Sabtu, 21 November 2020

TNI & Polri Solid, Mau Apa Lo?

Demo di Medan
Demo di Medan
Jakarta, DennySiregar.id - ”Ngapain TNI ngurus kerjaannya Satpol PP??". Begitu protes seseorang, yang sebelumnya tidak percaya beredarnya video TNI mencopoti baliho-baliho Rizik. "Ah, itu seragam Banser, ngakunya TNI.." begitu dia bilang kemarin.

Sesudah tahu itu TNI beneran, dan Pangdam Jaya langsung bicara bahwa dia yang perintahkan pencopotan baliho-baliho Rizik, orang itu langsung diem, mingkem, seluruh tubuhnya langsung bergetar.

 

Baca Juga: Bravo, Kapolri

 

Itu tanda-tanda panik. Pertama menyangkal, kedua marah, ketiga sedih gak keruan dan pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa harapan besar bahwa TNI ada di pihak mereka sia-sia belaka..

Turunnya TNI ke jalan dengan komando langsung Pangdam Jaya, memang sudah saatnya. Karena baliho-baliho propaganda itu gada yang berani nurunkan. Gak usah ketua RT atau bahkan camat sekalian, Satpol PP DKI aja gak bernyali untuk nurunkan. Mau digeruduk anggota FPI apa? Trus dituding penista ulama? Mendingan cari aman deh, sama-sama cari makan..

 

Baca Juga: Benarkah Jokowi Lemah?

 

Ya, harus TNI yang turun dan beraksi memang. Langsung auto diem dan tiarap gak bersuara. "Wah, TNI ternyata gak dipihak kita.." begitu sesal mereka.

Turunnya TNI ke jalan punya efek ganda. Pertama, rakyat akhirnya tahu bahwa negara hadir ditengah mereka. Dengan begitu, kelompok-kelompok moderat menahan diri untuk tidak unjuk kekuatan melawan yang radikal. Soalnya kalau yang moderat sudah unjuk kekuatan, bahaya. Bisa terjadi gesekan.

Kedua, TNI menunjukkan dirinya solid dan berada dibelakang pemerintah. Narasi ormas dan oposisi selama ini memang merasa bahwa TNI ada di pihak mereka. Apalagi dulu waktu Gatot Nurmantyo jadi Panglima TNI, si ormas-ormas itu berasa jumawa. Lalu bikin framing di media sosial, membenturkan TNI versus Polri. Narasi berbahaya yang selama ini seolah dibiarkan saja.

 

Baca Juga: Fenomena Nikita, Hilangnya Figur Negara

 

Ketiga, ini bukan hanya sekadar menurunkan baliho, tapi menghancurkan simbol-simbol yang dibangun ormas radikal bahwa umat Islam seharusnya berada di belakang "Imam besar". Dan yang menurunkan TNI sendiri, yang selama ini diframing bahwa institusi itu ada di pihak mereka.

Turunnya TNI ke jalan dan menurunkan baliho-baliho itu sudah benar. Kalau ada yang protes, biarkan saja. Itu bentuk kekecewaan mereka karena gak bisa lagi bergerak. Ruang yang dulu luas buat mereka, sekarang sempit. Susah bergerak dan bernafas. Akhirnya yang muncul teriakan-teriakan lemah dan diketawain banyak orang.

 

Baca Juga: Riziek Pulang, Aparat Bimbang

 

Lihat aja narasi baru mereka, "Wah ini pasti ada usaha adu domba.." Padahal mereka itulah yang selama ini mengadu domba orang.

Siapapun kita, baik negara dan TNI juga Polri, harus mulai bergerak menghancurkan simbol-simbol yang mereka bangun. Jangan lagi diberi kesempatan mereka untuk besar. Jangan lagi mereka diberi ruang untuk tumbuh. Mereka harus dihajar, kalau bisa sampai ke akar-akar.

 

Baca Juga: Negeri yang Kehilangan Figur

 

Jangan perdulikan elit-elit politik yang selalu memanfaatkan kelompok radikal ini. Elit-elit politik ini hanya perduli pada kepentingan perut mereka saja. Mereka gak perduli bahwa memelihara ormas-ormas radikal itu, sama saja dengan memelihara ular, yang akan mematuk mereka sendiri jika ada kesempatan.

Begitulah hancurnya Suriah, Libya, Afghanistan dan banyak negara Timteng lainnya. Ketika elit politik lidahnya bercabang dua dan selalu merangkul ormas radikal itu demi nafsu politik mereka belaka.

Bravo, TNI.

Bravo, Polri.

Bravo, Jokowi...

Rakyat butuh rasa aman. Hadirnya TNI dan Polri di tengah masyarakat menaikkan semangat kita kembali, bahwa negara perduli.

 

Baca Juga: Pak Jokowi, Belajarlah Pada Suriah

 

Untuk mereka yang moderat, teruslah bersuara. Gerakkan energi semakin kuat untuk melindungi negara kita. Tidak boleh ada satupun kelompok yang mengatasnamakan agama, tapi melakukan pengrusakan.

Merekalah sesungguhnya penghina Islam, penghina Nabi dan penghina Tuhan..

Seruput kopinya, kawan.

Artikel Terpopuler