Sabtu, 20 April 2019

BIARKAN PRABOWO JADI PRESIDEN

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
"Bang, apa tidak khawatir dengan situasi provokasi Prabowo dan pendukungnya??" Tanya seseorang.
"Apa yang dikhawatirkan?" Tanyaku heran.
"Ya, kan kebohongan yang berulang-ulang akan dipercaya jadi kebenaran. Provokasi-provokasi bahwa Prabowo menang Pemilu, dan rencana gerakan turun ke jalan bukannya itu akan membangun potensi bentrokan?" Katanya panik.
Saya ketawa. "Apaan sih, kok panik gitu?? Biarin aja napa. Memangnya gampang memprovokasi rakyat dalam situasi seperti ini? Rakyat juga sudah jenuh kali dengan situasi panas berbulan-bulan. Mereka ingin kerja kembali dalam suasana tenang.
Biarkan saja lah. Justru kalau kita menanggapi koar-koar mereka, mereka akan merasa mendapat tanggapan. Tapi kalau kita diam dan ketawa ketiwi, lama-lama ya mereka capek sendiri. Yang ribut cuman elitnya doang, akar rumput gada masalah. Situasi masih tenang dan aman.
Mau konsolidasi massa? Duitnya siapa? Untungnya apa? Mereka dah gada duit lagi. Paling koar-koar mau turun ke jalan itu cuman sekedar proposal, "Bayar kami dong biar diam. 1-2 triliun lah, kami kan dah rugi bandar.."
TNI dan Polri solid. Mereka sudah kasih pernyataan situasi aman. Mereka pegang kendali di lapangan. Itu kelompok pendukung Prabowo juga sebenarnya takut kalo turun ke jalan. Mereka juga takut mati ditembak, wong dunia masih enak.
Gak perlu khawatir lah... Toh minggu depan juga suasana tenang. Orang capek mikirin pemilu mulu. Panasnya kan cuman sehari dua hari ini. Masyarakat kita cepat lupa. Jadi santai aja ." Kataku sambil seruput kopi.
"Jadi apa yang harus kita lakukan ?" Tanya temanku dengan nada sudah mulai tenang.
"Ya, biarkan Prabowo jadi Presiden.." kataku santai
"Lha kok gitu ?? Bukannya itu malah menambah keyakinan pendukungnya kalau Prabowo lah yang menang ???"
"Ya, kasih lah Prabowo kesempatan jadi Presiden. Apa gak kasian dia gagal mulu ? Mana empatimu ? Menyenangkan orang itu pahala, tau. Jadi kita sebut saja Prabowo 'bapak Presiden', dia pasti senang karena akhirnya ada yang memanggilnya begitu..
Setidaknya sampe 22 Mei, saat KPU umumkan pemenang Pemilu. Kalau perlu, kirimkan bunga yang banyak ke rumahnya dengan tulisan, "Selamat atas diangkatnya bapak Prabowo sebagai Presiden 17 April - 22 Mei". Kan senang tuh.. Akhirnya jadi Presiden meski sesaat.." Kataku.
Tiba-tiba ada sambitan tahu isi lewat di kepalaku dan temanku terjatuh tergelak-gelak.
Senangnya lihat orang bahagia. Kuseruput kembali kopiku..

Artikel Terpopuler