Sabtu, 27 April 2019

HEIL, PRABOWO !!

Bachtiar Nasir Cs
Bachtiar Nasir Cs
Di sebuah desa di Berlin, Jerman, di dalam bunker, Adolf Hitler memarahi anak buahnya yang mencoba berterus terang padanya..
"Pak, kita sudah kalah. Apa kita akan menyerah ?"
Hitler ngamuk. "Siapa yang bilang kita kalah?? Kamu salah. Tidak ada yang bisa mengalahkan ras Arya. Tidak akan pernah. Di luar sana, pasukan kita sedang menguasai medan peperangan. Mereka sedang mengantarkan kemenangan buat kita, buat kamu, aku dan semua bangsa Jerman !"
Hitler mengambil pistol lugernya. "Sekali lagi kamu ngomong menyerah, saya tembak kepalamu!"
Anak buahnya takut dan langsung mengundurkan diri dari hadapan Hitler. Sejak itu tidak ada yang berani bilang kekalahan dihadapan Hitler, meski tank-tank dan pesawat Uni Soviet lalu lalang di sekitar mereka.
Mereka harus hidup dibawah mimpi Hitler. Bagi mereka, dan banyak pendukung lainnya, Hitler adalah Dewa. Hitler memegang kekuasaan absolut. Dia manusia suci yang tidak terbantahkan bahkan oleh kitab suci sekalipun.
Bahkan untuk menjaga eksistensi "kesucian" Hitler, dibangunlah cerita-cerita yang tidak masuk akal, bahwa Hitler tidak bisa mati. Ia adalah titisan dewa dan akan membawa kemenangan dan kesejahteraan bagi pengikutnya.
Hitler adalah manusia masa lalu yang masih hidup sampai sekarang. Bahkan masih banyak yang tidak percaya jika Hitler mati bunuh diri bersama kekasihnya Eva Braun. Mereka percaya bahwa Hitler berpindah tempat ke Argentina dan Indonesia bahkan hidup tenang sampai akhir hayatnya.
Bagi Hitler sendiri, ia tidak ingin hidup dalam kehinaan. Seperti Mussolini, partnernya di Italia, yang mayatnya dan kekasihnya, Clara Petacci, diludahi orang sekota.
Dari kisah Hitler ini, kita bisa memetik pola yang sama yang dibangun Prabowo dan pendukungnya.
Prabowo adalah pemegang kekuasaan absolut. Titahnya adalah sabda yang tidak bisa dibantah. Dan eksistensi ini dibangun orang sekelilingnya yang mempunyai kepentingan tersendiri dengan kekuasaan Prabowo.
Prabowo diceritakan bisa bicara dengan semut, nyamuk dan ular. Sedangkan musuhnya diceritakan sebagai orang-orang curang, musuh Tuhan bahkan penyihir. Semua ini demi membangun narasi bahwa mereka sedang berhadapan dengan kekuatan jahat yang luar biasa.
Prabowo tidak akan pernah menyatakan dirinya kalah. Jika pada tahun 2014 ia menyalami Jokowi atas kemenangannya, itu bagian cerita bahwa Prabowo ingin menjaga keutuhan bangsa, bukan karena ia kalah. Jadi Prabowo tetap berada pada posisi lebih tinggi di mata pendukungnya sebagai "orang suci" yang selalu benar.
Siapa yang berada dibalik propaganda Hitler sebagai manusia yang tidak terkalahkan?
Dialah Paul Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman, yang terkenal dengan pernyataannya, "Kebohongan yang disiarkan berulang-ulang akan dipercaya menjadi kebenaran.." Goebbels sendiri mati bunuh diri sesudah meracun 6 orang anaknya dan istrinya dengan sianida demi menjaga eksistensi mistik tentang Hitler yang dia ciptakan.
Siapa dibalik propaganda Prabowo adalah manusia dewa yang bisa berbicara dengan hewan?
Namanya BN, salah satu pentolan HTI yang membangun ormas-ormas agama sebagai legitimasi kekuatan massa bagi Prabowo. Dan strategi BN diamini oleh orang-orang terdidik sekitar Prabowo, karena mereka juga punya kepentingan masing-masing.
Jadi kita paham, darimana propaganda kegilaan itu berasal. Dan model ini akan diterapkan ke orang berikutnya yang sedang diincar sebagai "the next leader".
Siapa dia? Yaitu orang yang mempunyai ambisi besar untuk menjadi penguasa, menghalalkan segala cara, delusional dan menganggap dirinya memegang amanat Tuhan.
Saya tahu siapa, tapi lebih baik kita lihat kelak siapa yang muncul diantara nama-nama sekarang yang sedang beredar.
Sambil seruput kopi, saya ingin memberi penghormatan kepada Prabowo sama seperti orang memberi penghormatan kepada Adolf Hitler.
"Heil, Prabowo !!"

Artikel Terpopuler