Selasa, 18 Februari 2020

ASHRAF SINCLAIR, ADJIE MASSAID & SILENT KILLER

Ashraf Sinclair dan BCL
Ashraf Sinclair dan BCL
Jakarta - "Jantungmu kena.." Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu.
Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan sama jantung mampet. Seperti selang yang buntu karena kerak, keraknya harus dibersihkan supaya aliran darah ke jantung bisa lancar.
Tapi ini kan bukan selang yang mudah dibersihkan dengan bahan kimia. Ini pembuluh jantung yang sangat tipis dan kecil. Jalan terbaik adalah memasang ring, supaya melebarkan jalan aliran darah ke jantung.
Masalahnya, tidak banyak yang sadar dengan hal ini. Karena mereka merasa sehat. Dan setiap kali ada penyumbatan, mereka menganggapnya masuk angin. Karena badan kurang enak, mereka lalu olahraga dengan keras. Yang terjadi darah memompa dengan keras tapi salurannya buntu.
Akibatnya kalau gak stroke, ya lewat..
Ashraf Sinclair, suami BCL, yang baru saja meninggal dalam usia 40 tahun adalah orang yg rajin olahraga, hidup sehat dan tidak merokok. Tapi ada kemungkinan dia kena kardiovaskular.
Lho, kenapa ?
Karena, menurut seorang Profesor dibidang jantung, penyebab utama kardio adalah Gen. Jadi kalau orangtua kita punya riwayat kardio, ya anaknya kemungkinan besar juga kena.
Penyebab kardio paling utama menurutnya adalah darah tinggi, kolesterol, dan kekentalan darah yang berlebih. Gabungan ini menyebabkan kerak pada saluran pembuluh jantung. Dan obatnya hanya satu, setiap hari selama seumur hidup, minum obat untuk mengatasi itu.
Ashraf mungkin tidak menyadari itu, karena merasa sehat. Di IG nya bahkan dia bilang sesuatu tentang sit up 20 ribu kali dalam waktu 30 menit. Padahal, kalau sudah kena penyumbatan, olahraga tidak boleh terlalu keras atau kompetitif.
Ingat Adjie Massaid kan?
Adjie juga meninggal karena masalah sama. Mungkin dia merasa badannya gak enak, sehingga maen futsal. Padahal futsal itu olahraga berat banget, mirip basket. Akhirnya, dia pingsan dilapangan bola dan meninggal.
Adjie dan Ashraf punya pola yang sama. Hidup sehat, olahragawan dan tidak merokok. Mereka "dibunuh" juga secara senyap.
Jadi, kalau sudah usia 40 tahunan, lebih baik cek ke dokter jantung apakah punya resiko penyumbatan. Kalau sudah kena, ya rutin minum obat setiap hari seumur hidup. Kalau ngga, mirip Adian Napitupulu yang sudah 5 ring, tapi mungkin gak disiplin minum obatnya.
Ini semua hanya perkiraan saja. Dokter, terutama yang spesialis jantung mungkin bisa memberikan penjelasan yang lebih akurat. Saya hanya bicara berdasar pengalaman dalam sisi orang awam.
Terakhir, saya harus terimakasih kepada orang2 yang sudah berusaha keras supaya saya baik-baik saja. Kepada seorang teman dokter wanita di Surabaya yang mengingatkan saya dan memberikan tes gratis.
Kepada dokter-dokter di Medistra yang berjibaku supaya saya masuk rumah sakit. Kepada seorang Profesor ahli yang mengoperasi saya dan tidak mau dibayar. Dan kepada seorang tokoh besar yang memaksa saya untuk operasi, karena tahu saya bandel dan keras kepala.
Saya tidak bisa menyebut nama kalian, karena saya menghormati privacy. Saya hanya bisa menyebut kalian "para malaikat di bumi" karena bekerja dalam senyap sesenyap pembunuh di jantung saya, sehingga saya masih bisa menulis sampai kini..
Biarlah Tuhan yang membalasnya. Saya hanya bisa menyediakan secangkir kopi.. Seruput.

Minggu, 16 Februari 2020

Belajar dari Film American Factory

Film American Factory
Jakarta - Baru saja saya menonton film dokumenter berjudul "American Factory".
Film ini berkisah tentang nasib para pegawai General Motors yang nganggur karena pabriknya tutup. Puluhan ribu jumlahnya. GM tutup karena merugi.
Pabrik kemudian dibeli oleh perusahaan pembuat kaca mobil dari China, bernama Fuyao inc. Harapan baru muncul karena ada investasi asing masuk dgn nilai 500 juta dollar. Tenaga kerja di Amerika pun kembali terserap.
Tapi disinilah masalahnya. Ternyata kultur kerja org Amerika dan China sangat berbeda..
China menganggap org Amerika terlalu santai bekerja, tidak memenuhi standar, banyak libur, penuntut dan pengeluh. Dan satu yang membuat China kesal adalah serikat pekerja yang merecoki perusahaan.
CEO Fuyao lalu mengajak beberapa orang eksekutif dari Amerika ke China. Disana dia diperlihatkan bagaimana orang China bekerja.
Disana, satu pekerja China bisa menghandle pekerjaan yang dilakukan dua orang Amerika. Mereka bekerja seperti tentara sedang perang.
Pekerja China sengaja didatangkan dari jauh, tidak dari sekitar pabrik. Itu supaya mereka tidak terganggu masalah keluarga sakit, ada yang nikah, atau orangtua pengen ketemu yang menyebabkan pekerja China harus ambil cuti.
Pekerja China hanya libur seminggu sekali dan pulang kampung setahun sekali. Selebihnya mereka kerja, menjaga perusahaan tidak rugi karena kalau perusahaan bangkrut, mereka dan keluarga mereka tidak makan.
Pekerja Amerika ternyata mirip dengan pekerja Indonesia. Cuti dan liburnya banyak, pengeluh, penuntut, kualitasnya rendah, dan lebih sibuk gabung dgn serikat pekerja yang mempolitisasi mereka.
Inilah yang membuat China agak malas investasi di Indonesia. Belum UMR yang tinggi, yang tidak sesuai dengan tingginya kinerja. Mau tidak mau China harus jadi rujukan investasi, karena mereka sekarang sedang punya uang. Mau masukin pekerja dari China, entar dituduh Chinaisasi.
Karena itulah, untuk menarik investasi asing - khususnya China - disini, pemerintah sedang menyiapkan RUU Omnibus Law khusus lapangan kerja. Dalam RUU itu, pemerintah akan menghapuskan "cuti khusus" yang biasanya mengganggu investor.
Cuti khusus ini biasanya dinikmati pekerja Indonesia, mulai dr izin tak masuk haid hari pertama, menikah, menikahkan anak membaptis anak, istri keguguran, sampe cuti kalo ada keluarga yang meninggal dunia.
Belum kalau ada kegiatan keagamaan..
Kebanyakan cuti khusus, pekerjaan jadi lamban. Dan yang namanya investor tidak mau rugi. Daripada investasi di Indonesia yang sibuk dengan serikat pekerja yang selalu menuntut ini itu, mendingan mereka buka di Vietnam atau Thailand.
Bagaimana seandainya serikat pekerja menolak RUU Omnibus Law khusus pekerja itu?
Film American Factory yang baru saja menang Oscar dan dikerjakan oleh Barrack Obama itu, punya jawaban. China akhirnya mau investasi asal mereka boleh mengganti pekerja dengan robot, yang menurut mereka lebih punya standarisasi lebih jelas dan tidak ribut.
Yang rugi akhirnya para pekerja yang sering nuntut itu. Mereka kembali menganggur dan bertahan hidup dari musim dingin yang ganas. Ya gimana bisa kerja, ga ada perusahaan yang mau rugi karena sibuk memikirkan keinginan pegawainya.
Film American Factory meski lokasinya terjadi di Amerika, bisa jadi adalah wajah Indonesia ke depan kalau kita tidak segera memperbaiki apa yang sudah terjadi.
Seruput kopinya..

Senin, 10 Februari 2020

SEL TIDUR

Teroris
Sel Tidur Teroris
Jakarta - Masih ingat peristiwa Mako Brimob tahun 2018 lalu? Saat itu terjadi keributan ketika anggota ISIS yang dipenjara, menyandera polisi disana. Berita penyanderaan itu menyebar lewat kamera handphone yang diselundupkan ke dalam sel.
Yang mengerikan bukan hanya terjadi didalam penjara Mako, tetapi video itu kemudian menjadi signal dari sel-sel tidur ISIS.
Mereka bergerak dari mana-mana mendekati Mako Brimob, lelaki dan perempuan, mencoba melakukan "jihad" dengan membunuh polisi yang bertugas menjaga disana. Senjata mereka gunting, obeng dan benda tajam lainnya.
Satu polisi yang berjaga, berhasil ditikam oleh mereka.
Apa itu sel tidur?
Sel tidur adalah istilah yang diciptakan para teroris itu sendiri. Sel tidur adalah bagian dari kelompok teroris yang bersembunyi, berbaur di masyarakat.
Mereka tidak mengibarkan bendera ISIS, atau berbicara tentang masa kejayaan mereka dulu. Mereka diam, bekerja seperti biasa, tetapi ketika orang yang mereka anggap pemimpin memberikan sinyal, mereka bergerak untuk membunuh.
Menurut tentara Suriah, banyak sekali sel tidur di pengungsian ex ISIS yang mereka awasi. Para anggota ini setia pada organisasinya, karena sudah mengalami proses cuci otak luar biasa.
Mereka mengaku menyerah. Tetapi ketika diwawancarai terpisah, mereka menganggap bahwa teror yang pernah mereka lakukan, seperti memenggal kepala korban, adalah hal biasa. Bahkan menganggapnya sebagai sebuah ritual pendekatan diri kepada Tuhan.
Sel-sel tidur ISIS masih banyak berkeliaran di Indonesia. Mereka bisa saja teman, keluarga atau tetangga kita, yang ketika ISIS masih berjaya mengibarkan panji-panji teroris itu dengan kebanggaan. Mereka tidak hilang, hanya sedang diam menunggu kesempatan.
Dan sel-sel tidur ini sedang menunggu rekan-rekannya dipulangkan ke negara masing-masing dari Suriah. Bagi para sel tidur itu, orang yang pernah "berjuang" di Suriah adalah pengobar semangat dan pemberi kabar, pesan dari pimpinan tertinggi kapan waktunya untuk bergerak.
Jangan tertipu tangis mereka, ataupun cerita sedih mereka. Mereka yang pernah dengan dingin menggorok leher atau sekedar bersama dalam barisan, bukanlah orang yang mudah di deradikalisasi. Ideologi itu seperti api, sekamnya terus membara didalam dada.
Bisa saja, orang yang anda terima kembali ke masyarakat sesudah lama di Suriah, kelak ketika waktunya tiba, datang ke rumah anda dan menancapkan obeng ke kepala hanya karena mereka merasa, "darah anda halal.."
Jangan remehkan situasi hanya karena rasa iba dan narasi kemanusiaan yang digaungkan mereka. Lebih baik mencegah, daripada kita menyesal nantinya..
Seruput kopinya.

Minggu, 26 Januari 2020

SUNDA EMPIRE VS PANCI EMPIRE

Sunda Empire
Roy Suryo Laporkan Petinggi Sunda Empire
Jakarta - Tanpa disadari oleh manusia biasa tanpa ilmu kanuragan, dimensi di negara kita sedang terjadi perang hebat.
Dengan menggunakan kacamata Virtual Reality yang dirancang khusus, saya bisa melihat hebatnya perang antar galaksi yang sudah menewaskan ratusan ribu supehero dari banyak negara.
Saya melihat Superman sedang dililit oleh tentakel bersinar yang sudah dilumuri kryptonite. IronMan bahkan sedang disiksa dengan menyetrika ribuan pakaian setiap hari supaya mati kelelahan.
Sedangkan Hulk disiksa dengan cat warna Pink. Cat Pink itu menjadikan Hulk sebagai monster manja yang suka mendengarkan lagu duo semangka, kurang gahar jadinya.
Masuknya Panci Empire yang dikomandani Roy Suryo dalam pertarungan itu, meningkatkan eskalasi perang. Sesuai dengan namanya "Panci Empire" Roy mengandalkan panci-panci sebagai senjata pemusnah massal. Panci-panci yang dulunya dikuasai oleh Kemenpora, sekarang menjadi darione2 sesudah dihijack oleh Roy.
Bukan hanya panci, pompa genjot merk dariagon juga terlihat sedang menembaki markas Sunda Empire. Dan ledakan hebat terlihat ketika dandang dan baskom berpantat hitam menghajar pangkalan militer.
Rangga Sasana, pimpinan Sunda Empire, sebelum menjadi Jenderal adalah remaja biasa penyuka puisi Chairil Anwar. Kisah remajanya pernah dipublikasikan dlm film "Ada Apa Dengan Cinta". Disebutkan karena Cinta sudah menikah dengan orang lain, Rangga kemudian patah hati dan membentuk Sunda Empire sebagai pelampiasan.
Sampai saat ini, Sunda Empire terlihat kewalahan menghadapi gempuran Panci Empire. Padahal sunda empire sudah menyiapkan banyak bahan masakan untuk menghadang senjata panci, tapi karena tidak bisa masak, Rangga Sasana hanya bisa bikin "sop lagi, sop lagi.."
Saya belum melihat Fadli Zon dan Mardani Ali sera dari kubu Halu Empire ikut masuk dalam pertempuran. Tapi Rocky Gerung sebagai pimpinan Bacot Empire terlihat sudah menyiapkan pasukannya, yang dia sebut sebagai pasukan "dungu squad".
Anies Baswedan sebagai Gaberner Monas Empire tampak anteng-anteng saja, karena sedang sibuk ingin menaturalisasi banjir yang dikirim dari galaksi lain.
Mengerikan sekali. NATO jug sedang bersiap-siap supaya perang antar galaksi ini tidak sampai ke bumi, meski virus Corona senjata biologis dari Sunda Empire sdh menyasar ke China.
Saya sendiri lebih tertarik melihat persiapan "Enny Arrow Empire" dengan Johan dan Tante Sonya sebagai pemimpin pasukan. Dengan senjata khusus "rumput manila" yang jika ditembakkan akan membuat musuh menggelinjang dengan bulir-bulir keringat jatuh ke tubuh yang tanpa busana.
Dahsyat memang. Semoga ada link beredar yang mempersatukan umat semua suku, ras dan agama.
Sebagai pemilik kerajaan Kopi Empire, saya hanya bisa berdoa, "Semoga Kompor tidak jatuh menimpa kita.." Hail Sunda Empire!!

Jumat, 24 Januari 2020

KENAPA SOEHARTO MELARANG IMLEK?

Gus Dur
Pesan Gus Dur
Jakarta - “Oke, silahkan kalian merayakan Imlek..". Begitu spontan kata Gus Dur saat menjabat Presiden kepada Budi Tanuwibowo. Rohaniwan Konghucu ini kaget luar biasa saat Gus Dur berkata seperti itu.
Gimana gak kaget, puluhan tahun Imlek dilarang oleh Soeharto dirayakan ditempat terbuka. Bahkan Soeharto menerbitkan Inpres untuk itu, no 14 tahun 1967.
Kenapa dulu Soeharto melarang Imlek ?
Menurut buku "Chinese Indonesian Reassesed" (2013), Soeharto menganggap bahwa imlek adalah budaya Cina dan itu bisa mempengaruhi psikologis rakyat Indonesia.
Ini bisa jadi langkah politik dari Soeharto dalam menimbulkan ketakutan terhadap negara Cina. Apalagi sesudah kejadian G30/SPKI, dimana disebut2 negara Cina berada dibelakang partai Komunis itu.
Selain melarang imlek, Soeharto juga melarang penggunaan kata "Tiongkok dan Tionghoa" sebagai pengganti kata Cina. Soeharto sudah membangun tembok tebal di masyarakat antara "pribumi" dan "Cina", melalui perbedaan ras dan agama.
Dan ini akan menjadi senjata ketika ia merasa terancam kedudukannya. Tragedi 98 adalah buah dari kebijakan itu.
Menariknya, disisi lain Soeharto banyak mempermudah etnis China berdagang dan mengambil keuntungan darinya.
Gus Dur pun mencoba mengubah pandangan akan perbedaan itu, supaya tidak ada yang memanfaatkan untuk kepentingan politiknya. Tanggal 17 Januari, ia menerbitkan Keppres no 6 tahun 2000. Dan sejak itu, perayaan Imlek terjadi dimana-mana dengan maskot barongsainya.
Langkah berani Gus Dur pelan-pelan menghapus kecurigaan akan etnis Tionghoa di Indonesia dan mengubur pelan-pelan konsep pribumi di Indonesia. Gus Dur ingin membangun persatuan Indonesia diatas suku, ras dan agama.
Gus Dur lah yang berjasa membongkar semua perbedaan itu. Dan sepatutnya dalam Imlek ini, mereka yang merayakan turut memasukkan nama Gus Dur dalam doa kebaikan.
Meskipun masih ada beberapa orang jadoel yang masih sibuk mempermasalahkan Cina dan Pribumi, tetapi secara luas apa yang dilakukan Gus Dur, berpengaruh terhadap hubungan persaudaraan kita tanpa membedakan apa ras, etnis dan agama kita.
Karena sejatinya manusia itu sama dihadapan Tuhan, hanya amal dan perbuatannyalah yang membedakan.
Alfatihah untuk Gus Dur dan selamat merayakan Imlek untuk saudara sebangsa yang sedang merayakannya.
Seruput kopinya..

Sabtu, 18 Januari 2020

INDAHNYA GUBERNUR SEIMAN

Monas
Monas
Jakarta - Kebetulan saya lagi jalan-jalan ke ChristCurch, Selandia baru. Udaranya segar banget. Di musim yang mereka sebut panas, suhunya berkisar 17 derajat. Sebagai manusia tropis, saya harus pake jaket tebal dan jadi aneh karena orang yang lalu lalang banyak yang pake kaos untuk jalan2.
Mirip dengan kota2 lain di negara maju, kota ini penuh dengan taman kota dan ruang publik untuk duduk santai. Meski juga penuh dengan gedung beton, pohon tumbuh dimana2. Paru2 rasanya jadi lega menghirup udara yang - Naudzubillah - segernya..
Lalu saya buka facebook untuk melihat kota dengan Gubernur yang katanya "tercerdas" didunia. Dan membaca berita ratusan pohon di Monas ditebang untuk diganti dengan beton.
Gubernur "cerdas" ini saya yakin jalan lebih jauh dari saya. Dia sudah keliling dunia kemanapun. Tapi anehnya, keputusannya seperti keputusan orang udik yang wawasannya jauh lebih sempit dari orang-orang yang nongkrong di warkop kecil bu Satiyem di dekat rumah.
Jakarta adalah kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia sesudah Hanoi. Itu saja sudah naik 2 peringkat dari sebelumnya yang juara 4.
Dan bukannya menambah taman kota dengan menanam pohon dimana2 untuk memperbaiki kualitas udara, malah sibuk menebangi pohon yang bertugas mengganti udara buruk kita.
Jakarta jelas akan makin panas dan kualitas udaranya tambah hancur. Mungkin dalam waktu dekat, Jakarta akan jadi juara dalam lomba kualitas udara buruk. Dan itu bagi Gubernur mungkin prestasi, yang penting juara.
Entah azab apa yang menimpa kota besar itu. Keunggulan Gubernur cuman "seiman" doang dengan rasa "pribumi". Selebihnya sibuk renovasi dan revitalisasi dengan biaya miliaran. Kayak aji mumpung jadi pimpinan, buat proyek sebanyak2nya utk kumpulkan dana buat pilpres mendatang.
Pantas dulu ketika dipecat Presiden, saya sempat kaget dan menelpon seorang teman yang ada di dalam istana. "Kenapa ??" Tanya saya. "Gak bisa kerja.." kata teman itu. "Seberapa gak bisanya, dari skala 1 sampe 10 ??" Tanya saya lagi penasaran.
Temanku ketawa ngakak, "Nol, bro. Nol. Jokowi ngamuk karena sempat yakin kerjanya seindah presentasinya.."
Dan baru saya sadar beberapa waktu ini. Yang dibangun hanya emosi para pendukungnya, bukan dampak kinerjanya. Karena doi tahu, emosi berkaitan dengan suara pemilih kelak, sedangkan dampak pembangunan tidak ada korelasinya dengan suara yang dibutuhkan..
Azablah Jakarta. Tapi itu yang dimaui oleh pemilihnya. Yang penting santun dan seiman. Lain-lainnya, "Serahkan Tuhan saja.."
Sambil seruput kopi terbaik di dunia, saya kebayang memikirkan hancurnya Indonesia kalau seandainya kelak doi memimpin negara. Karena masih banyak orang bodoh yang lebih memikirkan emosi daripada memilih dengan kesadaran diri.
Ugh, enaknya kopi disini. Pantas Starbuck gak laku, karena kalah bersaing dengan cafe kopi lokal yang menjamur dimana-mana..

Kamis, 16 Januari 2020

BU RISMA MELANGGAR SUNNATULAH

Banjir Surabaya
Banjir Surabaya
Jakarta - Saya kesal sama bu Risma.. Hujan berjam-jam menghantam Surabaya.. Berita dimana-mana, "Surabaya tenggelam!" Foto-foto bersliweran menunjukkan fakta, ada mobil terendam, banyak motor mogok di jalan.
Dan senyum di wajah beberapa teman pendukung Anies Baswedan langsung terpampang lebar, "Tuh kan.. mana Walikota Surabaya yang dibanggakan? Anies lagi yang disalahkan?" Dan mereka ketawa hebat memenuhi media sosial sambil upload foto-foto banjir di Surabaya.
Sialnya, air di Surabaya cepat surutnya. Mulut mereka langsung tertutup rapat. Diam. Dan foto-foto banjir itu menghilang.
Saya tahu, mereka menunggu "perahu karet" yang jadi pemandangan biasa waktu Jakarta banjir menghiasi koran dan media online. Perahu karet yang membagikan makanan seliweran berhari-hari ke warga yang terjebak dan kelaparan.
Dan berita dari media, "Banjir sudah sedada, tadinya sepaha.." ternyata gak ada. Mereka kecewa..
Ini memang salahnya bu Risma.
Bu Risma tidak mampu membahagiakan orang Jakarta. Di Jakarta, setiap hujan besar, bahkan ada orang yang dengan gembira main perahu kayak di depan Universitasnya. Malah ada video secangkir kopi panas diatas kayu, jalan-jalan ditengah aliran air.
Bu Risma ternyata belum mampu berdiskusi dengan air supaya mampir lama di Surabaya. Air tidak diajak komunikasi dan pelan2 diresapkan ke dalam tanah, malah disalurkan ke gorong2 dan dibuang ke laut.
Jelas ini melanggar Sunnatullah !!
Bu Risma tidak membuka diri untuk dibully, seperti Gubernur Jakarta. Padahal, kata seorang ustad terkenal yang sempat heboh karena kawin diam2, dibully itu menggugurkan dosa2.
Bu Risma gak mau masuk surga apa ??
Bu, harusnya diamkan dulu airnya berhari-hari. Contoh Jakarta, disini banjir itu katanya membawa berkah. Kalau cuman terendam sedikit, terus dalam hitungan jam banjirnya hilang, berkahnya juga hilang bu..
Bu Risma gak pandai sih memanfaatkan banjir untuk pencitraan. Harusnya biarkan banjir lama, trus sewa orang2 untuk teriakkan, "Hidup Walikota !" padahal air sudah sehidung mereka.
Makanya bu, jadi Walikota itu harus pandai menata kata, jangan menata kota. Beginilah jadinya..
Untuk kali ini saya kecewa sama bu Risma. Padahal ada nasihat, "membahagiakan orang itu berpahala.." Kalau Surabaya banjir, berapa juta orang bahagia di Jakarta ? Berilah mereka bahagia sedikit saja, biar ibu banyak pahalanya..
Karena itu saya menyarankan Google untuk membuat kata pencarian, "Walikota tercerdas.." biar ibu kapok. Biar itu sebagai hukuman..
Kali ini saya bilang, "Banjir di Surabaya gak rame !!"
Padahal saya sudah buat kopi hanya untuk meladeni meme2an.
Sial ! Kuseruput aja kopinya sekalian..

Kamis, 09 Januari 2020

TIDAK MAU BERJILBAB


Hijab
Berita Rohis Paksa Siswi Pakai Hijab
Jakarta - Jadi inget waktu putriku awal masuk SMA negeri.. Setiap hari dia pulang sekolah mengeluh karena selalu disindir teman - bahkan gurunya, "Muslim kok gak pake jilbab ?". Dia terus bertanya, "Memangnya aku harus pake jilbab? Kenapa kalau aku gak pake jilbab?".
Aku ketawa aja setiap dia nanya gitu. Jadi ingat teman2 wanitaku dulu SMP dan SMA tahun 80-90an tidak ada satupun yang pake jilbab. Mereka teman bermain yang asyik.
Sekarang rata-rata sudah pada berjilbab, karena udah pada ibu-ibu. Ada yang masih asyik, ada yang udah agak ekstrim2 gitu.. 
Asyiknya dulu itu, ga kelihatan mana teman yang muslim, mana yang Hindu, mana yang Kristen. Semua sama, seragam putih biru dan putih abu-abu.
Tapi zaman sekarang beda. Mulai kelihatan ada eksklusifitas, terlihat apa agamanya dari pakaiannya. Dari situ mulai terkotak-kotak pergaulannya. Yang non muslim menghindar dan masuk sekolah swasta, karena rasanya itu sudah bukan sekolah negeri, tapi sekolah agama.
Aku tahu putriku resah, karena tekanan sosial. Sindiran bagi anak seusia dia memang beban yang berat.
Jangankan dia, banyak yang udah ibu-ibu juga pake jilbab karena tekanan sosial, setiap arisan disindiri "semoga dapat hidayah..". Akhirnya pake, "biar sama.." katanya. Dan, "biar gak ribet harus jawab kalau ditanya-tanya.."
Aku ajak putriku duduk disampingku, lalu kuajak ngobrol.
"Manusia itu harus punya prinsip.." Kataku. "Kamu jangan pernah jadi karakter pengikut, yang hanya jadi buntut. Terombang-ambing karena tidak punya pengetahuan, dan akhirnya ikut-ikutan tanpa dasar. Pakailah jilbab, kalau kamu nyaman. Tidak usah pakai kalau kamu tidak berkenan.. "
"Aku diketawain mereka.." Keluhnya.
Aku senyum. "Mereka ketawa karena kamu berbeda. Ketawalah, karena mereka semua sama.." Putriku dapat poinnya.
Akhirnya dia tidak berjilbab sebagai bagian dari pemberontakan terhadap tekanan sosial. Dia menjadi satu-satunya siswi muslim yang tidak pake jilbab di sekolah. Dimarahin gurunya, dia cuek. Disindir teman2nya, dia mana perduli.
Dan itu berpengaruh besar pada perkembangan karakternya. Dia jadi mandiri, tangguh, dan leader dalam kelompoknya. Orang yang punya prinsip, tidak sekedar ikut arus dan tampil beda.
Dan itu terbawa sampai dia dewasa. Masuk Universitas Negeri terkenal dan sibuk mendaki gunung mencari jati dirinya. Putriku yang dulu manja, terbentuk oleh situasi disekitarnya.
Dan ketika saya membaca berita, seorang bapak bernama Agung Purnomo, orangtua seorang siswi di SMA Negeri Sragen, yang mendatangi sekolah anaknya karena diteror oleh rohis sekolah hanya karena tidak mau berjilbab, saya bertepuk tangan..
Kalau bukan kita sebagai orang tua yang melindungi anak kita dari serangan tekanan sosial seperti itu, siapa lagi yang bisa?
Melawanlah. Kita orang tua yang punya hak memasukkan konsep-konsep kehidupan pada anak kita. Bukan rohis. Bukan orang-orang yang tidak kita kenal konsep berfikirnya. Jadi seperti apa anak kita kelak, tergantung cara kita mendidiknya..
Seruput kopinya?

Jumat, 03 Januari 2020

THE SHADOW COMMANDER

Qassem Soleimani
Shadow Commander
Jakarta - Ketika Bashar Assad Presiden Suriah menghadapi pemberontakan di negaranya, seorang Jenderal datang ke Suriah.
Dia Qassem Soleimani, seorang Jenderal dari Iran, yang ditakuti sekaligus dihormati oleh Amerika. Qasem dijuluki The Shadow Commander oleh militer Amerika karena selalu ada dimana-mana menghalangi pergerakan mereka.
Bashar menolak bantuan dari Iran, karena khawatir isu sektarian Sunni vs Syiah akan semakin dimanfaatkan musuhnya untuk kobarkan perang di negara itu.
Ketika ISIS masuk dengan bantuan pasokan dari negara barat dan negara teluk, Bashar mulai kewalahan. Dia lalu menghubungi Qasem.
Pintarnya, untuk menghindari konfrontasi sektarian, Qasem datang ke Rusia, menghubungi Vladimir Putin, menawarkan Rusia untuk berada didepan perang melawan ISIS.
Putin setuju, karena dia dan Rusia sedang butuh citra dimata dunia. Maka dikirimkanlah pasukan dari Rusia, menghalau ISIS. Dan Amerika terdiam menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia karena berbahaya.
Tanpa strategi Jendral Qassem Soleimani, mungkin ISIS berhasil menguasai Suriah dan akan melebarkan sayapnya sampai ke Asia.
Peran besar Qassem Soleimani inilah yang membuat petinggi di Amerika marah besar karena menghalangi langkah besar mereka. Qatar juga ngamuk karena merekalah yang mengeluarkan uang ribuan triliun rupiah demi perang Suriah supaya bisa menguasai jalur pipa gas disana.
Gagal di Suriah, Amerika mulai ingin menguasai Irak kembali.
Sebelumnya mereka berhasil menghancurkan Saddam, tapi tidak berhasil menguasai Irak, karena - sekali lagi - peran Qassem Soleimani.
Kali ini AS tidak mau kecolongan seperti di Suriah. Mereka mengincar pergerakan Qasem di Irak, dan ketika berhasil menemukan keberadaannya - tentu dengan bantuan penghianat - AS meluncurkan misil jarak jauh.
Qassem Soleimani tewas. Kesedihan membara di seluruh Iran dan Irak.
Dan ini berita yang mengkhawatirkan bagi AS, terutama bagi Israel. Israel langsung bersiap diri menghadapi serangan Hezbullah, faksi Iran yang berlokasi di Lebanon.
Timur tengah akan makin membara. Sesudah Suriah, Irak bisa jadi medan perang besar kedua antara dua kubu, barat dan timur. Dan suasana panas ini akan juga didominasi isu Sunni vs Syiah di Indonesia.
Lalu beberapa pihak akan sibuk dgn tagar #saveIrak dan donasi bertebaran dimana-mana. Kadal gurun akan kembali demo dimana-mana terprovokasi propaganda..
Fiuh.. Tahun 2020 dimulai dan kita dihadapkan pada situasi perang global sekaligus cuaca ekstrim yang akan melanda..
Seruput kopinya..

TIAP TAHUN BANJIR, TAPI KITA SEMAKIN BODOH

Banjir Jakarta
Banjir Jakarta
Jakarta - Jepang hampir setiap tahun gempa. Mulai dari yang kecil sampai kuat tak terhingga.
Tapi ternyata "cacat" itu malah menjadikan Jepang ahli. Karena gempalah, Jepang mampu membangun struktur gedung tinggi anti gempa. Ilmuwan2 mereka menjadi ahli yang dipakai dibanyak negara.
Indonesia seperti Jepang juga sebenarnya dalam masalah bencana. Cuman disini banjir. Setiap tahun, pasti ada saja banjir. Bedanya dengan Jepang, banjir di Indonesia cuman jadi komoditas doang, yang ribut pengamat, ahlinya gak pernah ada.
Kenapa ? Mungkin karena otonomi daerah..
Otonomi daerah membuat kepala daerah harus menjadi Superman. Dia harus jadi ahli mensejahterakan masyarakat, sekaligus ahli bencana. Mana bisa ? Banyak hal yang membutuhkan spesifikasi khusus dan harus ahlinya yang bicara.
Saya jadi ingat waktu Jokowi jadi Gubernur Jakarta dulu, begitu sulitnya menyatukan persepsi antara Jakarta, Bogor dan Bekasi. Saling salah menyalahkan antara para kepala daerah dan pusatnya lemah.
Sampai-sampai Jokowi sempat bersumpah, "Kalau jadi Presiden lebih mudah mengatasi banjir Jakarta.."
Ternyata tidak mudah juga. Kenapa? Karena konsep otonomi daerah yang luas itu. Kepala daerah tidak mudah diperintah oleh pusat.
Akhirnya terjadi silang pendapat seperti yang barusan terjadi antara Menteri PUPR Basuki dengan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI. Masing-masing sibuk dengan pendapat sendiri. Beda kalau Kepala Daerahnya mau kerjasama dengan pusat kayak dulu jaman Ahok jadi Gubernur DKI.
Jika pejabatnya berantem, siapa yang paling menderita? Ya, rakyatlah. Rakyat adalah korban nyata. Mereka tidak tahu gimana solusinya, karena sibuk menyelamatkan diri dari kepungan air.
Seharusnya ini menjadi tugas DPR RI, untuk mulai merevisi UU Otonomi daerah. Harus ada bagian khusus dimana pusat punya otoritas sangat kuat dan daerah tidak bisa menolak, cukup koordinasi saja.
Dari hasil revisi itu, muncul lembaga khusus penanganan banjir. Didalamnya diisi para ahli. Tugasnya khusus memetakan dan menyelesaikan masalah banjir di semua wilayah. Baru pelaksanaan pembangunannya bisa diambil pusat atau daerah, tapi perencanaan penanggulangannya sudah jelas.
Ya, jujur saya lucu aja lihat video Anies Baswedan bicara tentang rencana penanggulangan banjir. Emang dia ahli banjir? Jelas tidak. Jadinya kan kelihatan sok tahu. Dan pas ada masalah, dia juga gak tahu apa-apa. Akhirnya untuk menutupi kelemahannya, dia mainan kata-kata.
Kasihan sebenarnya..
Dalam Islam saja ada hadits, "Segala urusan, serahkan pada ahlinya. Kalau tidak, tunggu saja kehancuran.." Anies jelas bukan ahli banjir, disuruh ngurus banjir. Ya hancur Jakarta...
Dan ada berapa lagi Anies-anies lain di daerah yang tidak ahli dalam penanggulangan bencana tapi dipaksakan untuk menjadi ahli hanya karena UU Otonomi daerah?
Bencana banjir itu seharusnya menjadi berkat, karena dengan ada masalah kita seharusnya menjadi lebih pintar. Bukan bodoh terus selamanya. Diketawain Jepang kita..
Tahun ini pasti banjir lagi. Mungkin akan jauh lebih besar. Siapkah kita? Atau masih sibuk dengan bully-bullyan tanpa pernah ada jawabannya?
Harusnya kelak kita bisa ekspor ahli-ahli banjir ke banyak negara. Masak negeri sebesar ini yang banyak cuman ahli agama aja? Entar pas banjir besar, palingan cuman disuruh doa dan pasrah..
Seruput dulu ah...

Rabu, 01 Januari 2020

2019, PERANG TERBESAR

Demo Anarkis
Demo Anarkis
Jakarta - 2019 memang tahun yang berat.. Seperti dalam film serial Game of thrones, tahun itu adalah tahun penentuan bagi kelompok radikal untuk mengambil alih pemerintahan. "Winter is coming.." kata mereka.
Mulai dari menunggangi Pilpres, ketika kalah mereka kemudian mengamuk pasca Pilpres.
Gelombang demo dimainkan untuk membuat kerusuhan. Pokoknya tahun itu bagi mereka Jokowi harus jatuh, karena jika tidak, dalam waktu 5 tahun Jokowi akan merombak banyak sarang yang selama ini jadi tempat perlindungan mereka.
Saya ngeri mendengar laporan ada 4 triliun rupiah dana beredar untuk merebut pemerintahan yang sah. Titik kerusuhan ada di Jakarta dan akan disebarkan ke beberapa daerah yang rawan konflik. Kelompok massa bayaran datang ke ibukota. Korban jiwa berjatuhan.
Untungnya polisi sigap, terimakasih untuk pak Tito dan jajarannya waktu itu yang berjuang ekstra supaya kondisi tetap aman. Saya dan banyak teman lagi bermain di udara, mengontrol narasi supaya tidak dikuasai mereka.
Ancamannya ? Bukan main-main. Propaganda "dicari anak STM" adalah sebuah sinyal dari mereka untuk menggerakkan massa mencari para "pasukan dunia maya" untuk dibungkam selamanya.
Tahun 2019 adalah juga tahun hancurnya sarang terpenting kelompok garis keras itu, di dalam KPK. Dahsyat pusaran arus baliknya, sempat goyang juga dihajar sana sini oleh media2 yang selama ini menjadi partner mereka.
Tapi pada akhirnya, sesudah gelombang besar itu dikuasai, lautpun kembali tenang. Jokowi menang. Kita semua menang. NKRI berada di tangan yang tepat untuk dikendalikan ke arah yang lebih benar.
Lega akhirnya bisa seruput kopi dengan nikmatnya. Kalaupun masih ada percik-percik masalah, biarlah, toh tidak ada yang sempurna. Yang penting pusaran bahaya sudah kita lewati bersama.
Tahun 2020 pun kelihatannya laut akan bergolak, meski tidak sekencang tahun sebelumnya.
Keputusan Jokowi untuk dengan berani menantang Uni Eropa perang Nikel bukan tanpa resiko. Kita tahu, negara barat dan sekutunya mainnya licik. Mereka bisa kembali menggerakkan kelompok radikal untuk menggoyang kembali Indonesia.
Tapi kita sudah siap. Kita sudah punya pengalaman untuk menghadapi mereka.
Setidaknya dalam perang narasi di media sosial, jangan anggap remeh kami-kami yang kemarin menjadi musuh terbesar kelompok yang memainkan firehose of falsehood yang gagal.
Mau berapa cangkir kopipun, tidak ada masalah. Demi Indonesia. Demi anak cucu kita.
Selamat tahun baru, sahabat-sahabat semua. Berterimakasihlah pada Tuhan yang masih sayang pada negeri ajaib Nusantara tercinta.. Seruput.

Artikel Terpopuler