Jumat, 02 April 2021

Teroris Panik


Teroris Panik
Mayat Pelaku Penyerangan Mabes Polri
Saya jadi ingat peristiwa bom dan penembakan di jalan Thamrin tahun 2016 lalu. Ketika ngobrol dengan seorang anggota Densus 88, dia bercerita, "Peristiwa di Thamrin itu sebenarnya adalah peristiwa teroris yang panik.."

Teroris panik? Saya baru menemukan istilah itu.

Dia melanjutkan, "Iya, mereka panik. Semua jalur mereka untuk membuat bom sudah ditutup oleh aparat. Lokasi-lokasi mereka juga sudah diketahui aparat. Jadi, mereka gak punya waktu lagi dan harus sesegera mungkin bertindak sebelum duluan ketangkap aparat.

 

Baca Juga: FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS

 

Jadilah mereka dengan kemampuan seadanya melakukan pengrusakan di jalan Thamrin. Dan lihat hasilnya, nol besar. Mereka tanpa persiapan, tanpa kemampuan, sehingga apa yang mereka lakukan jadi sia-sia. Tidak ada korban. Mereka sendirilah yang setor nyawa.."

Dan peristiwa bom Makassar juga penembakan di Mabes Polri sore tadi, mengingatkan saya pada pembicaraan dulu itu. Para teroris sekarang ini bukan teroris jamannya Dr Azahari dan Imam Samudra yang benar-benar terorganisir dengan rapih dan kemampuan merangkai bom yang dahsyat.

Teroris sekarang ini membuat bom dari bahan-bahan yang bisa mereka temukan seadanya. Dan kalau ga dapat bahan bom -Karena jalur pembelian sudah dikuasai aparat- ya, mereka nekad bawa pistol seperti di Mabes Polri tadi sore.

Jadi bisa dibilang, munculnya teroris di Mabes tadi adalah usaha terakhir mereka. Dengan kemampuan menembak yang minus atau dibawah rata2, mereka menyerbu sarangnya para penembak jitu.

"Trus kenapa Mabes Polri kok kebobolan? Apa itu bukan berarti mereka berhasil menyusup ke inti sarang?".

 

Baca Juga: FPI, Preman Pasar Berjubah Agama 

 

Bukan begitu. Yang harus dipahami, Mabes Polri itu adalah tempat publik, tempat orang mengurus segala macam keperluan mereka sehingga banyak orang umum lalu lalang disana. Jadi wajar, pengawasan di pintu masuk tidak seketat waktu masuk ke BIN misalnya, karena BIN adalah tempat khusus.

Tapi pasti sesudah ini, Mabes akan memberlakukan pengawasan yang lebih ketat dari sebelumnya. Juga di tempat-tempat publik lain..

Pada akhirnya, saya harus mengucapkan selamat kepada jajaran Kepolisian RI, utamanya Densus 88. Kerja keras mereka menutup jalur sumber bahan dan sumber dana para teroris, membuat ular-ular kecil itu akhirnya keluar dari sarangnya.

 

Baca Juga: ISIS COMPANY

 

Seperti sarang ular, Densus sudah mengasapi liangnya. Dan akhirnya para teroris keluar dengan senjata seadanya. Tinggal getok satu persatu kepalanya..

Jangan pernah takut. Kita support terus aparat yang bertugas supaya menemukan sarang-sarang lainnya. Indonesia ini luas. Teroris itu bisa membuat sarang dimana saja.. Seruput kopinya..

Artikel Terpopuler