Kamis, 04 April 2019

Jejak Bachtiar Nasir, Ustad Khilafah di Barisan Prabowo-Sandi

Bachtiar Nasir
Bachtiar Nasir
Tahun 2013, beredar foto-foto promosi bendera pemberontak Suriah di Indonesia.
Pembawa benderanya, bernama Bachtiar Nasir.
Pada tahun itu sedang berkecamuk perang di Suriah antara pemerintah yang sah dengan pemberontak yang ingin kudeta. Dan Bachtiar Nasir bergerilya di negeri ini sambil mempromosikan pemerintah Suriah yang baru.
Mirip dengan gerakan #GantiPresiden disini.
Tahun 2017, Kapolri menyebutkan ada transfer dana 1 miliar rupiah ke Turki dari Bachtiar Nasir melalui yayasan Keadilan untuk semua. Menurut Tito, media memperkirakan aliran dana itu berkaitan dengan ISIS.
Jejak Bachtiar Nasir dalam konflik Suriah sering sekali terlihat. Tahun 2016, bahkan ditemukan bantuan kemanusiaan di gudang yang ditinggalkan ISIS di Aleppo atas nama Indonesian Humanitarian Relief Foundation atau IHR, yang ketuanya -lagi lagi- Bachtiar Nasir.
Bachtiar Nasir yang juga pendiri GNPF Ulama yang dibuat untuk menjatuhkan Ahok atas dalih penista agama, juga pernah menjadi bagian dari Hizbut Thahrir Indonesia. Ia akhirnya keluar dan membangun jaringan sendiri tetapi tetap membawa ideologi "negara Islam" dalam pergerakannya.
Bachtiar Nasir sangat licin. Jaringannya luas sampai ke dunia internasional. Ia juga dengan pintar membangun jaringan di media televisi dan mengorbitkan "ustad-ustad" baru dari para artis, yang pada akhirnya mempromosikan gerakan khilafah.
Bachtiar Nasir juga membentuk ormas-ormas agama, salah satunya bernama MIUMI, sebagai bagian dari pergerakan dia. Entah bagaimana caranya, Bachtiar Nasir kemudian menjadi pengurus Muhammadiyah.
Bachtiar Nasir pernah ditolak ceramah di berbagai daerah oleh Nahdlatul Ulama. NU khawatir dengan ceramah Bachtiar Nasir yang selalu membawa agenda khilafah. Bahkan tersebar video dimana Bachtiar Nasir menyerukan "revolusi" dan pembentukan negara Islam.
Dan hari ini, di GOR Bulungan Jaksel, Bachtiar Nasir menyerukan bahwa dia berada di barisan Prabowo Sandiaga Uno. Keberadaan Bachtiar Nasir justru memperkuat tudingan bahwa "gerakan khilafah" memang sedang beraksi disana dengan Bachtiar Nasir sebagai leadernya.
Masih mau mengelak bahwa Pilpres 2019 bukan perang ideologi ??
Seruput dulu kopinya.

Artikel Terpopuler