Jumat, 03 Mei 2019

TSAMARA PSI TERLALU MUDA UNTUK JADI MENTERI?

Jokowi dan PSI
Jokowi dan PSI
Tulisan analisa saya bahwa Tsamara Amany diprediksi akan jadi Menteri Jokowi mengundang banyak pro dan kontra.
Sebagian besar kontra, lebih banyak membahas usia Tsamara yang baru 22 tahun. Ia juga dinilai belum berpengalaman dalam politik maupun usaha sehingga belum layak untuk disana. "Masih mentah.." kata seorang teman.
Ah, benarkah ?Coba kita berkaca sedikit pada Malaysia.
Dengan situasi pro dan kontra yang sama, Mahathir Mohammad mengangkat Syed Shaddiq Syed Abdulramah yang baru berusia 25 tahun menjadi Menpora.
Syed Shaddiq juga belum punya banyak pengalaman di politik. Ia adalah pemimpin sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang dikomandoi Dr. Mahathir. Ia juga berhasil menjadi anggota parlemen, sebelum diminta menjadi Menpora.
Apakah Syed Shaddiq yang muda itu berpengalaman menjadi Menteri ? Tentu tidak. Tetapi ia punya tim ahli yang membantunya dalam menjalankan tugasnya. Dan tim ahli ini terdiri dari banyak profesional yang sangat mengerti bidangnya.
Akhirnya sesudah berjalan, hilanglah keraguan publik terhadap kemampuan Syed Shaddiq. Ia malah menjadi simbol keberhasilan suksesi Mahathir Mohammad dalam memberikan kesempatan pada generasi muda di pemerintahan Malaysia.
Jokowi mempunyai visi yang sama dengan Dr Mahathir.
Ia ingin memberi kesempatan pada generasi muda berkiprah di kabinetnya. Dan ia harus memberi kesempatan, supaya menjadi inspirasi banyak anak muda lainnya agar mempunyai harapan bahwa mereka juga bisa menjadi seperti Tsamara, mirip dengan harapan bahwa semua orang bisa menjadi Presiden seperti dirinya.
Ini lebih kepada sebuah pesan. Pesan kepada anak bangsa, bahwa sudah saatnya generasi berganti. Indonesia harus dipimpin oleh mereka yang masih idealis, cerdas dan segar. Indonesia baru, persis seperti yang dicita-citakan Soekarno idolanya, "Beri aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia !"
Jejak Tsamara mirip dengan Syed Shaddiq. Tsamara juga seandainya partainya lolos Parliamentary Treshold, akan menjadi anggota parlemen. Ia juga cerdas dan dipercaya banyak orang yang memilihnya.
Dan Tsamara sudah pasti akan di backup oleh partainya, dengan menempatkan banyak ahli-ahli berusia muda di Partai Solidaritas Indonesia yang dulu juga pernah membantu Ahok dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI.
Lagian, posisi Menteri yang disediakan juga belum tentu posisi yang ada sekarang. Bisa saja ada pos Kementrian baru yang berhubungan dengan milenial seperti Kementrian Ekonomi Kreatif misalnya. Dan posisi yang berhubungan dengan milenial, lebih bagus jika dipimpin oleh generasi milenial juga, biar sama bahasanya.
Sebagai catatan tambahan, Menteri termuda bukan dari Malaysia. Tetapi dari Uni Emirat Arab, bernama Shamma Al Mazrui. Dia menjadi Menteri termuda di dunia dalam usia 22 tahun. Sama seperti Tsamara.
Dan kita tahu Jokowi. Ia tidak ingin kalah dalam membangun citra Indonesia. Bisa saja ia ingin menjadikan Tsamara sebagai Menteri termuda di dunia yang berasal dari Indonesia. Jokowi paling pintar memainkan narasi-narasi seperti ini, apalagi jika berhubungan dengan kompetisi dunia.
Buat saya ini sangat menarik. Dan semoga Jokowi berhasil mewujudkan hal ini.
Seruput kopinya.

Artikel Terpopuler