Kamis, 19 September 2019

TEMPO PINGSAN DIHAJAR NETIZEN +62

Tempo
Rating Tempo
DennySiregar.id, Jakarta - ”Ayo kita kasih pelajaran Tempo!!". Begitu tulisan di sebuah status di media sosial. Tulisan ini pun kemudian menjadi viral di grup-grup whatsapp, bagai sebuah komando pergerakan.
Pendukung Jokowi yang moderat yang biasanya hanya diam dan membaca, mendadak menggerakkan jempol mereka Google Playstore, lalu masuk ke aplikasi Tempo.
Mereka lalu ramai-ramai menguninstall aplikasi Tempo dan memberi bintang 1 pada penilaiannya. Belum puas, mereka komen sambil mengutuk ketidak-sopanan Tempo pada Presiden RI.
Hasilnya? Di Google Playstore dalam waktu 3 hari saja, aplikasi Tempo yang mendapat bintang 4,3 langsung drop ke angka 1,1.
Dahsyat!
Di Iphone sendiri, Tempo sekarang hanya mendapat bintang 1,2.
Situasi ini mirip yang terjadi pada perusahaan belanja online Bukalapak, yang diserbu oleh pendukung Jokowi saat menjelang Pilpres karena dianggap menghina. Dan kabarnya, Bukalapak sampai goyang dan investornya marah-marah karena brand mahal perusahaan yang sudah dikucuri dana triliunan rupiah, menjadi negatif.
Tempo sendiri tidak merasa salah dengan memasang cover majalah bergambar Jokowi dengan bayangan Pinokio berhidung panjang. Maksud Tempo menyindir janji Jokowi karena dianggap ingkar atas pemberantasan korupsi.
Dan pandangan Tempo ini juga diamini Dewan Pers, yang menganggap itu adalah bagian dari kebebasan pers dan tidak menghina.
Merasa tidak mungkin membawa kasus ini ke ranah hukum, gerakan rakyat pun dibangun untuk menghajar "kekurang-ajaran" Tempo.
Gerakan ini spontan, sebagai puncak kejengkelan karena mendengar kabar buruk sejak lama bahwa Tempo mendapat keuntungan dari hubungannya dengan internal KPK untuk melindungi oknum di dalamnya.
Dan Tempo seperti tidak menutupi kedekatan atas dasar kepentingan itu. Majalah itu seperti menjadi bumper bagi KPK dengan membangun framing pemberitaan untuk melindungi asset berharga mereka dengan selalu menempatkan pemerintah pada posisi yang salah.
Bagaimana nasib Tempo selanjutnya?
Ini kesalahan besar. Pembaca Tempo sebagian besar adalah para pendukung Jokowi dikalangan menengah dan terdidik. Merekalah pembeli majalah dan pembaca setia. Tempo malah mengkhianati segmen market terbesarnya. Dan mereka benar-benar tidak sempat berhitung apalagi mengantisipasinya.
Dengar-dengar punggawa Tempo mulai turun bersama para investor untuk mulai menyelidiki kasus ini. Mereka gerah dengan adanya citra negatif yang muncul akibat kasus ini.
Biar bagaimanapun sebuah media adalah entitas bisnis. Kalau investor dan iklan tidak mau suntik dana, habislah Tempo meninggalkan sejarah yang berakhir dengan jejak kurang baik.
Apalagi Tempo adalah perusahaan terbuka dengan kode perusahaan TMPO. Bisa jatuh harga sahamnya jika tidak secepatnya menyelesaikan masalah internal mereka.
"Tempo boleh menghina Jokowi atas nama kebebasan pers. Tapi kami juga berhak membela Presiden RI dengan memboikot mereka.." begitu tulisan disebuah status di media sosial.
Seorang teman bahkan bercanda, bahwa Netizen negara +62 adalah senjata pemusnah massal yang lebih mengerikan dari bom atom di Hiroshima.
Booom !
Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler