masalah.."
Puasa dulu, libur seruputnya..

Gratis, Pak. Semua Dibayar BPJS

BPJS
BPJS
Jakarta - Kalau pengen dengar kisah-kisah yang menyentuh hati, tulislah tentang BPJS..
Maka seabrek pengalaman orang yang menggunakan, akan mengelus hati kita yang keras. Mulai dari yang cuci darah, sakit jantung, diabetes sampai urusan patah kaki, mereka dengan berlinang airmata akan memberikan pengalamannya.
Bukan pengalaman sakit, tetapi pengalaman saat mereka harus berhadapan dengan tagihan ratusan juta rupiah, yang pasti tidak akan mampu ditanggung. Dan ketika pada akhirnya pihak RS berkata, "semua sudah dibayar BPJS.." luruhlah semua kesombongan di dada.
BPJS benar-benar sosok malaikat yang ada di bumi. Mungkin apa yang saya katakan ini berlebihan, tapi tanyalah pada mereka yang pernah menggunakan. Merekalah saksi2 mata yang sebenarnya. Bukan Fadli Zon, bukan Din Syamsudin, apalagi Agus Yudhoyono yang sejak kecil sudah bergelimang dengan kelebihan.
Saya tahu, tidak gampang seorang Jokowi harus menandatangani kenaikan iuran. Dia pasti paham beban berat yang harus ditanggung rakyat. Tapi kalau iuran tidak dinaikkan, maka BPJS -sang malaikat penolong itu- akan runtuh karena beban yang terlalu berat. Defisitnya sampai belasan triliun rupiah setiap tahun.
BPS tentu tidak sempurna. Ia dibuat baru-baru saja, dan sistemnya terus menerus dibenahi sampai ketemu model yang terbaik. Tapi tentu itu tidak mengurangi kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan, terutama pada orang2 yang pernah ditolongnya.
Dan dibalik BPJS, ada kita, ada anda, yang paham bahwa ini model gotong royong di bidang kesehatan. BPJS bisa dibilang sebuah wadah kebaikan tempat kita menabung amal, disaat kita sedang sehat dan berkecukupan.
Ini seperti arisan berantai, dimana yang menarik arisannya adalah mereka punya masalah kesehatan dan tidak punya uang. Dan kita berdoa, jangan sampai kita yang menarik arisannya, karena itu berarti kita sedang punya masalah besar.
Tetapi kalaupun itu yang terjadi, kita sudah merasa aman karena ada saudara2 kita yang sudah ikhlas menyisihkan pendapatannya setiap bulan untuk menolong kita membayar tagihan..
Bersyukurlah pada Tuhan, karena kita masih ditempatkan pada sisi orang yang membayar iuran, bukan pada sisi orang yang menggunakan.
Mungkin kelak, ketika tiba waktu kita menggunakan karena harus cuci darah dengan tagihan ratusan juta rupiah, tubuh kita akan jatuh terduduk, dengan airmata berlinang dan mengucap syukur sedemikian banyaknya, ketika pihak RS berkata,
"Gratis, pak. Semua sudah dibayar BPJS.."
Seruput kopinya, kawan..

KESAL MA BPJS?

BPJS
BPJS Kesehatan
Jakarta - BPJS itu jangan diliat sebagai beban, anggap aja sebagai bagian sedekah tiap bulan.
Kita membayar untuk rasa syukur, karena tidak pernah memakainya. Kalau pun nanti kita akhirnya harus memakai, kita sudah punya pengaman.
Gua dulu juga begitu, menggerutu.
Tapi sesudah melihat seorang teman yang bapaknya cuci darah dan terbantu sekali dengan BPJS, jadi bersyukur. Setidaknya gua punya andil membantu dia dan keluarganya meringankan masalahnya. Akhirnya gua setiap bulan dgn senang hati bayar iuran.
Kalau ga sanggup di kelas 1 ya turun kelas 2. Gak sanggup juga ? Turun kelas 3. Namanya juga sedekah, ya sesanggupnya...
Jadi gitu. Ribut gada gunanya. Lebih baik dengerin cerita orang2 yg terbantu banget dgn BPJS, biar kita punya sedikit empati.
Kalau kita ikhlas menolong orang yg kesusahan, kelak kita juga akan ditolong orang ketika sedang kesusahan. Oke ?
Tolong gambarnya disingkirkan. Gak baik diliat terus, apalagi lagi puasa. Entar ngiler, Jokowi lagi yang salah.

Rabu, 13 Mei 2020

Kambing Hitam Anies Baswedan

Anies Baswedan
Foto Anies Baswedan
Jakarta - Saya punya teman mirip ma Anies Baswedan.. Dia itu sebenarnya gak bisa kerja, tapi kalo teori pintar. Kalau dengar omongannya berasa semua keren dan masuk akal.
Nah, ketika kemudian saya dan beberapa teman sepakat, "Oke, kalau gitu you yang kerjain ya..". Dan baru kami tahu kalau perkara eksekusi itu gak segampang cocot bicara.
Seorang eksekutor itu harus punya kemampuan manajerial, kemampuan mendelegasikan pekerjaan dan kemampuan mengendalikan pelaksana pekerjaan. Dan ini tidak bisa dipelajari dengan teori di buku, ini harus diasah di lapangan.
Masalahnya temanku ini tidak mau mengakui kalau dia tidak mampu. Dia terus berkelit dengan menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi bahkan menyalahkan pekerjaannya.
Semua dia salahkan, bahkan sampai dia menyalahkan kami yang kasih dia kerjaan. Lha, kok kami yang kasih kerjaan disalahkan ? Aneh, kan ?
Alhasil, hancur semua bisnis. Semua tidak gerak dan tidak terkoordinasi. Kami nyesal, karena dulu terpesona dengan mulut manis dan segala teorinya. Akhirnya usahanya bubar.
Lama gak ketemu, kami dengar kalo teman yang mirip Anies Baswedan itu jadi pengajar. Kami semua senyum, memang tempatnya disitu. Ternyata memang ada perbedaan besar antara teori dan praktek di lapangan.
Tapi setidaknya waktu itu kami dapat pelajaran, bahwa ketika mau berinvestasi itu jangan selalu melihat "apa" yang dikerjakan, tapi juga "siapa" yang mengerjakan. Kami belajar untuk berinvestasi pada "orang".
Jadi bukan salahnya Anies kalau dia kacau balau. Salahnya ada para pemilihnya yang mudah tertipu dengan kata manis, tanpa melihat latar belakang apa yang pernah ia kerjakan.
Dan seperti teman saya, Anies akan selalu begitu, sibuk menyalahkan siapa saja yang harus dia salahkan, kecuali dirinya sendiri.
Sama seperti ketika dia menyalahkan pemerintah pusat ke media Australia.
Paling kalau dia merasa, "ah, kayaknya gua salah nih.." dia langsung jalan-jalan ke Ragunan. Mungkin cari inspirasi, selain kambing hitam, binatang apa lagi yang bsia dihitamkan..
Selain dia tentunya..
Seruput dulu ah, mumpung masih malam..

TIPS NAIK PESAWAT SAAT CORONA

Naik Pesawat
Pulang Kampung Saat Corona
Jakarta Hari ini penerbangan dibuka lagi. Kebetulan saya pake Citilink dan enaknya baru 11 penumpang aja.
Tapi ampuuunn, dokumen yang harus diisi banyak banget. Dari Kemenkes aja 2 dokumen, dari maskapai 1 dokumen, kemudian antriannya hampir 2 jam. Kaki pegel.
Kelihatannya pemerintah belum siap, sehingga administrasinya agak ribet. Saya jadi mirip kaum Yahudi yang antri seperti di film "Schindler list"
Untuk yang mau terbang, tolong dicatat ya apa yang harus dipersiapkan..
1. Siapkan dokumen perjalanan dinas yang ditandangani Direksi. Kalau kamu niatnya mudik, pasti diusir. Jangan main-main..
2. Rapid test, itu syarat utama dan harus negatif. Cek tanggal rapid test, harus berlaku maks 7 hari dari pemeriksaan sampai terbang. Rapid test yang murah, pake aplikasi Klik Dokter cuma Rp. 100 ribu, drive thru lagi.
3. Beli tiket PP, wajib.
Semua dokumen di print ya..
Nanti di bandara dikasi dokumen2 lagi yg harus diisi dan diperiksa oleh Dokter. Bawa pulpen. Sediakan waktu minimal 3 jam sebelum keberangkatan, karena antrinya puanjangggg bangett.
Gile, kaki pegel banget. Mbok ya, lebih ringkes gitu pak Terawan. Satu dokumen aja untuk semua cukup. Selamat jalan..

Mau Berapa Lama Lagi Dalam Hidup Ketakutan?

Ilustrasi Korban PHK
Ilustrasi Korban PHK
Jakarta - Mungkin banyak yang belum tahu... Dunia sekarang menghadapi tsunami resesi ekonomi. Di Amerika sudah 33 juta orang kena PHK. Di China ada 80 juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 juta pekerja terancam PHK.
Badai Corona ini membuat Amerika harus berhutang 46 ribu triliun rupiah. Sebagian besar hutang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan2 yang mulai rontok bersamaan.
Eropa sendiri menggalang dana hampir 2 ribu trilyun rupiah, untuk menyelamatkan ekonomi mereka.
Jadi jangan anggap remeh resesi ekonomi kali ini. Karena seperti kita pernah obrolkan dulu, virus membunuh beberapa orang tetapi resesi ekonomi bisa menghancurkan sebuah negara.
Inilah masa-masa menakutkan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, ekonomi hancur, orang ketakutan. Dan dampak besarnya adalah jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Para pengusaha di Indonesia bahkan sudah warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni saja. Kalau Juni mal-mal masih tutup, kantor-kantor gak boleh kerja maka banyak perusahaan bangkrut. Dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh dana ribuan triliun rupiah. Hancurlah kita..
Jadi kita harus paham kenapa Jokowi harus melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus Corona ini. Kita tidak bisa hidup dalam ketakutan terus, harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi perekonomian kembali
Itulah kenapa transportasi publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah-sekolah harus kembali aktivitas. Kantor mulai bergerak.
Dan untuk sekarang, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid, sudah mengumumkan bagi warga yang berusia dibawah 45 tahun, boleh kembali beraktivitas. Pertimbangannya, karena selama ini yang rentan akan dampak Corona adalah mereka yang berusia diatas 45 tahun.
Pasti banyak yang mencaci, "Wah, kok pemerintah seenaknya saja. Bagaimana kalau nanti angka tertular Corona jadi meninggi ??"
Percayalah. Lebih mengerikan melihat statistik jumlah orang yang di PHK, daripada statistik jumlah orang positif Corona sekarang ini. Yang ribut biasanya kelas menengah yang hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya gak akan bisa ditahan.
"Berdamailah dengan Corona.." Kata Presiden beberapa hari lalu.
Ya mau tidak mau, kita harus realistis dan menatap ke depan bahwa kita sekarang harus membangun benteng2 besar supaya tsunami resesi tidak masuk ke halaman, daripada sibuk mengutuk gempa Corona yang kemarin datang..
Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan?
Seruput kopinya, kawan.. Jalan semakin terjal di depan.

PARA PENJUAL AYAT

Film Hollywood
Film Hollywood
Jakarta - Sebelum buka tadi, saya iseng nonton lagi film Hollywood lama berjudul Mississipi Burning. Ini mungkin yang ke 30 kalinya saya nonton film ini, keren sih..
Film lama ini bertema "peperangan" rasial antara kulit putih dan kulit hitam di Mississipi, Amerika. Film ini sebenarnya adaptasi dari kisah nyata di tahun 1964, saat ada 3 orang aktivis sosial dibunuh oleh kelompok kulit putih rasis yang tergabung dalam Ku Klux Klan.
Menarik karena saya baru sadar, apa yang terjadi di tahun 1964 di Mississipi, mirip dengan yang terjadi di Indonesia sekarang.
Kelompok Ku Klux Klan atau KKK, mendasarkan pemisahan ras antara kulit hitam dan kulit putih karena -menurut mereka- kitab suci mengajarkan itu lewat kitab kejadian 9 ayat 27. Dan itu diajarkan di sekolah dan gereja mereka sejak usia 7 tahun, sehingga tumbuh orang yang fanatik pada rasnya.
KKK yang beragama Kristen Anglo Saxon, selain menolak kulit hitam, juga menolak Yahudi karena sudah membunuh Yesus dan Katolik karena berasal dr Roma. Tetapi yang paling mereka benci, ya kulit hitam itulah. Dan itu bisa mereka lakukan, karena mereka merasa merekalah mayoritas disana.
Mereka bukan hanya membenci. Mereka juga menindas, membakar rumah dan gereja orang kulit hitam, juga membunuh mereka jika ada kesempatan.
Pada sisi ini, saya merasa tertohok karena mirip sekali dengan yang terjadi di Indonesia, meski dengan agama berbeda.
Di negeri ini, konsep pribumi selalu digaungkan oleh banyak orang yang merasa lebih berhak dari ras lainnya. Padahal itu sebenarnya untuk menutupi kemalasan mereka saja.
Selain itu, ayat-ayat juga dikeluarkan untuk menjustifikasi kebencian mereka. Ustad-ustad dadakan dan mualaf karbitan juga memainkan peranan dengan membakar sentimen agama, karena kalau bicara keilmuan mereka sangat kurang.
Tapi di film Mississipi Burning ada juga kelompok yang menolak pemisahan warna kulit itu. Merekalah yang membuka kelakuan bejat KKK dan membongkar pembunuhan yang dilakukan mereka.
Mirip dengan di Indonesia, ada orang seperti saya, anda dan banyak warga lainnya yang toleran dan menolak kebencian atas nama suku, ras dan agama.
Pada akhirnya, di semua agama, semua suku dan semua ras, tentu ada orang-orang bodoh dan fanatik yang suka memaksakan kehendaknya.
Jadi kita tidak bisa menyalahkan sesuatu atas apa agamanya, karena semua manusia bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya..
Dialog yang keren dari film itu, "Kebencian tidak dilahirkan, dia diajarkan.."
Kalau sepakat, mari kita seruput kopi dulu..

Minggu, 10 Mei 2020

Kenapa Mc Donald Harus Pergi dari Sarinah?

Mc Donald Sarinah
Mc Donald Sarinah
Jakarta - "Saya punya tamu dari luar negeri, gak tahu mau dibawa kemana. Kita tidak punya tempat yang bisa menggambarkan ini Indonesia. Kita harus punya satu, dimana tamu bisa melihat ini budaya kita, produk kita dan semua tentang kita.
Begitu sepenggal pernyataan Jokowi, yang saya dengar dari seorang teman yang kebetulan dekat dengannya. Jokowi resah dengan Indonesia yang sudah kehilangan keIndonesiaannya, yang dia bahkan tidak bisa memamerkan kekayaannya.
Inspirasi itu memang datang dari Soekarno, Presiden pertama RI. Soekarno waktu itu punya keresahan yang sama, negeri ini harus punya satu tempat untuk memamerkan kekayaan negeri ini. Oleh karena itu, dibangunlah Sarinah, mall pertama dan tertua di Indonesia.
Ya, Sarinah mau dikembalikan lagi ke konsep awalnya, tempat memamerkan produk UMKM khas Indonesia. Disana harus Indonesia semua. Makanya Mc Donald tidak boleh ada disana, karena mereka tidak bisa merepresentasikan negeri ini. Kecuali mereka mau dagang kopi Indonesia.
Sejak negeri ini dipimpin Soeharto, Sarinah sudah bergeser dari fungsi awalnya. Ruangnya diperjualbelikan supaya yang megang dapat cuan. Mereka tidak paham ruh awalnya, hanya sibuk memenuhi kantung pribadinya saja.
Beruntunglah kita punya seorang Jokowi.
Dialah yang memelihara mimpi-mimpi besar Soekarno. Mulai dari keinginan menjadikan Indonesia mandiri dan maju, sampai ke hal yang kecil seperti mengembalikan Sarinah.
Jokowi memang bukan anak biologis Soekarno, dia adalah anak ideologisnya.
Kelak, ketika renovasi selesai, para tamu luar negeri akan selalu dibawa ke Sarinah, dipamerkan kekayaan Indonesia dengan penuh kebanggaan.
Sarinah adalah simbol. Dan simbol itu harus terus dipegang, karena itulah jati diri kita sebenarnya.. Seruput kopinya..

Sabtu, 09 Mei 2020

Partai Nyonya Besar

Partai Nyonya Besar
Foto Film Kungfu Hustle
Jakarta - "Dalam waktu 3x24 jam, kami minta Denny Siregar untuk menghapus twitnya, atau kami akan membawa ini ke ranah hukum.."
Begitu pernyataan juru bicara sebuah partai yang dulu besar, di depan wartawan dengan gagahnya.
Hari itu hampir semua petinggi partai "keluar kandang" dan langsung menyerang, karena nyonya besar ngamuk sampe mau ngulek cabe karena merasa anaknya disentil.
Sehari sebelum konpers, saya dengar grup WAG beranggotakan para petinggi partai itu ribut. Pro kontra terjadi, apakah mereka harus melaporkan atau tidak.
Sebenarnya ada beberapa yang mencegah, tapi suara mereka tenggelam ditengah gemuruh petinggi lain yang ingin mencari muka ke atasan. Mereka berlomba-lomba menyerang lewat twitter menyuarakan dukungan pada nyonya besar.
Kegiatan "cari muka" inilah yang jadi blunder terbesar partai itu, karena pada akhirnya mereka tercatat dalam sejarah bagaimana sebuah partai harus melawan satu orang warga biasa, yang bahkan tidak punya kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan untuk melawan mereka.
Bayangkan, mereka berada pada posisi maju kena mundur kena. Kalau menang, malu. Kalah, lebih malu. Jadinya stuck ditengah-tengah, tidak tahu apa yang diperbuat.
Satu orang mantan petinggi, mencoba membuat tulisan panjang untuk menjelaskan posisi partai mereka. Tapi yang baca cuman puluhan orang, itupun mungkin kader2nya mereka saja. Sudah kadung kehilangan muka, seranganpun membabi buta.
Akhirya saya paham, kenapa si partai itu pengaruhnya terus turun setiap pemilu. Dulu berjaya di angka 20 persen, turun 10 persen, sekarang di 7 persen, hampir gagal masuk Senayan.
Ternyata karena petinggi-petinggi mereka tidak taktis, sibuk pencitraan, terlalu gemuk dan lamban, arogan, merasa masih jadi pemenang. Padahal dunia berubah, mereka tidak mampu beradaptasi dengannya.
Ditengah kompetisi ketat ini, kemungkinan besar 2 kali Pemilu lagi, partai ini tinggal sejarah. Itu karena sejak dulu langkah mereka adalah langkah peragu, mau ke kanan mikir, ke kiri nambah mikir.
Akhirnya berdiri ditengah-tengah tanpa kawan. Maksud hati mau main dua kaki, apa daya tak ada yang mau dipijak lagi.
Batas waktu 3x24 jam berakhir hari ini. Kita lihat saja, apakah mereka tetap jadi peragu seperti biasanya dan hanya gagah di konperensi pers saja, atau mencoba melawan dengan sisa-sisa tenaga yang ada..
Kita tunggu saja, sambil seruput kopi. Ah, nikmat sekali..

Rabu, 06 Mei 2020

Surat Terbuka untuk Partai Demokrat

Denny Siregar
Denny Siregar
Jakarta - Jujur sejak awal saya tidak paham apa yang dipermasalahkan Annisa Pohan dan Partai Demokrat..
Kalau dituduh saya membully seorang anak, mereka juga tidak menunjukkan bukti bullyan seperti apa. Apakah saya membully fisiknya? Atau bully isi tulisannya? Atau bully bahasa Inggrisnya?
Tiba-tiba aja, seperti angin topan saya dituding membully anak. Padahal twit saya jelas-jelas saya tujukan kepada Demokrat yang sibuk dengan narasi lockdown dari bapak, ke anak, trus ke cucu dan bisa juga ke cicit. Bukan bully anaknya.
Itu framing jahat..
Lalu saya katanya mau dilaporkan ke Bareskrim. Eh, laporan ditolak karena gak memenuhi bukti kuat. Demokrat balik badan, lalu bikin narasi ancaman, dalam waktu 3x24 jam saya harus hapus twit saya itu.
Ketika saya bilang, "Silahkan ke jalur hukum.." mereka teriak, "Lha, anda nantang?" Gimana sih? Masak menghormati hak orang mau somasi, dibilang nantang.
Sebenarnya saya tidak mau memperpanjang masalah ini, karena saya harus paham reaksi ibu seperti Annisa Pohan yang gak paham politik. Tapi kayaknya karena dia ngamuk, orang-orang Demokrat langsung cari muka supaya dianggap loyal. Hihi..
Kenapa saya bersikeras tidak mau menghapus cuitan dan siap berhadapan dengan mereka di jalur hukum?
Bukan saya berani atau sok berani.
Pertama, karena saya tidak salah.
Kedua, karena saya ingin menghajar kearoganan mereka.
Jangan mentang-mentang sebagai partai kaya dan pernah berkuasa, jadi seenaknya mau menindas orang seperti saya. Saya tidak akan mundur dari tekanan apapun.
Ini juga biar jadi pelajaran buat kita semua, jangan pernah takut menghadapi ancaman jika kita benar.
Saya tidak dibekingi siapapun. Saya sendirian, mungkin jika perlu, saya didampingi pengacara yang siap pasang badan bukan karena uang, karena saya tidak mampu bayar mereka. Tapi karena dia juga punya prinsip yang sama dengan saya.
Mungkin saya seperti Daud melawan Goliath. Mungkin saya akan kalah dan masuk penjara karena saya tidak punya pegangan orang berkuasa.
Tapi ketika itu terjadi, saya tinggal bilang ke anak saya kelak, "Papa sudah melawan, nak. Sebaik-baiknya. Sehormat-hormatnya."
Salam secangkir kopi..

Selasa, 05 Mei 2020

SELAMAT JALAN, LORD DIDI

Didi Kempot
Didi Kempot
Jakarta - Dionisius Prasetyo. Itu nama asli Didi Kempot. Penyanyi campursari yang ngetop dengan lagu-lagu patah hati sehingga dia dijuluki The Godfather of Brokenheart. Dia adalah seorang Lord bagi banyak orang.
Penggemarnya pun menjuluki diri mereka sobat ambyar. Ambyar bisa berhati berkeping-keping. Sesuai dengan lirik-lirik lagu Didi yang bisa membuat hati pecah berkeping.
Bukan. Saya bukan ingin menulis tentang perjalanan ngamennya yang mulai dari bawah sekali. Saya juga bukan ingin menulis tentang bagaimana lagunya bisa membuat banyak orang patah hati.
Saya hanya ingin menulis, betapa indahnya kematian sesudah dia memberikan sesuatu kepada banyak orang.
Kurang dari sebulan lalu, Didi Kempot menggalang dana bersama Kompas TV untuk korban wabah Corona. Kamu tahu berapa yang terkumpul dalam waktu beberapa jam saja?
7,6 milyar rupiah, saudara.Begitu disampaikan Rosiana Silalahi. Dan tidak lama sesudah Didi memberikan hadiah bagi banyak orang, dia pun pergi meninggalkan kita. Seolah dia paham, bahwa dia tidak ingin pergi tanpa meninggalkan kebaikan, karena kebaikan itulah sesungguhnya bekal yang diperlukan.
Bukan rumah yang besar. Bukan mobil mewah. Bukan isi ATM bermilyar-milyar seperti yang sering dipamerkan artis-artis dadakan dengan bakat recehan.
Kehilangan Didi Kempot sama seperti kehilangan Glen Fredly. Dukanya mengiris dalam. Karena kita semua tahu, mereka bukan sekedar artis, sekedar musisi. Mereka adalah pejuang dengan apa yang mereka lakukan..
Ambyar rasanya hati ini mendengar kepergiannya yang begitu cepat.
Mungkin itu rahasia Tuhan. Seharusnya Lord Didi sudah dipanggil sejak lama. Tapi dia diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan besar, sebelum menghadap.
Dan doa-doa orang yang dibantunya, akan menjadi sayap yang mengantarnya pulang. Ke rumah asalnya.
Selamat jalan, mas Didi. Salam buat Glen saat kalian bertemu nanti.

Sabtu, 18 April 2020

LAGI KARTU PRA KERJA

Kartu Pra Kerja
Melamar Kerja

Jakarta - Saya nulis tentang "Kartu Pra Kerja" bagian pertama, seperti biasa ada yang nerima dan banyak juga yang maki.
Padahal cuman pengen kasih penjelasan supaya jgn salah paham, krn pemahamannya digiring ke arah yang salah oleh beberapa orang.
Tapi lumayan juga, dari komen-komen saya bisa tahu ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa saya jawab sedikit.
Saya terangkan dulu..
Kartu pra kerja ini awalnya didesain bekerjasama dengan banyak mitra offline seperti balai latihan kerja dan lain-lain. Tapi kemudian Corona menyerang, sehingga sistemnya harus diubah dengan konsep "berlatih di rumah".
Jadinya yang tadi offline, diubah online krn situasi.
Nah, yang siap online sementara hanya ada 8 mitra itu, bukalapak, ruang guru dll. Nanti ditambah lagi mitranya kalau mereka siap, yang penting kartu pra kerja ini jalan dulu karena banyak org butuh uang.
"Kenapa buru-buru diluncurkan?".
Karena situasi sulit sekarang, banyak orang butuh bantuan keuangan. Ingat ya, di konsep kartu pra kerja itu, setiap peserta pelatihan dapat Rp. 600rb/org setiap bulan selama 4 bulan. Ini seperti bantuan untuk bertahan hidup di situasi sulit ini.
"Enak dong 8 mitra tadi dapat uang gede 5,6 trilyun.."
Pelajari konsepnya. Perusahaan mitra tadi hanya sebagai mediator saja, mempertemukan para pelatih dengan orang yang akan dilatih. Paham, kan ?
Seperti ruang guru. Aplikasi itu mempertemukan guru dan murid. Bukan aplikasi itu yang pegang duit.
Jadi sebenarnya yang diuntungkan bukan perusahaan mitranya, tetapi para pengajar. Ada guru, ada wiraswatawan, ada montir dll. Mereka inilah yang jadi pengajar dan mendapat insentif dari apa yang mereka ajarkan.
Di situasi Corona ini, orang-orang praktisi itu juga kena imbas. Makanya uang yang dikucurkan untuk pelatihan itu juga berguna untuk para pengajar di pelatihan online itu.
Nah dengan kartu pra kerja ini, uang juga muter antara si pengajar dan org yang dilatih, sehingga mereka punya pendapatan masing-masing.
Mau jadi pengajar juga? Ya, hubungi perusahaan-perusahaan mitra itu supaya bisa dapat penghasilan sebagai pengajar.
"Kok saya susah daftarnya? Ini pasti ada kongkalikong.."
Kongkalikong lagi. Seneng banget pake kata itu. Biji lu kingkong..
Kenapa susah daftarnya?
Ya, karena awalnya kartu pra kerja ini didesain untuk memfasilitasi 7 juta orang yang masih nganggur. Tapi gara-gara Corona ini, yang nganggur nambah. Mungkin bisa 9 juta orang sekarang, dan terus nambah.
Gelombang pertama ini dibuka untuk 5,6 juta orang. Akan ada gelombang kedua yang disiapkan. Mitranya jg akan ditambah.
Jadi kalau gagal mendaftar, jangan marah-marah dulu. Namanya juga rebutan. Kalau ga lolos sekarang, tunggu gelombang kedua.
Oke, apalagi pertanyaannya? Nanya gratis kok, ini juga jelasin gada yang bayar, cuman pengen meluruskan supaya jangan jd fitnah.
Udah dulu ya.. mumpung kopi masih panas nih. Mau terima penjelasannya, silahkan. Ngga juga, silahkan..
"Bang, apa ada pelatihan jadi Wakil Presiden ??"
Coba tanya ma Wagub DKI. Dia pasti lebih paham..

Artikel Terpopuler