Minggu, 31 Mei 2020

PARA PENJUAL KESUKSESAN

Kopi
Jakarta - Saya itu mungkin termasuk orang yang kenyang ketipu MLM, Money Game sampai seminar berbayar..

Maklumlah, dulu sebagai anak muda yang pengen kaya dgn cepat, jadi program2 instan pun saya ikuti. Dan sbg orang yang "terbius mimpi" saya selalu marah, kalau ada orang yg menyadarkan, "Hei, dia itu nipu lho..".

Seperti orang mabok, saya gak mau dibangunkan..

Apa aja yang saya ikuti ya ? Banyak, mulai beli rumah tanpa hutang sampe jualan dgn metode skema ponzi pun saya jalankan. Wah kenyang lah pokoknya..

Dari semua pengalaman itu, saya akhirnya bisa mengenali pola yang sama dari para "salesman" itu yaitu mereka selalu menjual kesuksesan sebagai jualan.

Dan gambaran kesuksesan itu gak tanggung2, mulai dari foto jalan2 keluar negeri, punya mobil mewah smp foto pernah ngobrol dgn tokoh terkenal. Di belakang hari saya tahu, bahwa bahkan utk jalan2 keluar negeri spy dapat foto dan spy org percaya saja, mereka bisa berhutang banyak ke orang.

Dan itu efektif banget buat orang "muda, lugu dan bodoh" spt saya waktu itu. Mata kita silau dan kita jadi bermimpi spt imajinasi yg mereka tawarkan. Persis spt kerbau dicucuk hidungnya, kita mau2 aja keluarin duit yang mrk namakan sbg "investasi" yang setiap level harganya semakin naik aja..

Baru saya tahu lama2, bahwa mereka membranding diri mereka juga tidak murah. Mereka bayar wartawan2 media utk mengangkat nama mereka dgn kisah2 sukses mereka. Mereka punya tim utk mencitrakan diri dan dana..

Bahkan mereka jg minta tokoh2 dikenal untuk endorse. Supaya kita makin mabuk, "Tuh, orang terkenal itu aja percaya ma dia. Pasti dia gak nipu.." Itu membangun fanatisme dr pengikut supaya menjadi benteng mrk saat dibongkar trik2nya.

Apa yang saya pelajari dari sana ?

Banyak. Bahwa apa yang tampak oleh mata, belum tentu situasi yang sebenarnya. Itu seperti screensaver dgn pemandangan indah, yg kalau digoyang dikit mousenya, ambyar gambarnya.

Saya akhirnya semakin waspada dgn sesuatu yg bersifat terlalu sempurna. Too good to be true, kata orang bijak. Karena biasanya model seperti itu hanya menutupi kebusukan yang mereka rencanakan.

Makanya ketika ada orang yg ngomong kemana2, bahkan ada di setiap media, bahwa dia punya puluhan perusahaan, punya emas 1 ton di Bank, dan bahkan punya kuasa utk menggelapkan negara maju spt Singapore, tambah lagi Bill Gates pun kagum padanya, saya langsung ngakak..

Apalagi dia ahli dari segala ahli. Mulai hipnosis, pengamat teroris, economics sampai dokterpun harus kalah ma dia ketika ngomong pandemi. Makin terkincit2 lah saya.

Seperti deja vu, membayangkan dulu waktu muda sering ketipu dengan model spt itu. Dengan segala kemampuan itu, dia masih saja menjual seminar berbayar kemana2.

Sama persis ketika saya bertanya dengan polosnya kepada motivator "beli rumah tanpa hutang". Saya nanya, "kalau segitu gampangnya beli rumah, kenapa bapak gak sibuk investasi di perumahan, malah sibuk di seminar ?" Dan saya diusir keluar..

Pada akhirnya hanya asap yang bisa membumbung keatas dan menghilang. Sedangkan mereka yang benar2 kaya dan ahli adalah akar, semakin terbenam ketanah memperkuat pondasinya.

Kisah ini saya ceritakan sebagai konsep berbagi saja. Hati2, ada bebek dibalik kuali..

Mari kita seruput kopi sambil melihat dimana berakhirnya semua ini. Apa seperti kisah Dimas Kanjeng atau Abu Tours yang terkenal itu ?

Ah, mungkin juga cuman mirip kisah dukun cilik Ponari.

Seruput..

Artikel Terpopuler