Senin, 10 Februari 2020

SEL TIDUR

Teroris
Sel Tidur Teroris
Jakarta - Masih ingat peristiwa Mako Brimob tahun 2018 lalu? Saat itu terjadi keributan ketika anggota ISIS yang dipenjara, menyandera polisi disana. Berita penyanderaan itu menyebar lewat kamera handphone yang diselundupkan ke dalam sel.
Yang mengerikan bukan hanya terjadi didalam penjara Mako, tetapi video itu kemudian menjadi signal dari sel-sel tidur ISIS.
Mereka bergerak dari mana-mana mendekati Mako Brimob, lelaki dan perempuan, mencoba melakukan "jihad" dengan membunuh polisi yang bertugas menjaga disana. Senjata mereka gunting, obeng dan benda tajam lainnya.
Satu polisi yang berjaga, berhasil ditikam oleh mereka.
Apa itu sel tidur?
Sel tidur adalah istilah yang diciptakan para teroris itu sendiri. Sel tidur adalah bagian dari kelompok teroris yang bersembunyi, berbaur di masyarakat.
Mereka tidak mengibarkan bendera ISIS, atau berbicara tentang masa kejayaan mereka dulu. Mereka diam, bekerja seperti biasa, tetapi ketika orang yang mereka anggap pemimpin memberikan sinyal, mereka bergerak untuk membunuh.
Menurut tentara Suriah, banyak sekali sel tidur di pengungsian ex ISIS yang mereka awasi. Para anggota ini setia pada organisasinya, karena sudah mengalami proses cuci otak luar biasa.
Mereka mengaku menyerah. Tetapi ketika diwawancarai terpisah, mereka menganggap bahwa teror yang pernah mereka lakukan, seperti memenggal kepala korban, adalah hal biasa. Bahkan menganggapnya sebagai sebuah ritual pendekatan diri kepada Tuhan.
Sel-sel tidur ISIS masih banyak berkeliaran di Indonesia. Mereka bisa saja teman, keluarga atau tetangga kita, yang ketika ISIS masih berjaya mengibarkan panji-panji teroris itu dengan kebanggaan. Mereka tidak hilang, hanya sedang diam menunggu kesempatan.
Dan sel-sel tidur ini sedang menunggu rekan-rekannya dipulangkan ke negara masing-masing dari Suriah. Bagi para sel tidur itu, orang yang pernah "berjuang" di Suriah adalah pengobar semangat dan pemberi kabar, pesan dari pimpinan tertinggi kapan waktunya untuk bergerak.
Jangan tertipu tangis mereka, ataupun cerita sedih mereka. Mereka yang pernah dengan dingin menggorok leher atau sekedar bersama dalam barisan, bukanlah orang yang mudah di deradikalisasi. Ideologi itu seperti api, sekamnya terus membara didalam dada.
Bisa saja, orang yang anda terima kembali ke masyarakat sesudah lama di Suriah, kelak ketika waktunya tiba, datang ke rumah anda dan menancapkan obeng ke kepala hanya karena mereka merasa, "darah anda halal.."
Jangan remehkan situasi hanya karena rasa iba dan narasi kemanusiaan yang digaungkan mereka. Lebih baik mencegah, daripada kita menyesal nantinya..
Seruput kopinya.

Artikel Terpopuler