Minggu, 27 Oktober 2019

Jalan Panjang Melawan Radikalisme

Radikalisme
Kasus Ahmadiyah Cikeusik
DennySiregar.id, Jakarta - Tahun 2011, terjadi penyerangan di rumah jamaah Ahmadiyah oleh sekumpulan orang di Cikeusik Banten.
Tiga orang jamaah Ahmadiyah tewas. Mirisnya, proses pembunuhan mereka direkam lewat video handphone dan diupload di media sosial. Tubuh yang sudah mati masih dilempar batu besar oleh para "binatang" yang sudah kehilangan akal.
Dan yang lebih miris lagi, polisi yang ada disitu hanya jadi penonton tanpa usaha membubarkan mereka apalagi menyelamatkan korban.
Pertama kali menonton video itu, hati saya tersentak. Begitu kejinya sekelompok orang yang menganggap diri mereka pembela agama dan menuduh Ahmadiyah kafir, melakukan perbuatan yang mungkin diatas level kekafiran.
"Ada apa bangsaku ?" Pikirku sedih waktu itu.
Dan itu salah satu momen penting, bisa juga sebagai titik balik, untuk bicara tentang bahaya radikalisme disekitar kita. Kutinggalkan tulisan tentang spiritualitas dan berjuang mengingatkan bahaya ini ke siapa saja yang mau menerima.
Tahun 2019, sesudah pengumuman Kabinet, terlihat hasil itu mencapai puncak ketika Jokowi menempatkan para Menterinya dengan agenda radikalisme yang utama. Aku lega, butuh waktu yang panjang dan sekian banyak ancaman hanya karena sekadar berbicara.
Dulu orang takut menyinggung umat beragama. Sekarang semua bahu membahu membersihkan oknum didalam agamanya, dan mulai kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Saya mengenal banyak teman di media sosial ini yang sejak lama bersuara mengingatkan pemerintah untuk turun tangan. Tanpa kenal lelah. Kami mungkin tidak pernah bertemu muka, tetapi kami saling mengenal ketika menyebut nama..
Saya menyebut mereka para pejuang media sosial, bukan lagi penggiat. Karena saya tahu mereka mempertaruhkan semua kenyamanan di dunia nyata mereka, untuk terus bersuara di dunia maya.
Sampai sekarang, saya terus mengingat para pembunuh jemaah Ahmadiyah itu yang hanya dihukum beberapa bulan saja. Betapa murahnya nyawa manusia di dunia.
Tapi saya yakin, Tuhan akan memperhitungkan semuanya. Saya membayangkan, para pembunuh atas nama agama itu, selalu ditemani mimpi buruknya setiap saat. Mereka tidak akan pernah lepas dari apa yang pernah mereka perbuat.
Sambil seruput kopi pagi ini, saya sedang mempertimbangkan untuk mundur pelan2 dari media sosial yang sudah menjadi pedang saya selama 8 tahun ini
"Tugas sudah selesai..." Kata seorang teman. Dan saya berdoa untuk arwah2 para korban yang mungkin sedang tersenyum di alam sana, karena nyawa mereka hilang tanpa sia-sia.
Seruput..

Artikel Terpopuler