Kamis, 13 Juni 2019

KPK, PISAU BERMATA DUA

Neta S Pane
Neta S Pane
KPK ini seperti pisau bermata dua. Jika ditangan yang tepat, dia bisa sangat berguna. Tetapi jika ditangan yang salah, dia bisa jadi senjata yang mematikan sesama.

ADA "TALIBAN" DI DALAM KPK? Ketua Pansel, Yenti Ganarsih, kemudian menggandeng BIN dan BNPT untuk meneliti rekam jejak calon pimpinan KPK. Poin utamanya adalah rekam jejak ideologi radikalis.
Awal KPK didirikan, ada niat bersama untuk membersihkan negeri ini dari korupsi. Tetapi ketika ada unsur radikalisme menyusup masuk, sontak bau-bau amis mulai tercium dari dalam bahwa ada yang ingin memanfaatkan lembaga ini sebagai senjata untuk kepentingan politik yang besar.
Pedang KPK pasti sangat tajam, karena mereka punya hak dalam penyadapan. Tidak ada lembaga yang mengawasi kinerja KPK, ini juga menjadikan institusi ini bisa jadi senjata berbahaya..
Ketika ada satu lembaga sangat super, maka ia berpotensi digunakan utk kepentingan lain.
Banyak yang marah ke saya atas tulisan "ada taliban di dalam kpk", karena KPK sudah tercitra bersih dan suci. Tapi kata Iwan Fals, "Orang-orang harus dibangunkan.."
Habis bangun, seruput kopi biar segar dan jernih.

Artikel Terpopuler