Minggu, 15 Agustus 2021

TALIBAN-TALIBAN DI INDONESIA

Taliban Afghanistan
Taliban Afghanistan
Peristiwa di Afghanistan seharusnya menjadi warning buat kita..

Sekarang, Taliban sudah menguasai hampir seluruh Afghanistan. Provinsi2 terdekat dengan Kabul, ibukota Afghanistan, sudah dikuasai Taliban. Diperkirakan dalam waktu beberapa hari lagi, negara Afghanistan sudah dikuasai penuh oleh Taliban.

Ngeri ? Pasti.

Bayangkan rasanya tinggal di Kabul. Kehidupan terancam oleh ganas dan kakunya Taliban dalam menerapkan hukuman agama. Banyak cerita bagaimana Taliban mengeksekusi warga sipil hanya karena mereka dianggap "menista agama". Seorang anak bermain layang-layang, dihukum mati. Seorang gay diterjunkan dari lantai 5 sebuah gedung dengan leher digantungkan batu. Sebuah tempat berisi kolam renang tanpa air, dijadikan tempat eksekusi dgn cara orang dipaksa naik ke tempat loncatnya.

Itu belum lagi peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan wanita. Dalam konsep kakunya Taliban, wanita hanyalah budak yang bisa dijual belikan. Wanita gak boleh pintar, karena dia akan jadi musuh agama. Kisah bibi Aisha, yang hidungnya di potong karena melawan suaminya adalah kisah tragedi yang membuat miris rasa kemanusiaan kita.

Kenapa Afghanistan begitu mudah direbut oleh kelompok Taliban ?

Ada dua faktor utama menurut analisis intelijen. Pertama, karena orang berpendidikan diam saja melihat ideologi Taliban menyebar di desa2. Mereka tidak pernah melawan, dan bersikap "bukan urusan gue". Kedua, karena Komandan2 militer Afghanistan sangat korup. Bantuan militer malah mereka gunakan untuk memperkaya diri.

Taliban, selain memenangkan peralatan tempur hasil rampasan perang, juga memenangkan narasi di media sosial, sehingga mereka mendapat simpati dari warga sipil. Narasi yg dibangun Taliban adalah teror dan harapan. Teror, buat siapapun yg melawan mereka, akan hilang nyawanya. Dan harapan, jika mereka menguasai Afghanistan, perilaku korup akan hilang dibawah naungan khilafah.

Itulah pentingnya melawan narasi "Taliban-Taliban" di Indonesia. Mereka disini sekuat tenaga memainkan propaganda bahwa mereka tidak berbahaya.

Bahkan di Indonesia, ada film animasi anak2 yang menggambarkan betapa kakunya ajaran mereka. Ketika saya coba memberi peringatan, tahu siapa yang jadi lawan saya ? Orang2 pendidikan, orang2 yang menganggap dirinya liberal, bahkan sutradaranya juga bukan beragama Islam, sehingga dia tidak sadar dijadikan alat utk propaganda.

Indonesia bisa jadi seperti Afghanistan kelak, kalau kita tidak waspada dari sekarang, kalau kita tidak merapatkan barisan. Yang membuat kita selamat adalah ideologi bahwa tidak boleh ada satupun orang yang merusak persatuan kita semua. Kita adalah merah putih. Catat itu di dalam hati, dan rekatkan jari bersama dalam satu kepalan..

Selagi kita waras bersama, jangan harap model Taliban seperti ini bisa menguasai Indonesia.

Dan kita mulai dari seruput secangkir kopi.

Artikel Terpopuler