Sabtu, 10 April 2021

MUNARMAN PANIK

Munarman dan Najwa Shihab
Munarman dan Najwa Shihab
Saya baru aja nonton video mata najwa yamg dibagikan teman di grup WA.. Video itu potongan wawancara Najwa Shihab dengan Munarman, pentolan FPI yang sedang dalam sorotan karena hadir dalam pembaiatan ISIS tahun 2015 di Makassar. Di mata najwa itu, Munarman terlihat emosi karena merasa dijebak.

Munarman ngeles total. Dia bilang, kalau dia di acara Makassar itu berbicara tentang counter terorism didepan hadirin. Padahal dari judul acara di Makassar itu "Menegakkan Syariah Daulah Islamiyah" sudah jelas itu acara dengan maksud tujuan apa.

Di acara itu Munarman hanya salah satu dari 3 pembicara. Yang dua lagi adalah Fauzan al anshari dan M Basri.

Fauzan al anshari adalah ketua bidang di Majelis Mujahidin pimpinan Abu Bakar Baasyir. Udah jelas dong, tujuan acara itu apa ? Karena Abu Bakar Baasyir sendiri sudah berbaiat ke ISIS. Fauzan sendiri gak lama sesudah acara itu meninggal karena sakit.

Yang kedua adalah M Basri. Basri adalah napi nusakambangan yang ditangkap Densus 88 karena terlibat jaringan teroris dan otak percobaan pembunuhan Gubernur Sulsel tahun 2012. Basri juga akhirnya meninggal di ruang tahanan high risk, karena gagal jantung.

Dari dua pembicara yang sudah teridentifikasi teroris itu, kan lucu kalo Munarman sebagai salah satu pembicara gak tau itu acara apa ? Bohong lu gampang ketahuan, Man..

Munarman memang sedang panik. Dia benar2 terpojok dan sedang sibuk cari pembelaan sana sini. Bahkan kabarnya dia terus kontak para elit politik yang dulu jadi bohir FPI untuk cari perlindungan. Tapi mereka semua menghindar, cuci tangan. Buat mereka, Munarman harus dijauhi. Nomer hapenya pun di blok, karena takut dikait2kan dengan terorisme.

Munarman sendirian. Para anggota FPI yang dulu berbaiat di Makassar, sudah pada ditangkap Densus 88 dan bernyanyi tentang hadirnya Munarman.

Itulah kenapa Munarman bersedia hadir di acara Mata Najwa. Munarman ingin membentuk opini publik bahwa "dia tidak bersalah" lewat acara itu. "Daripada nanti disuruh klarifikasi di kantor polisi gada yang nonton, mending disini.." begitu pikirnya.

Sayang banget. Ternyata jalannya acara tidak sesuai yang diharapkan. Karena paranoid terus dikuntit polisi dari siang ampe dini hari, Munarman akhirnya meledak. Emosinya tidak terkontrol.

Dia sebenarnya pengen nangis disana, curhat tentang apa yang terjadi sekaligus mencari simpati. Tapi yang ada malah orang melihatnya semakin benci..

Untung saja gelas didepan, gak sampe disiramkan ke Najwa. Kalo terjadi, alamat viral berita dengan headline besar, "PEMIMPIN ISIS INDONESIA SERANG HOST DENGAN SENJATA SECANGKIR TEH PANAS".Untung gua penyeruput kopi..

Rabu, 07 April 2021

TAMAN MINI CENDANA INDAH

Foto Keluarga Cendana
Foto Keluarga Cendana
Tahun 1970, sesudah pulang berlibur ke Disnyeland di Amerika, bu Tien Soeharto punya ide "brilian".  "Bagaimana kalau kita bikin model yang sama di Indonesia?" Katanya.

Gak ada yang membantah bu Tien. Memang siapa yang berani membantah waktu itu? Bisa hilang dia.

Dan jaminan diberikan oleh Mendagri waktu itu Amir Machmud, "Percayalah bu Tien, semua aparat daerah akan saya kerahkan.." katanya dengan senyum mengembang.

Dan terwujudlah akhirnya Taman Mini Indonesia Indah di lahan 150 hektar di Jakarta Timur. Dananya gede banget, sekitar 5 trilyun lah dengan kurs sekarang. Dan publik marah, "Lha kita diperintah kencangkan ikat pinggang, kok enak sekali Soeharto buang-buang uang?".

Yah, namanya rezim Soeharto, dengan senyum misteriusnya, bilang, "Ah itu hanya perbedaan pendapat saja.." Tapi di lapangan, siapapun yang demo dihajar pake preman.

Lalu dibentuklah yayasan Harapan Kita untuk mengelola TMII itu. Yayasan itulah yang mengatur keluar masuknya uang yang -konon- tidak pernah disetor ke negara pendapatannya. Enak memang mereka. Taman Mini dibangun pake uang negara, diatas tanah negara, eh keuntungannya masuk kantong pribadi. Mana hutang pajaknya miliaran rupiah lagi..

Masalah ini tidak pernah ada yang mengusik, siapapun Presidennya. Jangan tanya SBY, dia lagi asik dengan banyak proyek lainnya. Ibaratnya, sesama bus kota dilarang saling menyenggol.

Baru dimasa Jokowi lah, masalah aset-aset negara yang dikuasai swasta ini di inventarisasi, kemudian dikembalikan ke negara lagi termasuk pengelolaannya.

Sesudah 44 tahun yayasan Harapan Kita yang mengelola TMII, yang mulai dari Pembina sampe anggotanya itu adalah keluarga Cendana, diusir oleh negara. "Dalam waktu 3 bulan, serahkan TMII ke negara.." kata Mensesneg Pratikno.

Situasi yang pas secara waktu, karena sebuah perusahaan Singapura juga sedang menggugat keluarga Cendana untuk menyerahkan aset di TMII. Entah perusahaan beneran, atau sebuah cara saja mereka kuasai TMII dengan pakai tangan perusahaan asing seolah-olah berpekara.

Ada yang ribut? Ada yang demo? Gak ada.

Kenapa? Karena "kaki tangan" Cendana para pasukan nasi bungkus itu, sudah dipreteli duluan oleh pemerintah, sehingga mereka gak bisa bikin ribut lagi di jalanan.

Cara yang keren, pakde. Sebelum skak sang Raja, sikat dulu benteng, menteri sama kudanya. Rajanya sekarang terpojok, gak tau mesti harus bagaimana.. Seruput kopinya?.

Minggu, 04 April 2021

FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 4: RENCANA RUSUH NASIONAL

Polisi tangkap Teroris di Condet
Polisi tangkap Teroris di Condet
Pasca Rizieq dipenjara dan 6 orang laskar FPI mati ditembak polisi, hampir semua personel FPI tiarap. Simpatisan yang biasa kumpul di Petamburan, pulang ke rumah. Mereka tidak mau terseret2 situasi yang semakin panas..

Tetapi laskar jihad FPI bentukan Munarman tetap menyala. Mereka merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

 

Baca Juga: FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 3: Densus 88

 

Husein al Hasny, seorang warga keturunan Arab yang tinggal di Condet Jakarta mengumpulkan beberapa personil FPI yang masih punya nyali. Hasny pangkatnya di FPI adalah Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia juragan tanah dan punya beberapa ruko di Condet yang dia sewakan.

Perintah dari "atas" keluar, "Bikin kerusuhan.."

Hasny kemudian menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul. Mereka membangun rencana untuk menyerang saat sidang Rizieq di Pengadilan. Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur.

Akhirnya mereka kumpul lagi dan berencana membuat bom molotov. Seorang anggota menyarankan untuk mengundang Zulaimi Agus, yang dia kenal bisa membuat bom. Zulaimi Agus warga Bekasi, bergabung di FPI baru tahun 2019. Dia bisa membuat bom jenis TATP atau triacetone triperoxide, hasil dari belajar di internet.

 

Baca Juga: 

FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 2: "RIZIEQ PULANG, MUNARMAN SIAP PERANG"

 

Sesudah Zulaimi Agus bergabung, dia banyak mengajarkan cara membuat bom TATP yang punya daya ledak tinggi, tapi sangat tidak stabil. Kena panas atau benturan sedikit, bisa meledak. Pernah sekali percobaan, bom itu disimpan di freezer dan hampir meledak. Untung cuma terbakar sedikit dan bisa disiram air.

Bom jenis TATP ini pernah dipakai waktu teror bom di Alam Sutera tahun 2015. Panggilan keren bom ini adalah Mother of Satan.

Meski juragan tanah di condet, Husein Hasny ini pelit. Dia tidak mau membiayai operasi ini dengan uangnya sendiri. Hasny punya majelis pengajian bernama Yasin Waratib.

Anggota pengajian ditarik duit atas nama infaq. Hasil infaq inilah untuk membeli bahan baku bom. Supaya komunikasi lancar, kelompok Hasny kemudian membuat grup WA. Dan bom itu mereka samarkan dengan nama "takjil".

Zulaimi berhasil membuat 5 bom TATP. Bom2 itu dia masukkan dalam kaleng susu. Selain itu, disiapkan juga ratusan bom2 pipa. Bahkan Hasny membeli air keras 1 jerigen, yang dia bagi2 dalam kantung plastik untuk disiramkan ke polisi. Rencananya, "senjata2" itu akan dibagikan ke DPC dan DPW FPI di Jakarta, untuk memulai serangan bersama.

Kapan waktu penyerangan ?

 

Baca Juga: FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 1: MUNARMAN

 

Disinilah hebatnya Munarman. Dia berhasil mengkondisikan sidang Rizieq Shihab supaya digelar offline. Sidang offline akan menarik massa, terutama dari simpatisan FPI untuk berkumpul di luar ruang sidang. Dan saat itu terjadi, serangan akan dimulai.

Bom2 TATP itu akan dipakai untuk diledakkan di luar gedung sidang dengan sasaran utama polisi yang bertugas. Bom lainnya akan diledakkan di "toko2 China". Ledakan2 besar di beberapa tempat itu diharapkan akan memicu para Lone Wolf untuk bergerak membuat kerusuhan dan menyerang aparat di jalan.

Persiapan untuk membuat kerusuhan besar seperti tahun 1998 dan waktu sidang Bawaslu Mei 2019 akan dimainkan. Api harus menyala besar, supaya chaos terjadi. Dan disaat itu terjadi, sudah ada "tim lain" yang akan memainkan agenda politiknya.

Persiapan sudah matang. Husein al Hasny, Zulaimi Agus dan teman2nya, sudah siap berperang. Bahkan mereka mengisi diri dengan ilmu kebal di Sukabumi. Tinggal tunggu waktu pengumuman kapan sidang Rizieq akan diadakan..

Tapi polisi bergerak lebih cepat. Sesudah jaringan FPI Makassar dilumpuhkan, informasi akan adanya serangan brutal dari FPI sudah didapat. Densus 88 terus memantau pergerakan Husein al Hasny dan kawan2. Dan pada waktu yang tepat, mereka semua digulung tanpa bisa melawan..

Cerita yang saya bagi dalam 4 seri ini tujuannya untuk memberikan pemahaman apa yang sedang terjadi sekarang. Saya mengumpulkan keping2 peristiwa dari mana saja, dan menyajikannya sebagai sebuah gambaran.

Kita patut berterimakasih pada jajaran Kepolisian dan TNI atas peran besar mereka mengungkap dan menggulung FPI, yang awalnya ormas preman biasa, tapi dalam perjalanannya disusupi dan dibangun untuk menjadi organisasi teror seperti ISIS atau Boko Haram di Nigeria.

Terorisme di negeri ini belum habis. Sel2 mereka, hasil baiat di perumahan Villa Makassar sudah menyebar kemana2. Tidak mudah untuk mendeteksi keberadaan mereka, karena sudah berbaur dengan masyarakat. Tapi minimal, daya hantam mereka sudah berkurang banyak.

Yang perlu kita tunggu sekarang adalah, kapan Munarman bisa ditangkap ? Dari semua jejak yang ada, peran Munarman terlihat sangat penting disana. Dialah King Maker sebenarnya. Semoga tidak lama lagi, polisi berhasil menemukan bukti kuat keterlibatannya.

Sudah ya, capek juga nulisnya. Mau seruput kopi dulu sambil memantau perkembangan situasi yang ada.. Seruputt....

Sabtu, 03 April 2021

FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 3: Densus 88

Densus 88 Polri Tangkap Teroris
Densus 88 Polri Tangkap Teroris
Minggu itu suasana misa berjalan dengan hikmad. Tiba2, BUM ! Sebuah bom meledak dari dalam Gereja Katedral. 27 orang meninggal ditempat sedang 77 lainnya luka. Ketika tim gegana Filipina datang, bom kedua di areal parkir meledak.

Otoritas Filipina mengatakan, pelaku bom bunuh diri itu adalah orang Indonesia. Telpon berdering di kepolisian Indonesia ajakan untuk bekerjasama menuntaskan kasus itu. Kepolisian Indonesia juga sedang sibuk memetakan jaringan teroris yang membom 3 gereja di Surabaya.

Dari hasil pemetaan, akhirnya didapatkan petunjuk bahwa para pelaku bom bunuh diri itu adalah sepasang suami istri yang pernah berbaiat kepada ISIS di komplek perumahan villa Mutiara, Makassar tahun 2015 lalu.

Disana juga pernah hadir Munarman.

Berdasarkan kepingan informasi itulah, Densus 88 bergerak ke Makassar. Mereka memantau situasi terus menerus. Dan pada bulan Februari 2021, puluhan orang diduga teroris ditangkap disana, 19 orang diantaranya adalah anggota FPI aktif.

Rumah di Villa Makasar itu dijadikan tempat perekrutan dan pelatihan. Yang direkrut adalah anggota keluarga dan pasangan suami istri muda. Mereka dibaiat menjadi anggota ISIS, dicuci otak dan disiapkan untuk menjadi pengantin bom. Sayang, satu pasangan lolos dan sempat meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar.

Dari tertangkapnya anggota FPI terduga teroris itulah, didapat jejak Munarman yang diakui mereka sebagai ideolog, atau petugas yang mencuci otak mereka. Pada waktu proses pembaiatan kepada ISIS itu juga dihadiri 2 orang ustad, ustad Fauzan Anshori dan M Basri. Dua-duanya sudah meninggal.

Dari sini Densus 88 mendapat gambar besar, siapa Munarman dan jejak keterlibatannya. Munarman sendiri ketika ditanya selalu mengelak, bahwa ia hadir disana bukan sebagai ideologis tapi menyatukan umat muslim dengan niat baik.

Jaringan ISIS di villa Makassar ternyata sudah menyebar kemana2. Sebagian dari mereka adalah anggota FPI, sebagian lagi tidak terikat jaringan atau biasa disebut sebagai lone wolf, leaderless terrorist. Munarman terpojok. Tapi polisi belum cukup bukti untuk menangkapnya.

Menangkap Munarman memang tidak mudah. Dia pengacara, jaringan politiknya kuat. Juga jaringan akar rumputnya. Polisi harus mengumpulkan bukti kuat dulu, jangan sampai sesudah ditangkap akhirnya lolos karena bukti tidak cukup.

Sementara itu Munarman sudah gelisah. Gerak geriknya sudah dibatasi. Rekening FPI ditutup. Para oknum elit politikus, aparat dan pengusaha yang dulu dekat dengannya, menjauh karena tidak ingin dikaitkan dengannya. Faksi didalam FPI yang menolak Munarman, semakin keras ingin mengeluarkannya. Rizieq juga sedang dipenjara dan tidak bisa apa-apa.

Yang masih dekat dengan Munarman cuma laskar jihad FPI, dimana dia adalah Panglimanya. Laskar yang bisa berbuat apa saja. Mati pun tidak apa-apa. Apalagi ada "orang dalam" yang sudah memberi kode dengan mimpi bertemu Nabi, sebagai satu sinyal untuk bergerak.

Dan kali ini di satu tempat, beberapa anggota laskar jihad pimpinan Munarman merencanakan sesuatu yang jahat. Tujuannya, membuat kerusuhan dengan melakukan pemboman dimana-mana..

Situasi semakin genting. Polisi harus bergerak cepat. Jika terlambat, selesai sudah..

Bersambung.

FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 2: "RIZIEQ PULANG, MUNARMAN SIAP PERANG"

Ilustrasi, Foto HRS dan Munarman
Ilustrasi, Foto HRS dan Munarman
Lanjut kita? Bagian kedua..

Di dalam FPI sebenarnya sudah terbelah dua faksi. Faksi yang pro Munarman dan faksi yang menolak.

Faksi yang menolak Munarman ini curiga dengan gerakan dia yang begitu cepat sampe masuk ring satu Rizieq Shihab. Ya, Munarman memang masuk tidak dengan tangan kosong. Dia membawa dana2 asing untuk kegiatan FPI.

Ingat ada warga Jerman yg dulu ketahuan pernah ke FPI ? Itulah salah satu jaringan pendana Munarman.

Inilah yang membuat Munarman disukai Rizieq. Apalagi ketika Munarman - dengan dana itu - membentuk laskar jihad. Laskar jihad di FPI ini tugasnya melindungi Rizieq, kalau perlu dengan korbankan nyawa. Panglimanya adalah Munarman. Mereka dilatih seperti tentara di beberapa tempat tersembunyi.

Ingat 6 orang FPI yang mati ketika tembak2an dengan polisi di jalan tol ? Ya, itu pasukan yang dibentuk Munarman. Mereka dilatih bengis dan haus darah. Siapapun yang mau mencelakakan Rizieq, habiskan. Begitu SOP nya. Nah, nanti di serial berikutnya saya akan menulis kegilaan dan kejamnya laskar jihad bentukan Munarman untuk membuat bom2 di negeri ini.

Karena faksi menolak Munarman ini semakin kuat, Munarman berfikir keras bagaimana caranya dia bisa kuasai FPI. Kuncinya ada di pulangnya Rizieq dari Saudi. Maka melalui jaringannya, diusahakanlah Rizieq pulang ke Indonesia.

Dan akhirnya Rizieq pulang. Munarman sudah menyiapkan banyak hal, seperti memerintahkan membuat baliho2 besar Rizieq di sepanjang jalan. Baliho2 ini untuk memantapkan posisi Rizieq sebagai imam besar, sebagai simbol, sebagai boneka. Tapi yang mengendalikan semua operasional dan pasukan, tetaplah Munarman.

Munarman yakin, Jokowi tidak akan berani menghadangnya. Lagian, dgn memakai tangan "seseorang", aparat sudah dipegang. Yang disebut seseorang ini adalah orang kuat yang membutuhkan Rizieq dan FPI untuk dijadikan alat politik menekan pemerintah dan publik demi agenda kemenangan. Seperti kesuksesan yang pernah mereka lakukan saat Pilgub dulu.

Inilah yang membuat Munarman percaya diri untuk menjadikan FPI sebagai senjata. Faksi yang menolak Munarman semakin terpinggirkan. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, selain merapat kalau tidak bisa ditendang.

Yang tidak diperhitungkan Munarman adalah reaksi Jokowi ketika masyarat resah. Tekanan publik begitu kuat sehingga Jokowi meninggalkan zona nyamannya yang ingin penyelesaian masalah dgn suasana tetap tenang. Maka bergeraklah Pangdam Jaya untuk menggertak dengan menurunkan baliho2 Rizieq.

Jajaran kepolisian - terutama Polda Metro - juga dirombak. Kapolda diganti dengan yang lebih keras. Kapolda baru mengganti Kapolresnya dengan yang lebih taktis di lapangan. Maka dihajarlah FPI sampai ampun2.

Puncak ketakutan FPI adalah ketika 6 orang laskar mereka mati dalam peristiwa tembak menembak di jalan tol. Mereka tidak mengira, jajaran kepolisian yang baru bertindak lebih berani. Kader2 FPI tiarap. Simpatisan2 FPI yang masih muda, yang sedang dicuci otak lewat majelis2, dipanggil pulang ke rumah oleh orangtuanya.

Situasi berbalik arah. Rizieq ditangkap dan disidangkan. Publik bersorak. Dan faksi penolak Munarman mulai ambil posisi untuk melawan Munarman dari dalam. Situasi internal FPI - yang akhirnya dibubarkan - benar2 kacau.

Tapi Munarman belum habis. Dia lalu merapatkan laskar jihadnya - dimana dia sebagai Panglimanya - untuk melakukan aksi yang lebih keras. Perintahnya, lindungi dan bebaskan Rizieq, dengan cara apapun. Banyak laskar jihadnya yang menolak karena takut dengan aparat sekarang yang lebih beringas.

Tapi ada satu cabang laskar yang berani melaksanakan perintah itu. Mereka lalu merencanakan sebuah aksi yang akan membakar negeri. Rangkaian bom bunuh diri di berbagai tempat yang akan membuat Indonesia hancur secara politik dan ekonomi..

Mau cerita lagi, masih panjang. Nanti aja ya serial ke 3 lebih seru. Sementara mau seruput kopi dulu. Sabar ya.. Ughhh, sedap..

Jumat, 02 April 2021

FPI ORGANISASI TERORIS, Bagian 1: MUNARMAN

Munarman
Munarman Pakai Topi Khilafah
Sesudah tahun 1998, pasca reformasi, sebuah ormas bernama Front Pembela Islam, pimpinan Rizieq Shihab, sedang berkembang pesat.

FPI bisa dibilang dipakai oleh berbagai kepentingan yang berani membayar mereka, mulai aparat sampai pengusaha hitam. Mereka bisa beroperasi dengan mudah karena memakai baju agama, meski cara-cara yang mereka lakukan gada bedanya dengan ormas preman. FPI melebarkan sayapnya ke banyak daerah dengan cepat dan nama Rizieq Shihab pun melesat ke permukaan.

Munarman, seorang pengacara yang berwatak keras, melihat perkembangan FPI sebagai peluang. Dia masuk kesana dan mulai masuk hingga berteman dengan pimpinan FPI sendiri, yaitu Rizieq Shihab. Rizieq melihat Munarman punya kemampuan, yaitu mampu mengorganisir sebuah organisasi, maka diberikanlah Munarman kepercayaan untuk ikut mengelola FPI.

FPI awalnya adalah ormas Islam dengan mazhab Ahlsunnah Wal Jamaah. Mereka lebih mirip NU dalam amaliyahnya. Tapi Munarman melihat situasi itu tidak begitu menguntungkan. Lalu dengan jaringan internasionalnya, Munarman menghubungkan FPI dengan organisasi teroris yang sedang naik daun karena kekejamannya, yaitu ISIS.

Munarman memperkirakan saat itu, ISIS akan menguasai dunia. Maka ia lalu punya ide untuk membentuk ISIS cabang Indonesia. Dan kendaraan untuk itu, apalagi kalau bukan FPI yang sedang besar-besarnya. Munarmanlah yang mengenalkan paham wahabi yang keras dan kaku ke FPI.

Januari 2015, disebuah komplek perumahan bernama villa mutiara di Makassar, Munarman mengumpulkan 200 orang untuk berbaiat kepada ISIS. Besoknya, peserta baiat bertambah jadi 500 orang. Mereka semua anggota FPI, yang akhirnya sesudah dicuci otak, meyakini bahwa semua negara di dunia ini harus tunduk pada Islam.

Proses pembaiatan itu disertai sebuah misi untuk berperang dengan jalan kekerasan seperti ISIS. Beberapa tahun sesudah proses pembaiatan di Makassar itu, ada pasangan suami istri yang kemudian berangkat ke Filipina dan meledakkan diri di Gereja Katedral Sulu. 27 orang tewas saat itu.

Informasi dari kepolisian Filipina bahwa pelaku adalah orang Indonesia, kemudian diterima polisi Indonesia. Polisi kita bergerak dan dua tahun kemudian, dapatlah jaringannya.

Ditangkaplah puluhan orang calon teroris itu di perumahan tempat baiat di Makassar. 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Tapi dua orang lolos, pasangan suami istri. Mereka berhasil meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar, meski ga ada korban jiwa.

Dari pengakuan ke 19 anggota FPI yang tertangkap itu, jejak Munarman pun tercium. Namanya disebut2. Tapi Munarman mengelak, bilang bahwa pembaiatan itu gada urusannya ma ISIS, tapi untuk membentuk perkumpulan Islam seperti OKI.

Polisi tentu tidak percaya, tapi tidak bisa menangkap begitu saja karena perlu mengumpulkan barang bukti dulu.

Munarman tidak hilang akal. Dialah dulu yang mencari cara bagaimana supaya Rizieq Shihab yang kabur ke Saudi segera pulang. Dia butuh Rizieq sebagai simbol untuk menyatukan FPI.

Ini sebenarnya strategi licik Munarman. Riziek hanya simbol saja, tapi sebenarnya Munarmanlah yang mengendalikan FPI. Dia King Makernya. Rizieq bonekanya..

Tapi tidak ada rencana yang sempurna. Kesalahan sedikit saja, merusak segalanya..

Makin seru, tapi nanti bagian ke 2 nya ya.. Mau bikin kopi dulu..

LONE WOLF, TERORIS SENDIRIAN

Lone Wolf, Teroris Sendirian
Zakiah Aini, Lone Wolf
Salah satu model teroris yang paling susah di deteksi adalah mereka yang dijuluki dengan nama Lone Wolf.

Lone wolf ini bukan nama organisasi teroris. Ini julukan kepada teroris yang tidak terikat organisasi teroris apapun. Dia penyendiri. Belajar segala macam hal tentang terorisme dari internet, mulai pemahaman sampai membuat bom. Mereka bisa terpicu melakukan aksi terorisme karena bersimpati pada sesuatu atau seseorang. Misalnya, simpati pada Riziek Shihab yang dianggapnya cucu Nabi yang teraniaya.

Ingat kejadian penusukan polisi di Tangerang tahun 2016 lalu? Waktu itu, tiba-tiba saja seorang pemuda menyerang dan menusuk 3 orang polisi yang kemudian terluka parah. Pemuda ini bersimpati pada ISIS dan menganggap polisi halal darahnya, sehingga dia menyerang polisi secara acak.

Kejadian di Mabes Polri kemarin, sudah diidentifikasi sebagai lone wolf. Dan dia bersimpati pada ISIS dari jejak media sosialnya. Lone wolf tidak perlu alasan apapun untuk menyerang. Dia bisa bergerak kapan saja, karena tujuan utamanya memang mati di "medan jihad".

Fenomena lone wolf ini terjadi di seluruh dunia. Mereka gak bisa di deradikalisasi, karena memang mereka tidak tergabung dalam sebuah organisasi teroris. Lone wolf bisa jadi adalah seseorang yang frustasi karena tekanan dalam hidupnya. Internet dia jadikan guru agamanya. Dari sana, dia bersimpati pada gerakan2 yang dianggapnya revolusioner sebagai jalan perjuangan.

Mereka bisa jadi tetangga, bahkan mungkin saudara kita sendiri, yang mendadak jadi pendiam dan fokus mencari ilmu agama di internet. Mirip Zakiah teroris wanita di Mabes, yang kemudian mengirim surat dan menguliahi orangtuanya tentang agama.

Menurut penelitian, para lone wolf ini punya gangguan kejiwaan. Mereka cenderung penyendiri, antisosial dan tidak punya banyak teman. Dalam situasi itulah, seorang lone wolf tiba-tiba bisa memutuskan sendiri apa yang harus dia lakukan, makanya sulit dicari motifnya atau motifnya acak karena apapun bisa dijadikannya motif. Motif tidak penting buat lone wolf, asal dia bisa mati di "jalan Tuhan".

Cuman, saya kok males ya kasih julukan si kadrun itu lone wolf. Terlalu gagah buat mereka yang tampangnya lusuh dimana2. Mending kukasih nama Lone Dhab. Dhab artinya kadal gurun. Jadi dia kadal gurun penyendiri. Sial banget emang. Udah kadrun, jomblo pulak.

Gitu idup lagi...

Teroris Panik


Teroris Panik
Mayat Pelaku Penyerangan Mabes Polri
Saya jadi ingat peristiwa bom dan penembakan di jalan Thamrin tahun 2016 lalu. Ketika ngobrol dengan seorang anggota Densus 88, dia bercerita, "Peristiwa di Thamrin itu sebenarnya adalah peristiwa teroris yang panik.."

Teroris panik? Saya baru menemukan istilah itu.

Dia melanjutkan, "Iya, mereka panik. Semua jalur mereka untuk membuat bom sudah ditutup oleh aparat. Lokasi-lokasi mereka juga sudah diketahui aparat. Jadi, mereka gak punya waktu lagi dan harus sesegera mungkin bertindak sebelum duluan ketangkap aparat.

 

Baca Juga: FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS

 

Jadilah mereka dengan kemampuan seadanya melakukan pengrusakan di jalan Thamrin. Dan lihat hasilnya, nol besar. Mereka tanpa persiapan, tanpa kemampuan, sehingga apa yang mereka lakukan jadi sia-sia. Tidak ada korban. Mereka sendirilah yang setor nyawa.."

Dan peristiwa bom Makassar juga penembakan di Mabes Polri sore tadi, mengingatkan saya pada pembicaraan dulu itu. Para teroris sekarang ini bukan teroris jamannya Dr Azahari dan Imam Samudra yang benar-benar terorganisir dengan rapih dan kemampuan merangkai bom yang dahsyat.

Teroris sekarang ini membuat bom dari bahan-bahan yang bisa mereka temukan seadanya. Dan kalau ga dapat bahan bom -Karena jalur pembelian sudah dikuasai aparat- ya, mereka nekad bawa pistol seperti di Mabes Polri tadi sore.

Jadi bisa dibilang, munculnya teroris di Mabes tadi adalah usaha terakhir mereka. Dengan kemampuan menembak yang minus atau dibawah rata2, mereka menyerbu sarangnya para penembak jitu.

"Trus kenapa Mabes Polri kok kebobolan? Apa itu bukan berarti mereka berhasil menyusup ke inti sarang?".

 

Baca Juga: FPI, Preman Pasar Berjubah Agama 

 

Bukan begitu. Yang harus dipahami, Mabes Polri itu adalah tempat publik, tempat orang mengurus segala macam keperluan mereka sehingga banyak orang umum lalu lalang disana. Jadi wajar, pengawasan di pintu masuk tidak seketat waktu masuk ke BIN misalnya, karena BIN adalah tempat khusus.

Tapi pasti sesudah ini, Mabes akan memberlakukan pengawasan yang lebih ketat dari sebelumnya. Juga di tempat-tempat publik lain..

Pada akhirnya, saya harus mengucapkan selamat kepada jajaran Kepolisian RI, utamanya Densus 88. Kerja keras mereka menutup jalur sumber bahan dan sumber dana para teroris, membuat ular-ular kecil itu akhirnya keluar dari sarangnya.

 

Baca Juga: ISIS COMPANY

 

Seperti sarang ular, Densus sudah mengasapi liangnya. Dan akhirnya para teroris keluar dengan senjata seadanya. Tinggal getok satu persatu kepalanya..

Jangan pernah takut. Kita support terus aparat yang bertugas supaya menemukan sarang-sarang lainnya. Indonesia ini luas. Teroris itu bisa membuat sarang dimana saja.. Seruput kopinya..

Selasa, 30 Maret 2021

FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS

Ilustrasi Foto HRS
Ilustrasi Foto HRS
"Hati-hati, anggota FPI mau meledakkan banyak tempat ibadah di Indonesia. Mereka ingin ada pembalasan terhadap penangkapan Riziek, Imam besar mereka.."

Info itu saya dengar beberapa hari lalu sesudah penangkapan 21 anggota teroris di Makassar. Dari 21 teroris itu, 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Dari merekalah, polisi melacak keberadaan jaringan lainnya dan diketahui mereka ada di beberapa tempat termasuk di Jakarta dan Bekasi.

 

Baca Juga: FPI dan Permainan Catur Jokowi

 

Di Jakarta, tepatnya di daerah Condet dan di Bekasi, Densus 88 berhasil menggerebek sarang mereka. Dari mereka juga disita 5 bom aktif dan bahan peledak yang cukup untuk membuat 70 bom pipa. Dan yang tidak mengherankan, di dalam rumah para teroris itu, ada poster Riziek dan baju FPI beserta kartu anggota mereka.

Sayangnya, satu pasangan teroris di Makassar berhasil lolos dan meledakkan diri mereka di depan Gereja Katedral dengan bom daya ledak tinggi. Untungnya tidak ada korban jiwa, selain pasangan teroris itu.

 

Baca Juga: Susahnya Membubarkan FPI

 

Perburuan polisi terhadap para teroris ini belum selesai. Beberapa tempat sudah dipantau terkait jaringan teroris Makassar. Kemungkinan dalam waktu dekat kita akan mendengar lagi, beberapa teroris ditangkap.

Dan jangan kaget, kalau diantara mereka ada anggota FPI lagi.

Sejak dulu, polisi memang sudah melihat bahwa FPI adalah tempat pembibitan para teroris. Penembakan di tol KM 50 itu karena para laskar FPI itu ganasnya sudah bukan lagi level ganas ormas, tapi ganas level teroris yang menganggap bahwa mereka berjihad dan anggota polisi itu halal darahnya.

 

Baca Juga: FPI, Preman Pasar Berjubah Agama 

 

Kita harus angkat secangkir kopi atas sigapnya kepolisian menghadapi mereka. Pasti panah fitnah akan menghajar pihak kepolisian kita dari para simpatisan mereka. Seperti biasa, simpatisan FPI akan menyangkal dan menganggap bahwa semua itu settingan aparat.

Jangan kasih kendor, pak Pol. Pepet terus. FPI boleh bubar, tapi sel-selnya masih terus bergerak dan menunggu kesempatan untuk mereka keluar. Seruput kopinya..

Senin, 22 Maret 2021

Deddy "Kipas-kipas" Corbuzier

Screenshoot Youtube Deddy Corbuzier
Deddy "Kipas-kipas" Corbuzier
Saya sempat nonton tadi pertandingan Dewa Kipas lawan Grand Master catur Irene Sukandar..

Memang beda kelas, pecatur online dengan pecatur offline. Irene seperti menahan diri untuk tidak mempermalukan Dadang subur atau si dewa kipas yang dicurigai menaikkan ratingnya dengan curang. 3-0, cukuplah. Hanya supaya netizen tidak membela si dewa dengan membabi buta tanpa paham apa yang terjadi.

Tapi pemenang sebenarnya bukanlah Irene Sukandar. Pemenang sebenarnya adalah Deddy Corbuzier, yang bergelar master juga meski bukan master di bidang catur.

Deddy adalah youtuber berkelas di mata saya, beda dengan teman2 artisnya yang cuman mainan prank, pamer mobil mewah, gerebek rumah orang kaya dengan konten-konten yang -please deh- gada mutunya. Deddy lah yang mampu memanfaatkan momen yang awal-awalnya biasa saja, jadi sebuah pertandingan menarik dan dikemas dengan cantik.

Deddy dengan sigap mengumumkan akan memberi hadiah uang besar - setidaknya besar di mata banyak orang - sejumlah 300 juta rupiah, kalau Irene dan si Dewa Kipas mau tanding di acara podcastnya. Inilah yang menarik. Deddy seperti orang yang tidak sungkan keluarkan uang untuk menghadirkan tontonan.

Apakah Deddy rugi? Hahaha, dialah yang paling untung dalam kompetisi ini. Saya menghitung ada 3 iklan di podcastnya. Dan iklan yang paling besar adalah sebuah perusahaan e-commerce raksasa yang berani keluarkan uang miliaran rupiah untuk tampil dihadapan 1 juta penonton lebih di acara itu.

Hitung-hitung kasar sih, Deddy Corbuzier bisa dapat lah miliaran rupiah dalam satu acara itu. Buang2 uang hadiah 300 juta rupiah kecil jadinya..

Jadi, bener kata seorang teman. Kalian boleh berantem, tapi kalau sudah datang ke podcastnya Deddy Corbuzier, dia lah pemenang sebenarnya.

Julukan Dewa Kipas itu harusnya kasih ke Deddy Corbuzier, bukan Dadang Subur. Sebab, dia sekarang sedang kipas2 karena rejeki datang sendiri ke studionya, tanpa dia harus susah payah.

Harusnya dulu AHY waktu kemelut Demokrat, datang ke podcast Deddy Corbuzier. Siapa tau, Deddy punya cara unik untuk menyelesaikan masalahnya dengan pak Moeldoko. Misalnya, mereka berdua diminta tanding renang sama Deddy. Dan iklan yang masuk mulai obat kuat sampe pemutih gigi akan mengalir ke Deddy.. 

Hail to Deddy. The real Dewa Kipas !! Seruput kopinya...

Sabtu, 06 Maret 2021

Demokrat, Nasibmu Kini

Foto KLB Demokrat
DennySiregar.id
- Waktu Demokrat menuding Jokowi ada dibalik kisruh partainya, saya ketawa. Gak mungkin. Jokowi ga punya kepentingan untuk itu. Dia fokus selesaikan masa kerjanya. Cuma itu yang ada di pikirannya.

SBY dan AHY akhirnya sadar mereka salah duga. Mereka meralat pernyataannya. Tapi sayang, terlambat. Banyak yang tidak simpati ketika mereka menuding Jokowi mau kudeta.

Lalu siapa yang mungkin punya kepentingan besar dibalik kisruh Demokrat?

Baca Juga

KISRUH DI DEMOKRAT 

Ya para partai besar lah. Bisa jadi PDIP atau Gerindra. Mereka punya kepentingan membangun koalisi untuk 2024 nanti. Koalisi dibangun, baik dgn cara lobby ataupun akuisisi.

Akuisisi lebih murah sih, karena tidak perlu membangun dari awal lagi.

Kisruh partai bukan hanya di Demokrat saja. Partai Berkarya punya Tommy juga terbelah. PAN usir Amien Rais dan kroni2nya. PPP juga sempat ribut waktu muktamar.

Koalisi ini penting untuk mencapai presidential threshold 20 persen, atau kelayakan untuk mengangkat Capres. Semakin besar koalisi, semakin kecil peluang lawan untuk mengangkat capresnya sendiri.

Dan bisa saja, ketika akhirnya punya koalisi sama2 besar, Gerindra dan PDIP tidak bertarung tapi mereka juga berkoalisi. Dalam artian, siapapun capres yang menang, mereka akan bagi-bagi. Gada yang kalah, semua dapat jatah.

Baca Juga:

PKS TERANCAM KARAM

Kalau begitu, mereka bisa enak ngangkat capresnya. Gerindra paling angkat Prabowo lagi. PDIP kemungkinan Puan akan jadi yang terdepan. Mau protes?? Lah, yang bisa ngangkat capres cuman mereka-mereka. Kita akan dipaksa cuman nyoblos aja..

Jadi, jangan melihat kasus Demokrat dengan pandangan baper. Kalau kata Don Corleone, "Its just business, nothing personal.."

Demokrat cuman korban. Mereka pelanduk ditengah2 gajah yang menari..

Di dunia politik, itu sah2 saja. Karena tidak ada yang fair dalam urusan perang dan cinta..

Seruput kopinya?

Artikel Terpopuler